Thursday, January 01, 2004

Servanthood - Penghambaan

Penghambaan ( Servanthood )
Mawlana Syaikh Nazhim Adil al Qubrusi al-Haqqani
dari buku Servanthood, What It is


Tujuan dari keberadaan kita mengarungi dunia ini adalah penghambaan. Dukungan Surgawi hanya diraih melalui penghambaan, yang merupakan realitas dari kehidupan kalian meski tak seorang pun yang mengetahuinya. Satu-satunya realitas dari keberadaan kita adalah penghambaan pada Allah Yang Mahakuasa. Jika kalian mengetahuinya, kalian akan ditanya apa yang kalian lakukan dengan pengetahuan itu. Ini mungkin merupakan hal yang terpenting sepanjang hidup manusia.

Menjadi hamba-Nya merupakan kehormatan tertinggi bagi manusia, dan tiada kehormatan lain yang melampauinya. Cobalah untuk lebih menghormati dan menghargai Tuhan kalian. Karena selama kalian menghargai-Nya, kalian akan dihormati dan dihargai baik di dunia maupun di akhirat kelak. Sungguh mudah. Itu merupakan realitas, bukan imajinasi. Subhanallah

Tanpa kecuali, segala sesuatu yang baik maupun buruk adalah ujian bagi umat manusia karena mereka telah terpilih sebagai hamba-hamba Tuhan. Seorang astronout tidak dapat terbang mengangkasa tanpa ujian yang sulit dan harus melewati pendidikan terlebih dahulu. Apalagi untuk mencapai kehidupan surga. Bila kalian ingin meninggalkan level binatang, kalian harus diuji hingga kalian diterima oleh Awliya, lalu oleh Rasulullah saw, dan kemudian oleh Allah swt. Kemudian Dia menjadikan kalian sebagai seorang hamba Tuhan.

Perhatikan diri kalian. Tinggalkan level binatang, lalu raihlah surga. Allah swt mengingatkan hamba-hamba-Nya, “Dengarkan Aku dan Nabi terakhir-Ku yang diutus untuk menyempurnakan dan mempersiapkan kalian untuk pengabdian ilahiah kepada-Ku.” Apakah kalian menyadari hal itu?! Semua tercipta dengan tujuan tertentu. Keledai untuk membawa beban kalian. Anjing untuk menjaga kalian. Domba untuk makanan dan minuman kalian. Lalu untuk apa kita diciptakan? Tak lain adalah untuk pengabdian ilahiah!

Islam datang untuk membersihkan manusia. Bila kalian memohon untuk menjadi orang yang bersih, maka katakanlah pada Allah swt, “Aku budak-Mu.” Tetapi Yang Mahakuasa tidak menginginkan kita menjadi budak-budak-Nya. Dia berfirman, “Aku memberi kalian kehormatan agar menjadi hamba-Ku bagi Keberadaan-Ku.” Jadi kalian harus bangga dengan hal ini, seperti halnya kalian bekerja untuk seorang raja.

Dia berseru pada kalian, “Datanglah dan ambil bagian dalam penghambaan yang suci, wahai hamba-Ku. Ke mana kalian berlari? (Menuju suatu kehidupan yang kotor, ego yang kotor, dan mengikuti Setan). Mengapa kalian menolak. Jangan menolak! Orang-orang telah kehilangan akal mereka, atau mereka tidak menggunakan pikirannya hingga membiarkan mereka dihancurkan. Manusia mungkin hanya menggunakan 10% saja dari akalnya.

Kalian telah diciptakan dan dianugerahi akal agar dapat digunakan seluruhnya. Mengapa tidak digunakan? (Karena 10% sudah cukup untuk memenuhi keinginan fisik kalian. Selesai!! Dan mengapa kita diberikan yang 90% itu? Porsi yang besar, yang tidak kita gunakan ini dimaksudkan untuk penghambaan ilahiah. Bagian terbesar dari akal kita adalah untuk mempersiapkan diri kita, perasaan, raga dan jiwa kita untuk menjadi hamba yang sempurna di Hadirat Ilahi.

Tetapi kita tidak memeliharanya dan malah meninggalkannya. Manusia meninggal dan paling tidak dua pertiga dari akal mereka tidak pernah dipakai. Kita pastilah hanya menghamba pada Keagungan-Nya sebentar saja. Mohonlah kekuatan yang lebih dari-Nya, untuk bersedia bagi-Nya, dan bukan untuk dunia. Bila kalian mengucapkan, “Laa ilaha illallaah, Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh,” dan kalian menerima Nabi Muhammad saw sebagai hamba Tuhanmu, kalian juga harus mengucapkan, “Wahai Tuhan kami, Aku juga hamba-Mu.” Kalau tidak, maka tak ada persaksian. Tidak. Tidak diterima.

Adalah suatu kearifan dari thariqat ini untuk mengucapkan kata-kata tersebut. Untuk mengucapkan, “Aku juga hamba-Mu.” Penghambaan kepada Nabi Muhammad saw bukanlah masalah.
Ego kita memberontak seperti binatang dan tidak rela menjadi hamba. Ambillah hanya yang perlu dari kehidupan ini dan tinggalkan sisanya untuk melayani Allah Azza wa Jalla.

wa min Allah at Taufiq, Fatihah.


Untuk Allah Semata
Mawlana Syaikh Nazhim Adil al Qubrusi al-Haqqani
dari buku Servanthood, What It is


Kita sudah diminta untuk merenungkan apa yang sedang kita lakukan setiap saat. Tanggung jawab ini memberikan kehormatan kepada kita. Kalian harus tahu apa yang kalian lakukan dan untuk siapa atau untuk apa kalian bergerak, berlari atau bertanya tentang sesuatu. Renungkanlah. Apa tujuan atau target kalian? Apa yang kalian lakukan untuk ego kalian dan untuk dunia ini adalah palsu dan akan lenyap. Semua ini hanya sementara dan karenanya tidak bernilai. Tetapi apa yang kalian lakukan untuk Allah swt itu tidak akan berakhir.

Bila aku duduk, maka istirahatku pun untuk Allah swt. Aku bergerak atau tidak, semuanya untuk Allah swt. Dan aku berserah diri pada Tuhanku. Aku akan bersegera mengerjakan perintah-Nya.

Tanggung jawab itu dimulai sejak kalian terjaga. Hendaknya kalian melihat untuk apa dan siapa kalian kerjakan dan apa manfaatnya. Bila tidak bermanfaat untuk diri kalian sendiri atau untuk orang lain, tinggalkan niat itu, karena saat itu akan mengundang kutukan atas diri kalian.

Segalanya hanya untuk Allah swt. Dan semua yang kalian lakukan adalah untuk Allah swt(hal dan aturan yang penting). Semua yang menjadi milik Allah swt pastilah untuk Allah swt. Itulah Iman sejati dan kalian telah ditawarkan untuk memegang teguh peraturan itu. Karena kalian tahu bahwa semuanya untuk Allah swt, maka kalian harus melakukan segalanya untuk Allah swt semata. Bila hidup, hiduplah untuk Allah swt, matilah untuk Allah swt, dan makanlah untuk Allah. Bila minum, minumlah untuk Allah; bila membangun, lakukanlah untuk Allah.

Kalau bicara, bicaralah untuk Allah. Sehingga semuanya akan menjadi ibadah. Bila setiap tindakan dan setiap saat diperuntukkan untuk Allah, maka Allah akan mengusung dan mendukung hamba tersebut. Karena dia hidup untuk Allah dan melakukan semuanya untuk Allah, maka Allah pastilah mendukungnya.

Manusia jatuh ibarat daun berguguran dari pohonnya. Tidak lagi bermanfaat bagi pohon induknya. Hanya bagi diri mereka sendiri. Tidak pernah mengindahkan Tuhannya atau melakukan sesuatu untuk Penciptanya. Terkecoh oleh dunia. Hidup hanya mengejar materi. Tidak pernah memikirkan kehidupan spiritual. Kita harus mengelola kehidupan spiritual selama 24 jam sehari, tetapi kita tidak memikirkannya walaupun hanya 24 detik.

Segalanya untuk Allah dan kalian juga untuk Allah, jadi lakukan semuanya untuk Allah. Allah melihat niat kalian dan bila ditujukan untuk-Nya, kalian tidak akan ditinggalkan oleh-Nya dalam genggaman Setan.Tidak! Allah akan menjaga dan mendukung kalian. Allah melihat ke dalam hati kalian dan bila Dia melihat kalian mengabdi pada ego kalian atau hasrat fisik kalian, Dia akan menghentikan dukungan-Nya. Dia akan melihat apakah kalian tetap mengikuti jalan dan perintah-Nya; bila tidak, Dia akan meninggalkan kalian sebentar, siapa tahu kalian akan kembali pada jalan yang benar.

Bila beramal untuk Allah, maka semua yang kalian kerjakan akan diberkahi, dihormati dan diterima oleh-Nya. Bila pekerjaan kalian bukan untuk-Nya, maka sia-sialah pekerjaan itu dan kalian menghancurkan diri sendiri. Kesukaran yang tidak terhitung akan mengelilingi kalian. Perhatikan selalu pekerjaan kalian, apakah benar-benar untuk Tuhan kalian? Perhatikan berapa jam tersedia untuk-Nya, berapa lama kalian berhubungan dengan Hadirat Ilahi dan berapa jam kalian bersama ego kalian.

Bila kalian makan, minum, bekerja, shalat, pokoknya setiap waktu hendaklah kalian bersama Allah. Ini akan membuat kalian kuat dan bahagia dan hidup akan terasa manis. Allah menganugerahkan hidup yang indah dan nyaman bagi orang beriman, bukannya hidup yang sulit dan hambar. Yang demikian itu adalah untuk mereka yang tidak beriman atau mereka yang berbuat ingkar.

Hiduplah dan menyediakan diri untuk Allah. Matilah untuk Allah. Hanya itu. Biarkan mereka merenggut seluruh dunia. Mereka hanya ingin hal-hal duniawi, makan dan minum saja. Jangan! Kenikmatan itu datangnya dari Allah dan hati kita menantikan berkah-Nya yang tak terhingga.

Dengan bekerja untuk Allah dan taat kepada-Nya, Dia akan menyelubungi kalian dengan Cahaya Ilahiah. Setelahnya, kalian harus melindungi dan mempertahan kannya. Kalian harus mengorbankan hasrat fisik kalian agar kekuatan spiritual dengan cepat dan mudah mencapai jiwa kalian.

Janganlah kehilangan kepercayaan pada Pencipta kalian yang berfirman, “Akulah penjamin makan dan minum kalian. Dan bila kalian menyediakan diri kalian untuk-Ku, Aku akan memudahkan segalanya untuk kalian. Bila kalian percaya pada-Ku, Aku tidak akan membuat kalian lelah.” Hal ini akan memberikan rasa puas dalam diri kalian. Tak usah memikirkan apapun. Cukup penghambaan saja. Tuhan berfirman, Percayalah pada-Ku, Aku akan memudahkan segalanya.” (Prinsip terpenting dalam Islam).

Siapa pun yang hidup untuk Allah mengetahui bahwa Allah saja lebih dari cukup. Kita percaya dan mempercayai Allah dan mencoba untuk menyediakan diri untuk penghambaan Ilahinya. Berpeganglah pada jalan ini, jalan yang paling aman. Carilah kehormatan dari Allah dan bukan dari yang lain.

Sebuah gedung yang didirikan bukan untuk kehormatan Allah dan untuk kehormatan Rasulullah saw akan runtuh. Bila dibangun untuk Allah, kalian akan bahagia dan tidak terbebani. Setiap hari berbuatlah sesuatu untuk Allah. Ketahuilah hak-hak-Nya, bekerja lah untuk-Nya dan bukan untuk yang lain.

Kalian dapat melakukan apa saja, tetapi cobalah melakukannya hanya karena Allah semata. Lakukan sesuatu yang akan membuat Allah ridha pada kalian. Bila tidak, kalian akan tenggelam dalam samudera yang demikian dalam sehingga tak seorang pun dapat menyelamatkan kalian.

Cara hidup kalian akan menjadi cara mati kalian dan akan menjadi cara kalian dibangkitkan kembali. Hiduplah untuk Allah. Mereka yang mematuhi perkataan Nabi saw berarti mematuhi perintah Allah swt. Hiduplah untuk-Nya dan tidak ada sesuatu pun yang harus ditakuti.

Ada orang yang mengatakan bahwa kita harus belajar atau melakukan sesuatu. Tidak! Seluruh hidup kita adalah untuk Islam dan Islam adalah untuk Allah. Jika kalian melangkah, jadikanlah langkah itu untuk Allah. Begitulah cara kalian menjalani Islam. Kalian harus memperhatikan ke mana kalian melangkah dan apa yang kalian cari. Apakah kalian mencari Allah atau ego kalian? Bila kalian rentangkan tangan dan menangkap sesuatu, kalian harus perhatikan untuk siapa kalian membawa atau menyentuhnya. Perhatikan apa yang kalian dengar.

Untuk Allah atau ego kalian? Bila berbicara, perhatikan untuk apa kalian bicara, untuk Allah atau untuk ego kalian? Dan bila kalian duduk dan berpikir, untuk siapa? Kalian tidur, untuk apa? Kalian makan untuk kekuatan kalian atau atas perintah Tuhan kalian? Setiap saat di setiap harinya, setiap tarikan nafas adalah untuk Tuhan kalian.

Barangsiapa yang telah mencapai maqam sebagai deputi sejati (sekarang kita semua hanya kandidat) harus mengawasi setiap tarikan nafasnya. Setiap tarikan nafas hanya untuk Allah, “Huu, Huu, Huu, Huu… (dalam hati).” Barangsiapa yang dapat mengendalikan nafasnya setiap saat, itulah utusan deputi Allah yang sejati. Kita harus bisa membawa diri kita ke jalur tersebut.

Janganlah sendirian. Pada setiap tarikan nafas, jangan lupa kalian berada bersama siapa. Cukuplah yang demikian itu. Hal itu merupakan latihan bagi kalian. Bila kalian tidak lupa, maka setiap saat adalah peribadatan kepada Allah atau suatu pengabdian untuk Hadirat-Nya. Setiap saat, setiap tarikan nafas kalian mengabdi, meraih Hadirat-Nya yang suci dan nama kalian akan tercatat sebagai hamba Ilahi. Cobalah, coba ikuti. Jangan menyia-nyiakan hidup kalian!

Wa min Allah at Taufiq

Hanya Allah Semata
Mawlana Syaikh Muhammad Nazhim Adil al Haqqani
Ditranslasi dari Servanthood & What It Is


Janganlah berkata, “Aku dapat melakukannya.” Katakanlah, “Dengan kekuatan Tuhanku, mungkin aku dapat melakukannya. Bila Dia mendukungku, aku mungkin dapat berdiri. Dan bila Dia membantuku, aku akan berhasil.” Dalam segala-galanya. Ketahuilah bahwa kalian bukan apa-apa. Sama sekali bukan apa-apa. Bila kalian mengatakan, “Aku dapat melakukan nya,” atau, “Aku mampu melakukannya,” kalian seharusnya merasa malu. Siapa kalian? Kalian bukan apa-apa. Bagaimana kalian dapat menyatakan hal itu, astaghfirullaah!

Seandainya salah seorang di antara kalian dianugerahi semua kekuatan ummat manusia, tetap saja kalian bukan apa-apa. Atau seandainyapun dianugerahi kekuatan dari seluruh makhluk, termasuk makhluk surga, tetap saja kalian bukan apa-apa, dan tak dapat berkata, “Aku dapat melakukannya.” Andai kalian diberikan kekuasaan dari jutaan malaikat yang salah satu di antaranya adalah Jibril as yang mempunyai 600 sayap, dua di antaranya saja tidak cukup untuk dibentangkan dari Timur hingga ke Barat, tetap saja kalian seharusnya merasa malu untuk menyatakan, “Aku mempunyai kekuatan,” melalui samudera kekuatan-Nya yang tak bertepi. Semuanya tidak berarti. Mengapa kalian sombong, dan karena apa kalian menyatakan bahwa kalian berkuasa, kuat? Apakah karena mempunyai pakaian atau mobil? Kekayaan kalian atau harta kalian? Mengapa kalian sombong? Kesombongan adalah ciri dari ego yang paling buruk. Kalian ingin bersaing dan berkata kepada Allah swt, “Aku juga kuat.” Siapa kalian!?

Menyadari bahwa kalian lemah dan bukan apa-apa itulah yang memberikan kehormatan pada kalian. Walaupun hanya menyatakan, “Wahai Tuhanku, aku tidak cukup kuat untuk memberikan kepatuhanku,” atau “Aku begitu lemah untuk menjadi hamba-Mu; wahai Tuhanku, ampunilah aku.” Hal itulah yang memberi kehormatan pada kalian. Tanpa melakukan apa-apa, hanya minta maaf dan mohon pengampunan, maka hal-hal tersebut akan memberikan lebih banyak kehormatan pada kalian, daripada menyatakan memuja Allah dan berbangga atas ibadah dan penghambaan itu. Hanya kerendahan hati yang akan menyelamatkan kalian dari kesukaran, kesengsaraan, masalah dan kesulitan. Bila kalian rendah hati, maka ampunan akan sampai pada kalian, dan demikian pula dengan berkah. Kalian tidak pernah akan menemui mata air di puncak gunung, tetapi kalian akan menemukannya di dasar lembah.

Semua hal buruk datang dari kesombongan dan semua kebaikan tumbuh dari kerendahan hati. Kita begitu kecil, tidak saja secara perorangan, tetapi juga secara kolektif. Kalau kita membayangkan dimensi alam semesta, atau bahkan bila kita menggunakan kekuatan daya khayal kita dan membayangkannya jutaan kali lebih besar, tetap saja kecil karena tidak berarti dibandingkan dengan Keagungan Allah yang memiliki Keagungan yang tak terukur. Tidak dapat dinyatakan dengan angka atau timbangan apapun. Ketika kita mengangkat tangan, kita harus mengatakan, "Wahai Tuhan kami, kami demikian kecilnya dan Engkau demikian agung. Engkaulah Yang Maha Agung dan Keagungan-Mu tidak terbatas.” Kalau ada batasannya, berarti Dia setara dengan manusia biasa. Tidak ada ruang, jarak, ukuran ataupun titik terkecil yang tercipta dapat menyatakan diri bahwa mereka ada dan dapat mengatakan, “Aku di sini,” atau, “Aku mempunyai keagungan.”

Tidak ada tempat untuk makhluk dan ciptaan dalam Keberadaan Allah. Keberadaan-Nya meliputi semuanya. Jadi makhluk-makhluk, atom-atom, galaksi-galaksi, alam semesta, tidak dapat berkata bahwa mereka memiliki tempat, ruang, melalui Keberadaan Tuhan kita. Tidak! Tidak ada tempat untuk apapun yang tercipta melalui Keberadaan-Nya. Dalam Al-Quran," Dialah yang Awal dan Dialah yang Akhir. Huwal awwalu wal aakhiru". Tidak ada sesuatu pun yang dapat memasukinya dan berkata, “Aku ada di sini.” Tuhan Mahakuasa. Grandsyaikh berkata, Keberadaan kita bagaikan keberadaan kalian melalui cermin. Kalian dapat melihat dan melihat diri kalian sendiri di dalam cermin yang besar. Tetapi apa yang kalian lihat tidak dapat mengatakan bahwa dia ada, demikianlah keberadaan kalian.”

Keberadaan kalian tidak ada melalui cermin itu. Tidak mungkin! Karenanya kita mengatakan bahwa kita amat kecil. Hal ini berlaku untuk kalian karena kalian menyatakan keberadaan kalian. Tidak hanya itu, kalian juga menyatakan bahwa kalian orang besar. Kalian tidak hanya mengatakan, “Aku di sini,” tetapi kalian juga mengatakan bahwa kalian tuhan dan kalian tidak mau mengatakan bahwa kalian seorang hamba. Bergabunglah dalam penghambaan. Ketuhanan adalah bagi Dia yang keberadaan-Nya telah ada sejak zaman pra azali sampai zaman azali. Datanglah dan katakan bahwa kalian adalah hamba dari yang keberadaan-Nya abadi dan katakanlah, “Wahai Tuhan kami, kami adalah hamba-Mu.” Keberadaan Ilahiah-Nya adalah dari masa azali hingga pra azali; dan Kerajaan-Nya dan KekuasaanNya tidak pernah berakhir hingga ke keabadian. Allaahu Akbar!

Apapun yang kalian lihat, sentuh dan meminta agar disimpan melalui keabadian tidak berarti apa-apa. Allaahu Akbar! Keagungan-Nya meliputi masa pra azali sampai masa azali dan Kebesaran-Nya adalah untuk Keabadian-Nya. Siapa kalian? Kalian bukan apa-apa. Janganlah anggap sebagai sesuatu. Sesuatu tidak berarti apa-apa. Jangan mengutarakannya. Akuilah ketidakberartian kalian dan berusahalah membuat ego kalian agar mengakui ketidak berartiannya. Sama sekali tidak berarti apa-apa. Kemudian kalian akan mencapai kesempurnaan dan kepuasan. Kesempurnaan yang sempurna dan kedamaian paripurna.

Inilah hal terpenting yang dicoba diajarkan oleh Khatamul Anbiya Rasulullah saw kepada manusia. Keberadaan-Nya dari masa azali hingga masa pra azali. Tidak ada yang lain kecuali Dia. Dalam keberadaan yang ada hanyalah Allah. Tak ada yang lain. Wahidun Ahad (Yang Tunggal, Satu-satunya). Tak ada yang eksis kecuali Dia. Apalah kita ini. Kita bukanlah apa-apa. Barangsiapa yang menyatakan keberadaan bagi dirinya sendiri, maka dia telah menyekutukan Allah swt (syirik).

Dan karena kita tidak termasuk dalam kelompok yang ada, Allah tidak peduli bahwa kita akan menyekutukan nya. Karena pada dasarnya tidak ada apa-apa. Tetapi Allah suka bila hamba-Nya menjaga sopan-santun yang baik. Karena alasan itu, syari`ah dan thariqat datang untuk meniadakan pengakuan itu dari dunia ini. Sehingga orang tidak mengatakan, “Aku ada.” Karena kalian tidak ada. Seratus tahun yang lalu tak satu pun di antara kita yang ada. Dan setelah seratus tahun, tak seorang pun yang sekarang ada masih ada. Di sana tidak ada, di sini pun tidak ada. Dan apa yang muncul di antara dua ketiadaan juga tidak ada.

Tinggalkan pikiran kalian, diri kalian, dan semuanya sampai tetesan kalian bersatu dengan samudera (fana` billaah). Dengan kesediaan kalian, kalian dapat mengorbankan diri dan raga. Jangalah mohon agar menjadi sesuatu, tetapi sebaliknya mohonlah segala-galanya.
Kebenaran muncul dan penciptaan menjadi kenyataan. Ini terjadi dalam waktu kurang dari sekejap mata. Dan di antara para Awliya, waktu untuk keberadaan ini laksana cahaya kilat. Dan pemunculan kita sekarang ini adalah seperti itu. Itu akan segera berakhir dan tidak ada lagi. Karena Allah akan bertanya, dalam Quran disebutkan," Milik siapakah kerajaan itu sekarang? Limanil mulkul yawma?

Tetapi tak ada yang menjawab. Allah akan menjawabnya sendiri. Allah, Yang Maha Esa, al-Qahhar (Sang Penguasa). Dan Dia yang menguasai hamba-Nya melampaui kematian akan menjawab sendiri melalui Dirinya sendiri, Kalian tidak menjawabnya. Karena orang yang biasanya berkata, “Aku seorang ini,” atau “itu,” tidak akan ada lagi. Mereka telah dikuasai. Mereka mendengar tetapi tidak dapat menjawab. Dan bahkan yang lebih agung adalah bahwa Dia tidak akan menjawab dengan berkata, “Itu milik-Ku.” Tetapi Dia berfirman, dalam Quran: Milik Allah, Yang Maha Esa, Sang Penguasa. Lillaahil waahidil qahhaar.

Juga ada suatu rahasia bahwa yang mewakili Dia, akan menjawab. Dialah yang telah dijadikan wakil-Nya. Dialah yang kalau dia tidak ada, maka Allah tidak akan menciptakan seluruh makhluk. Para ulama mengatakan bahwa Allah yang memberikan jawaban tersebut, tetapi seolah-olah ada seseorang yang menjawab. Dan siapakah dia? Yang telah Allah hiasi dengan Sifat-Sifat-Nya, dan mengangkatnya ke maqam al-mahmud. Dialah yang menjawab, pasti dan sudah sepantasnya begitu.

Bila sesuatu, bahkan atom dibiarkan sendiri, dia tidak akan ada lagi. Bila diambil dari atom, maka pengamatan Allah (muraqaba) akan hilang. Karena keberadaan sejati hanya bagi Allah. Disebutkan Quran: "Dan tak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia. Wa lam Yakun lahu kufuwan ahad". Tak ada sesuatu yang setara dengan Dia. Keberadaan mutlak adalah untuk Allah. Siapa lagi kalau bukan Dia? Tak ada ruang untuk yang kedua. Hanya ada Allah dan tak ada siapa pun bersama-Nya. Anggapan kalian bahwa kalian ada, adalah salah. Karena Allah tidak menerima bahwa ada seseorang yang setara dengan-Nya.

Manusia telah menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak perlu untuknya. Tanpa samudera, tak ada yang dapat berenang. Dan tanpa lautan takkan ada ikan. Dan mana di antara kedua ini yang lebih baik? Yang mempertanyakan (hal ini) adalah orang yang tidak berpikir! Sebuah samudera adalah samudera dengan segala isinya, dan jalan untuk mencapainya adalah melalui Kemurahan Allah Azza wa Jalla. Berdiri di hadapan cermin keabadian, dihiasi dengan eksistensi sejati, menatap pada kenyataan diri, dalam Samudera Keesaan. Seekor ikan berkata, “Aku adalah samudera, “ dan untuk berkata, “Aku di sini,” tanpa samudera, adalah suatu pernyataan yang keliru. Astaghfirullaah!

Semoga Allah menganugerahi kita pemahaman yang baik. Ada beberapa hal penting yang harus dipahami. Bila kalian tidak memahaminya, kalian tidak dapat diselamatkan dari kejahatan ego kalian atau dari Setan.

Wa min Allah at Taufiq


Kehidupan yang Sederhana
Mawlana Syaikh Muhammad Nazhim Adil al Haqqani
Ditranslasi dari Servanthood & What It Is


Kalian dapat saja meraih kesempatan lebih untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan dari hasrat kalian. Namun seiring dengan bertambahnya kesempatan itu, maka meningkat pula beban yang harus kalian tanggung. Kalian hendaknya mencoba mencari cara untuk menjadi orang yang sederhana dalam hidup kalian, dengan cara hidup yang mudan dan beban yang ringan. Bila kalian sederhana, hidup kalian tidak akan rumit.

Kesederhanaanlah yang terbaik bagi hidup seseorang karena menjadikan orang menyatu dengan alam. Semakin banyak orang meninggalkan alam, makin banyak pula mereka tertimpa kesulitan. Bila kalian ramah terhadap alam, tubuh kalian akan merasakan kenyamanan dan kedamaian. Lalu jiwa kalian akan jauh lebih nyaman. Grandsyaikh berkata, “Saya heran pada manusia, mereka dapat memperoleh hidup yang manis dan nikmat, tetapi mereka malah memilih kehidupan yang sukar dan hambar.”

Kekekalan

Bergegaslah untuk memperoleh rahmat dan pertolongan dari Samudera Berkah-Nya yang tak berkesudahan. Raihlah sebanyak mungkin karena sungguh tak ternilai bagi kehidupan akhirat kalian dan untuk Hari Perhitungan. Walaupun kalian berbekal amal baik dan selalu berdoa (bergunung-gunung), kalian akan menyesal dan menyalahkan diri sendiri kalau kalian tidak dapat berbekal lebih.

Kebanyakan manusia takut dan menaruh harapan pada hidup yang fana ini dan tidak pernah memikirkan kehidupan yang kekal. Semua dalam hidup ini adalah fana. Hanya Iman kalian yang kekal. Bertaubatlah, memohon ampun dan bergegaslah menuju kehidupan yang kekal!
Barangsiapa yang percaya pada kehidupan yang kekal akan mengatakan, “Bila kami mendapat kesukaran, maka kami akan bersabar demi keridhaan Tuhan kami.” Mereka akan diberi balasan di akhirat nanti. Itulah kesempurnaan.

Orang yang beriman senang dihancurkan, karena dia mengetahui bahwa setelah penderitaan di dunia ini, maka akan datang kehidupan di akhirat yang kekal. Dia ridha dengan Tuhannya dan berharap dianugerahi sebuah kehidupan yang kekal dari Samudera Rahmat-Nya yang tak bertepi. Hidup ini singkat. Tetapi kita tahu bahwa setelah itu kita akan pindah ke kehidupan yang lain, yang kekal, yang memang diciptakan untuk kita. Ingatlah, Kita mencapai penghujung masa dan dalam sekejap saja, semuanya akan lenyap. Jangan membayang kan bahwa hari-hari yang telah berlalu akan muncul kembali. Perubahan yang cepat akan menghampiri bumi. Ingatlah bahwa keberadaan kita di bumi ini adalah karena keterlibatan surgawi, bukan atas kehendak atau keinginan kita sendiri. Bersiaplah untuk menghadapi kejadian-kejadian yang besar.Mengerikan. Hanya dengan Iman yang kuat kalian dapat menghadapi apa yang akan datang itu.

Imam Mahdi as akan membawa pembaharuan bagi semuanya. Dan bagi setiap jiwa dan raga setiap manusia yang hidup (dan beliau akan membawa suatu kekuatan baru dari al-Quran). Kejadian yang sangat dahsyat akan terjadi. Banyak orang yang akan meninggal. Kehidupan yang baru itu untuk mereka yang masih hidup. Tuhan Yang Mahakuasa berfirman dalam kitab suci al-Quran, “Wahai Nabi, serukan pada ummat manusia bahwa hari akhir sudah dekat dan bahwa Hari Perhitungan sudah dekat.” Orang-orang yang beriman dapat mengambil pelajaran dari hal ini.

Merupakan sunnah Nabi, untuk memperlihatkan bahwa Hari Perhitungan sudah dekat. Jadi bagaimana mungkin kita mengatakan bahwa Hari Akhir masih lama? Apa gunanya berpikir seperti itu? Sebelum Hari Perhitungan, Imam Mahdi as dan Nabi Isa as akan muncul, dan mereka akan membersihkan dunia dan mengambil alih dunia dari orang-orang kafir. Kemudian Anti Kristus (Dajjal) akan muncul untuk menghimpun orang-orang kafir yang masih tersisa dan mereka akan memerangi orang-orang mukmin. Tetapi mereka akan dihabisi oleh pedang Nabi Isa dan Imam Mahdi as dan yang akan tersisa hanyalah Islam. Ini adalah kebenaran dan kita percaya akan hal ini, karena Allah dan Nabi-Nya telah mengabarkan hal ini. Jika kalian tidak mempercayainya, kalian akan meninggalkan dunia ini tanpa Iman dan akan dilemparkan ke Samudera Penindasan.

Imam Mahdi akan datang, dan melalui salurannya, melalui hati, akan dituangkan pengetahuan murni yang belum pernah disentuh oleh siapa pun, didengar, dilihat atau diketahui sebelumnya. Karenanya seluruh Awliya menanti dan mendambakannya. Hati orang-orang yang beriman akan dipersiapkan dan dengan sendirinya mereka akan mendambakan sesuatu yang lain.
Masa tirani akan berakhir. Jangan mengira bahwa tidak akan terjadi apa-apa. Hal ini sedang berlangsung! Kabar gembira. Semuanya akan dihilang kan. Berharaplah dari hari ke hari. Lebih baik ditindas daripada menjadi penindas.

Dalam hidup tak akan ada sesuatu pun yang tetap sama seperti sekarang ini. Tidak! Akan ada penampilan yang baru. Jangan tertipu hanya karena kalian melihat air mengalir dari keran. Tangkinya kosong. Yang kalian lihat hanya yang masih tersisa dalam saluran. Nanti seperti ini. Perlahan semuanya turun, lalu berakhir. Dalam sebuah hadist: "Berlatihlah menyelami keadaan-keadaan yang sulit dan persiapkan diri kalian, karena kemudahan tidak akan berlanjut terus".

Wa min Allah at Taufiq

Kenalilah Allah Azza wa Jalla
Mawlana Syaikh Muhammad Nazhim Adil al Haqqani
Ditranslasi dari Servanthood & What It Is

Mohonlah diberi pengetahuan tentang Allah. Hal tersebut adalah pengetahuan yang tersembunyi. Bukan tentang dunia dan segala isinya, bukan pula tentang kehidupan yang fana ini. Pengetahuan tentang Allah yang diizinkan untuk kalian ketahui, bukanlah tentang Zat-Nya. Tidak, kalian tidak diizinkan untuk mengetahuinya dan kalian juga tidak dapat mendekatinya. Atau mengetahui tentang Sifat-Sifat Ilahiah-Nya. Semua yang ada adalah milik salah satu Asma itu. Setiap Asma suci adalah ibarat sebuah samudera dan dari sanalah kalian dapat mencapai Allah.

Kalian dapat menggunakan kekuatan kalian untuk memahami apa yang diciptakan oleh Allah, lalu mewujudkannya. Dari ciptaan Allah, kalian dapat mencoba mendekatinya sampai kalian menemukan jalan untuk memahami sesuatu. Dan apa yang kalian ketahui akan menjadi sebuah samudera yang dapat kalian arungi hingga mencapai keabadian. Karenanya kita memohon ilmu yang dapat membawa kita lebih dekat dengan Hadirat Ilahi. Tujuan utama dari keberadaan kita adalah untuk mencapai kehidupan sejati dan ke akar keberadaan kita. Untuk mengambil kekuatan dari rahasia-rahasia kehidupan abadi sehingga nampaklah daun-daun, bunga-bunga dan buah-buahan melalui diri kita.

Merupakan suatu pengetahuan bahwa Allah itu Subhan dan bahwa Dia Sulthan. Allah berfirman bahwa tak sesuatu pun diciptakan tanpa alasan dan tujuan. Tidak ada yang sia-sia. Semuanya yang ada, sekecil apapun diketahui dan ada dalam jangkauan Sang Pencipta dan diberi makna. Adalah hal yang bodoh untuk menyangkalnya. Jadi bagaimana dengan kalian? Allah memberi petunjuk pada segalanya, merancangnya dan mewujudkannya. Tidak terhitung rancangannya. Benak kalian tidak akan mampu memuatnya. Tidak mungkin mencapai kesempurnaan, kebijaksanaan, pengetahuan, kekuatan atau kemampuan Sang Pencipta.

Laa ilaha illallaah

Sang Pencipta berfirman, “Datang dan Jadilah! Datang dan tunjukkan diri kalian dan ucapkanlah, Subhanallaah!” Atom terkecil mendengarnya dan patuh. Dan setiap atom atau elektron dianugerahi kemuliaan yang berbeda, karena masing-masing mempunyai kepribadian tersendiri yang khas. Kalian berbeda dengan yang lainnya, demikian pula sebalik nya. Cara mereka bertasbih terhadap Tuhan mereka juga unik. Allaahu Akbar!

Merupakan suatu kebodohan tidak menggunakan pikiran kalian untuk memikirikan hal-hal seperti itu. Kita diperintahkan untuk menggunakan akal kita. Semakin memperdalamnya, kalian akan menemukan samudera kebijaksanaan yang lebih besar, kekuatan yang tidak terbatas. Semoga Tuhan kita memberikan kesempatan pada kita untuk merenungkan hal-hal tersebut. Ini dapat membimbing kita menuju kemegahan yang tidak terbatas dan samudera kekuatan.

Kasihanilah orang-orang yang hanya hidup dan memikirkan perutnya saja, tidak pernah memikirkan hal-hal yang lain. Jadi benak mereka tidak memberi kesempatan pada hatinya untuk mengabdi pada Tuhan mereka, Allah. Kebanyakan orang setingkat dengan binatang, mungkin lebih rendah, karena binatang pun bertasbih pada Allah. Grandsyaikh mengatakan, Sekecil apapun suatu materi pastilah mempunyai nama, kalau memang memiliki kepribadian.” Sama halnya bahwa setiap orang di kota mempunyai nomor telepon yang berbeda-beda. Setiap atom mempunyai nama tersendiri bagi sifat-sifatnya, yang mana digunakan untuk mengagungkan Penciptanya.

Kita tertidur, mabuk dunia dan mabuk isi perut. Mana ada waktu bagi kita untuk merenungkan hal-hal tersebut. Allah tetap sama, dahulu maupun sekarang. Tidak ada (istilah) sebelum bagi Allah dan tidak pula setelah. Allah memerintahkan kita, “Jangan memikirkan Aku. Kalian tidak sanggup. Kalian dilarang untuk mencoba atau memikirkan bagaimana wujud-Ku. Jangan! Hal tersebut terlarang. Kalian boleh memikirkan apa yang Aku ciptakan.”

Paling tidak pikirkanlah tentang diri kalian sendiri. Sekarang kalian bagaikan salah satu piramida batu di Mesir. Orang melihatnya dan berpikir bahwa piramida itu hanya bangunan yang dibangun dari batu tanpa pintu dan jendela. Mustahil! Untuk apa? Tak ada pintu atau lubang!?” Tetapi akan tiba waktunya manusia akan berpikir keras dan mereka akan berkata, “Kita harus meneliti nya untuk mengetahui maknanya.” Lalu bila mereka telah memperdalamnya, maka Tuhan Yang Mahakuasa akan membuka kesempatan untuk menemukan jalan masuknya.

Sekarang kalian ibarat piramida tadi. Kalian beranggapan bahwa kalian tidak mempunyai gerbang, lubang atau jalan menuju ke Surga. Kalian menganggapnya hanya seperti bangunan batu di atas bumi. Berlari, datang, dan pergi; makan, minum dan setelah itu selesai. Tetapi Tuhan Yang Mahakuasa berfirman bahwa bila kalian dengan tekun mencari jalan dari diri kalian menuju diri kalian, kalian akan menemukannya. Bila Allah membukannya, kalian pasti akan menemui jalan Tuhan kalian. Tetapi bila kalian tidak membuka diri dan memahami, maka kalian tidak akan menemukan jalan menuju Tuhan kalian. (Atau mengenal-Nya).

Gerbang menuju Tuhan kalian adalah melalui diri kalian sendiri. Kalianlah pintu yang harus kalian buka, lalu kalian akan menemukan Hadirat Ilahi Tuhan kalian. Berbahagialah dan berbangga hatilah dengan keberadaan kalian. Hal tersebut merupakan kesempatan yang paling besar. Bila Dia tidak menciptakan kita, maka kita tidak akan dapat memahami tentang keberadaan kita. Subhanallaah!

Dia memerintahkan agar kita dibuat dari tanah. Kalian tidak dapat membayangkannya! Kalian dapat membuat patung atau gambar dari laki-laki, perempuan atau binatang. Mudah! Tetapi untuk memberi seekor singa ciri khasnya, mungkinkah? Hanya kalau diberi sifat itu kalian dapat mengatakan bahwa itu benar-benar seekor singa. Kalian tidak dapat mengatakan bahwa itu keledai. Tuhan menciptakan ciri khas untuk bentuk seekor keledai. Sehingga kalian dapat mengatakan bahwa bentuk seperti itu memang seekor keledai, tidak dapat disebut harimau. Sang Pencipta menciptakan bentuk, lalu memberikan ciri khas pada bentuk itu. Kalian tidak dapat memberikan ciri khas seekor macan kepada keledai. Camkanlah hal penting ini.

Semua itu terjadi karena Keagungan Allah. Mencipta kan dan memberi ciri khasnya. Sebagai singa, anjing, banteng, sebagai serigala, beruang atau sebagai macan. Dia memberikan ciri khas pada setiap makhluk yang diciptakannya. Bila ciri khas itu tidak diberikan kepada bentuk singa, maka bentuk itu bukan singa. Itu hanya merupakan bentukan saja, kumpulan materi. Kalian dapat melihat bentuk, tetapi bukan seekor singa. Untuk memberikan ciri khas pada singa hanya dapat dilakukan oleh-Nya, Sang Pencipta.

Demikian pula Allah menciptakan manusia. Allahlah yang memberikan ciri khas kepada berjuta-juta makhluk. Dia anugerahkan setiap manusia ciri khas yang berbeda-beda agar kalian bukan Jamaludin dan kalian tidak dapat berkata bahwa dia si Farhat atau si Nabil. Lalu Allah memberi ciri khas kepada bangsa-bangsa: Jerman suatu ciri khas, pada bangsa Arab ciri khas yang lainnya. Orang dari Indonesia akan mengatakan, “Aku bukan orang Malaysia, aku orang Indonesia.” Dan orang Australia akan menolak kalau dikatakan bahwa mereka orang Selandia Baru. Setiap bangsa telah dianugerahi ciri khas mereka dan mereka bahagia akan hal tersebut. Jadi renungkanlah Kebesaran Tuhan kita.

Dalam Quran: "Dia menciptakan setiap makhluk Khaliqu kulli syay-in, Dan ketika semut berlarian ke kanan atau ke kiri, ketahuilah bahwa setiap semut telah diarahkan, pasti! Kalian tidak dapat melangkahkan kaki kalian selangkah pun tanpa diarahkan menuju suatu tujuan. Oleh karena itu, seorang mukmin yang sempurna akan menyatakan, “Wahai Tuhan kami, Engkau demikian agung. Engkau tidak tertandingi. Hanya Engkau, tak ada yang seperti-Mu, segala Keesaan dan Kebesaran bagi-Mu.”

Kalian tidak tahu berapa ciri khas yang dimiliki seekor semut. Dan kesemuanya menyatu dalam diri seekor semut. Dan kalian akan menemukan berbagai macam semut di berbagai belahan dunia. Dan setiap semut berbeda satu dengan yang lainnya. Ada sebuah seruan dari Rasulullah saw," Kalian harus mencoba memahami ciptaan-ciptaan Tuhan kalian. Tentang sifat dan ciri khas mereka. Janganlah kalian mencoba memahami Zat Allah swt.

Setiap Mahkluk dianugerahi ciri khas dan kemampuan yang akan menjadi kenyataan dalam dirinya. Allaahu Akbar! Semoga Allah menganugerahkan kita sesuatu dari Cahaya-Nya. Karena bila seseorang jatuh ke dalam kegelapan, dia tidak mengetahui apa-apa yang mengelilingi nya. Dengan cahaya, maka dia dapat melihat apa yang ada di sekelilingnya. Kalian harus menggunakan akal kalian untuk memahami Kekuasaan Allah yang tidak terbatas, Kemampuan-Nya yang tidak terbatas dan Kehendak-Nya yang tidak terbatas untuk berbuat sesuai Kehendak-Nya. Ikutilah Dia melalui jalan hamba yang paling dicintai-Nya. Bilamana kita menuruti kehormatan kata-kata Sayyidina Muhammad saw kita mungkin dapat memahami sesuatu dan hati kalian pasti dibukakan. Anugerah Allah saw selalu bertambah. Bukan untuk-Nya, melainkan untuk hamba-hamba-Nya. Dan penciptaan berlangsung terus-menerus. Tetapi Kerajaan-Nya milik tunggal-Nya, merupakan harta karun yang tak mungkin dipahami.

Allah swt sekarang pun tetap seperti sedia kala. Yang diciptakan selalu bertanya, “Apakah masih ada lagi?” Dan Sang Pencipta akan menjawab, “Masih banyak lagi.” Bilamana kalian akan membagi sedetik menjadi 4 bagian atau menjadi ribuan atau jutaan bagian, maka di antara dua bagian selalu ada waktu. Benak kalian dapat menerima bahwa kalian membaginya menjadi ratusan bagian atau juga dapat mencapai jutaan bagian. Hal ini berarti bahwa masih dapat dibagi dalam triliyun. Ada rahasia di sini. Dan tidak ada yang tahu sejak dahulu kala, jumlah setiap bagian yang ada di antara bagian-bagian lain yang di antaranya ada waktu. Dan setiap waktu itu mengandung suatu kewajiban yang satu dengan yang lainnya berbeda.

Pikiran itu statis dan tidak dapat bergerak. Tetapi jiwa itu mengalir dan bergerak. Jiwa itu dapat masuk. Jiwa itu dapat dikemas tetapi tidak demikian dengan akal. Akal bekerja di muka bumi, bukan untuk alam malakut. Hanya sedikit orang yang dapat mencapai sisi jiwa di mana tidak ada kecemasan. Jangan beranggapan bahwa darah satu orang sama dengan darah orang lain. Tidak! Apa yang ada di dalam seseorang hanya satu. Para dokter berkata, mirip” dan “anda dapat menggunakannya.” Tetapi jangan beranggapan bahwa darah itu 100% cocok untuk orang lain. Tidak, tidak mungkin. Setiap orang hanya satu. Allah tidak pernah membuat duplikat. Tidak! Salah satu Asma suci Allah adalah al-Mubdi`u, yang berarti Dia menciptakan dan ciptaan itu hanya satu dan unik. Tidak ada dua yang sama. Nama yang suci itu memberikan ciri yang khas. Janganlah beranggapan bahwa Tuhan Yang Mahakuasa menciptakan sesuatu seperti sebuah pabrik. Tidak!

Pembuluh darah di dalam badan kita, dan sistem saraf kita, bagaimana dipertahankan? Dan siapa yang mengaturnya? Bagaimana aku ada dan hidup? Bagaimana sistem pernafasan bekerja? Dan sistem pencernaanya? Bagaimana mataku dapat melihat? Siapa yang merancang telinga kita pada tempatnya, dan bukan di atas kepala? Bagaimana kalian bertanya? Bagaimana Allah? Lebih baik tanyakanlah, Bagaimana aku?” Bagaimana organ luar dan organ dalamku dirancang? Ribuan pertanyaan, bagaimana? Setanlah yang membuat orang mengajukan pertanyaan yang tak patut seperti itu. Kalian tidak dapat membayangkan keabadian. Manusia menggunakan akal mereka dengan cara yang tidak selamat. Sadarlah akan keterbatasan kalian. Janganlah angkuh.

Kalian di sini untuk belajar sesuatu yang termasuk keabadian. Janganlah mencoba mempelajari apa yang ada di sekeliling kalian. Pelajarilah Sang Perancang nya. Perenungan satu jam sama nilainya dengan ibadah tujuh puluh tahun. Dalam sebuah Hadits: Pergilah ke negri Cina untuk menuntut ilmu. Dengan kata-kata ini, Rasulullah tidak memaksudkan untuk mencari pengetahuan biasa yang dapat ditemukan di mana saja. Tidak! Yang Nabi saw maksud adalah pengetahuan yang tersembunyi dan rahasia pengetahuan yang bukan untuk sembarang orang pula. (Pada waktu itu negeri Cina adalah negeri yang terjauh dan tidak dikenal). Untuk pengetahuan seperti itu kalian harus bertanya pada seseorang yang mengetahui. Pergilah kepada orang itu.

Dalam Al-Quran," Ikutilah dia yang telah mengorban kan hidupnya untuk-Ku.Wat-tabi` sabiila ansaaba ilayya. Tanpa menemukan seorang `Arifbillah (seseorang yang mengenal Allah), bagaimana kalian akan menemukan Ma`rifatullaah, Pengetahuan tentang Allah.

Wa min Allah at Taufiq


Kenalilah Ego Kalian
Mawlana Syaikh Muhammad Nazhim Adil al Haqqani
Ditranslasi dari Servanthood & What It Is


Semoga Allah swt tidak meninggalkan kita pada ego kita yang kotor. Waspadailah ego kalian. Dia merupakan musuh terbesar kalian yang memotong jalan kalian menuju Allah. Dia berkata, Layanilah aku, merunduklah padaku,” dan “tinggalkan segala kemauan dan keinginanmu kecuali yang ditujukan untukku. Akulah segalanya dan engkau adalah budakku.” Ibadah dan puasa adalah untuk mengenyahkan ego kalian. Untuk melemahkannya, kemudian lenyap. Karena selama ego kalian memberi perintah dan kalian mematuhinya, kalian tidak dapat meraih apapun dari Hadirat Ilahi. Hanya ada satu Sultan. Dan kalian pastilah hamba-Nya.

Thariqat adalah suatu pelatihan untuk mencapai akhlak yang baik. Kalian harus melupakan dan memerangi ego kalian, lalu terimalah dan bersuka cita dengan kemauan Tuhan kalian. Jangan pernah lalai dalam mengagungkan Tuhan kalian, kalau tidak kalian akan terbelenggu dengan ego kalian yang kotor itu (bagaikan singa dalam kurungan). Ingat untuk setiap saat kalian lalai, maka kalian hanya menerima kehancuran atau hukuman. Walaupun hanya sekejap, akan datang kutukan atas kalian.

Semua orang amat ramah pada egonya. Mereka mengatakan, “Apa yang engkau perintahkan? wahai egoku, wahai sultanku. Apapun yang engkau inginkan, akan kusediakan bagimu. Apapun keinginanmu. Aku adalah hambamu dan engkau adalah sultanku.” Dan pada akhirnya ada mayat dengan bau yang teramat busuk. Ego itu adalah seorang dungu, tetapi dia memperkenal kan dirinya sebagai orang yang sangat berkuasa. Ego mengatakan, “Engkau harus mematuhiku, aku tidak suka sekutu apapun. Aku yang pertama dan juga yang terakhir bagimu. Semua kehormatan dan pujian harus diberikan kepadaku.”

Kebanyakan manusia itu pemalas dan selalu menuruti egonya (yang paling malas di antara semua makhluk). Sosok fisik kalian tidak dapat meraih kebesaran dunia, tetapi lain halnya dengan sosok spiritual kalian. Dia dapat meraihnya, bila kita terus memberinya kata-kata surgawi. Dari semula sejak Allah menciptakan nafsu kita, Allah berfirman, “Majulah,” dan sang ego malah mundur. Itu adalah tabiatnya yang tidak pernah menerima perintah Tuhannya. Allah memberikan kehormatan pada manusia untuk menjadi hamba-Nya, tetapi ego selalu menghalangi kalian untuk menaati Tuhan kalian.

Setiap Nabi telah membawa metode dari Allah untuk melatih ego kita agar mengatakan, “Wahai Tuhanku, aku berserah pada-Mu.” Tetapi ego kalian mengatakan kepada Allah, “Tidak!” dan ketika Allah menanyakan ego kalian, “Siapa engkau?!” Ego menjawab, “Aku adalah aku, engkau adalah engkau. Engkau ya engkau, aku adalah diriku sendiri.” Jadi Tuhan Yang Mahakuasa memerintahkan agar dia dimasukkan ke dalam neraka panas selama 1000 tahun, lalu mengeluarkannya dan pertanyaan yang sama diajukan. Dia menjawab, “Engkau ya engkau, dan aku masih yang sama.” Lalu Tuhan memerintahkan agar dia dimasukkan ke dalam neraka dingin selama 1000 tahun, dan setelah itu Allah bertanya lagi, “Siapakah engkau?” tetapi jawabannya masih tetap sama seperti sebelum nya. Lalu ego dimasukkan ke dalam lembah kelaparan selama 1000 tahun, dan sekali lagi dia dipanggil dan ditanya, dan kali ini dia menjawab, Engkau adalah Tuhanku, dan aku adalah hamba-Mu.”

Ego selalu berkata, “Aku mempunyai sifat ketuhanan, tetapi ketuhanan hanya untuk Allah.Kita semua adalah hamba, tetapi kita tidak pernah mengakuinya! Nabi saw membawa perintah Allah untuk berpuasa. Lalu ego muncul dan berkata, “Aku tidak akan mengaku lagi sebagai Tuhan di hadapan-Mu. Aku adalah hamba-Mu yang lemah dan Engkau adalah Tuhanku.”
Barangsiapa tidak dapat mengendalikan dirinya adalah buruk sekali dan berbahaya. Berpuasa melatih kalian untuk mengontrol ego kalian. Sehingga dia akan mendengarkan kalian. Bila kalian mengatakan, Kerjakanlah,” maka dia akan mengerjakannya. Atau bila kalian mengatakan, "Berhenti!”, ego akan berhenti. Oleh sebab itu, sejak awal hingga akhir puasa merupakan pilar terpenting dalam penghambaan. Tanpa puasa, tak seorang pun dapat menjadi hamba sejati, karena ego kalian selalu menang. Ego selalu memperalat kalian dan berkata, “Turuti aku.”

Kendalikanlah diri kalian dan cobalah untuk mengendalikan ego kalian. Semoga Allah mengampuni kita dan memberi kita kekuatan dan kemampuan untuk mengendalikan ego kita. Bila Allah memerintahkan kita untuk mengambil selembar bulu atau setangkai bunga lima kali sehari di dalam masjid atau dari suatu ruangan ke ruangan lainnya, ego akan tetap keberatan dan berkata, “Ini sulit,” dan “Apa gunanya?” Ego kalian membuat kalian ketakutan. Ego itu mengatakan, “Aku tidak dapat mengendalikan amarah.” Untuk menelannya pada awalnya memang sukar, tetapi bila kalian kukuh dengan niat kalian untuk menelannya, maka pada akhirnya kalian akan bahagia. Kalian akan berkata, “Betapa menyenangkan dapat menahan amarahku yang begitu merugikan.”

Allah meminta agar kita naik dari tingkat keduniaan ke tingkat Surgawi. Ego menyukai keduniaan dan bukan hal-hal spiritual (seperti halnya malam hari tidak mendapat manfaat dari matahari). Palingkan badan kalian menghadap kiblat dan jiwa kalian menghadap langit (Allah). Nikmat yang paling utama dari Allah adalah bahwa kalian dapat memasuki Hadirat Ilahiah-Nya yang suci. Inilah puncak dari segala keinginan dan harapan kita.

Mohonlah agar ego kalian dihilangkan bersama gangguannya. Berhentilah memohon kenikmatan duniawi. Allah mengetahui bila kita menghabiskan kekuatan fisik kita untuk sesuatu yang bukan Dia, melainkan untuk kesenangan ego kita. Walaupun kita telah melakukannya seharian, ego kita tetap tidak merasa puas. Sebanyak kalian berbuat untuk ego kalian, sebanyak itulah beban yang kalian tanggung menjadi berat.

Tak terhitung sudah kita berbuat untuk ego, namun dia berkata, “Ahh! Apa yang kau lakukan untukku?” Bahkan bila kalian bekerja 24 jam sehari untuk memuaskannya, tetap saja ego kalian berkata bahwa kalian seorang pemalas. Jika setiap orang memberikan Allah sebanyak apa yang diberikan kepada egonya, maka mereka akan mengangkasa. Kalian lebih dari sekedar budak bagi ego kalian, tetapi dia akan mengatakan bahwa kalian tidak peduli padanya. Adalah sangat penting untuk mengetahui bahwa ego kalian tidak akan pernah ridha atas diri kalian. Tetapi bila kalian melakukan hanya sebagian kecil dari apa yang kalian lakukan terhadap ego kalian, untuk Allah, maka Dia akan memberi kalian kebahagiaan, kepuasan dan harapan melalui hati kalian yang kemudian akan menyelimuti tubuh kalian.

Itu berarti tubuh kalian tidak akan pernah mati atau menjadi debu. Di dalam kubur tidak pernah berbau busuk dan kalian akan sampai pada hari perhitungan dengan jasad yang utuh seperti ketika kalian masih hidup di dunia. Yang lain tidak akan mengalaminya. Akan terlihat siapa yang merupakan mukmin sejati dalam penghambaan terhadap Tuhannya dan siapa yang menghamba pada egonya. Barangsiapa yang menghabiskan kekuatan hidupnya untuk penghambaan Ilahi, dia akan dimuliakan. Grandsyaikh mengatakan bahwa manusia biasanya memohon untuk mewujudkan diri sendiri atau menghilangkannya. Ini adalah ringkasan dari semua syari`ah (hukum surgawi). Perhatikanlah hal ini. Setiap orang melakukan salah satu di antaranya. Membuat egonya tumbuh lebih besar atau menghilangkan nya. Mewujudkan keberadaan diri sendiri atau menghilangkan keberadaannya sendiri.

Setiap ego senang mewujudkan keberadaannya dan menggunakan segala kesempatan untuk mewujudkan keberadaannya seraya berkata, “Aku di sini.” Pilihan lainnya adalah menghilangkan keberadaan diri sendiri. Tetapi kebanyakan orang, katakanlah 99 dari 100 orang ingin mewujudkan keberadaannya. Allah mengharapkan hamba-hamba-Nya agar mereka menghilangkan keberadaan mereka (fana’ al-Wujud). Kalian harus memilih antara keduanya. Berada dengan kebinatangan kalian atau dengan Tuhan kalian. Barang siapa yang mewujudkan egonya dapat terbuang bersama sampah. Dia tidak berguna. Menurut kalian, mengapa tak seorang pun yang datang ke thariqat?!

Tinggallah bersama diri kalian sendiri. Tetapi kalian tidak dapat memasuki hadirat yang sejati. Quran, Sesungguhnya mereka yang takut pada Tuhan berada dalam Surga, dengan sungai-sungai yang mengalir, dalam keadaan ikhlas, dalam Hadirat Sang Raja Yang Mahakuasa. Innal muttaqiina fii jannaatiw wa naharin fii maq`adi shidqin `inda maliikim muqtadir Al-Muqtadhi, Yang Maha Berkuasa, Asma Allah ini mempunyai makna yang tidak terjangkau, bahkan oleh seluruh Nabi, atau melalui kekuatan seluruh Awliya dan Jinn.

Barangsiapa yang memanifestasikan dirinya di hadapan Syaikh, juga akan memanifestasikan dirinya di hadapan Rasulullah saw, dan juga di hadapan Allah swt, yang mana hal itu adalah tidak mungkin. Di depan pintu, tak ada yang mengizinkan kalian masuk. Berapa banyak orang yang meninggal bersama egonya dan dikubur dengan kebinatangannya? Bila kalian setuju untuk meninggalkan ego kalian, Grandsyaikh akan mengatakan, “Selamat datang di thariqat kami.” Untuk memasuki hadirat Nabi-Nabi yang suci, kalian wajib meninggalkan ego kalian.

Menurut kalian, untuk apa kalian berdzikir, menjaga awrad kalian, shalat di malam hari dan berpuasa di siang hari? Tetap saja Setan dan ego yang kotor menunggangi kalian di setiap langkah yang kalian ambil. Dia berkata, “Aku di sini, Aku di sini, Aku di sini.” Dengan demikian kalian berada di level terendah.

Perwujudan (Itsbat) dan Menghilang (Ifna`)

Murid harus memilih salah satu di antara keduanya. Bilamana dia meninggalkan egonya, dia akan bersama Syaikhnya, dengan Nabi Muhammad saw dan bersama Allah. Pada manusia terdapat ego, nafs. Binatang juga mempunyai nafs, tetapi nafs mereka hanya untuk mengendalikan diri mereka sendiri dan keturunannya. Nafs binatang digunakan sebagai insting. Tanpa itu mereka tidak akan makan. Keinginan untuk makan, minum dan meneruskan spesiesnya berasal dari nafs.
Nafs merupakan ujian bagi ummat manusia, agar mereka dapat meraih maqam yang tinggi, (atau tidak). Barangsiapa yang menentangnya, dia akan meraih maqam yang lebih tinggi.

Ada sesuatu yang dapat diperoleh.

Setiap orang hendaknya memohon lebih banyak kekuatan untuk menyelamatkan spiritualitas dan jiwanya dari kekangan egonya. Ego itu menyerang sosok spiritual kita dan tidak pernah membiarkannya agar mendapat dukungan surgawi atau untuk mencapai tingkat mukmin sejati. Oleh sebab itu setiap saat kita harus memohon dukungan, dan santapan bagi spiritualitas kita. Thariqat Naqsybandi kita tidak untuk setiap orang, karena tidak setiap orang dapat menjalankannya.Untuk menjadi seorang Naqsybandi, kalian harus memerangi dan menghancurkan ego kalian; dan menjadikannya nol. Bila setiap orang mampu mengendalikan ego mereka, mereka akan dipanggil, “Mari, datanglah.”

Orang yang tidak berakal memaksa pergi menemui Sultan dengan keledainya. Kalian tidak dapat melakukan hal itu! Kalian harus meniggalkan nafs kalian. Ketika kalian sudah dapat mengatakan bahwa keberadaan kalian telah lenyap, maka kalian boleh pergi. Jutaan orang mengaku bahwa mereka adalah Naqsybandi, tetapi bila kalian mengusiknya sedikit saja, mereka akan menendang kalian. Bila kalian mendekatinya dari belakang atau dari depan, mereka akan menendang dan menggigit! Jika kalian tidak meninggalkan keledai kalian, kalian tidak dapat menjadi Naqsybandi, yang mempunyai disiplin ketat, lain tidak. (jadi kalian belum berada di sana).

Bila kalian mewakili nafs kalian, tak ada yang dapat diambil dan kalian tidak lain akan dikirim ke kandang, bersama kuda dan keledai yang menghentak-hentakkan tanah dan menggerakkan kepala-kepala mereka. Janganlah menghantam orang lain. Jangan berdebat atau berkelahi dengan orang lain, atau mencampuri urusan orang lain. Kendalikanlah nafsu kalian sendiri dan jangan katakan bahwa kalian lebih baik daripada orang lain. Barangsiapa mengeluarkan kata-kata itu, maka tempatnya adalah di kandang.

Kalian harus menerima semua orang. Macam apapun. Allah swt telah menciptakan menurut Kehendak-Nya dan Dia dapat menciptakan setiap orang dengan cara apapun. Kalian harus menghormati Pencipta kalian dan menyukai apapun yang Dia ciptakan. Allah swt menyukainya dan menciptakannya, jadi kalian harus berkata bahwa kalian juga menyukainya. Kalian harus mengendalikan nafs kalian. Kalian tidak tahu berhadapan dengan siapa dan rahasia-rahasia apa yang mereka miliki. Bila seseorang terikat pada nafs-nya, dengan mudah kita dapat melihat sisi buruk mereka. Tetapi lupakanlah, dan lihatlah mutiara di kedalamannya. Jangan hanya melihat sisi buruknya dan melihat realitas dari nafs. Ingatlah mutiaranya.

Jangan berkata bahwa kalian tidak suka pada seseorang. Bila kalian perhatikan dengan seksama, kalian mempunyai sifat-sifat yang sama. Allah akan berfirman, “Engkau menolak hamba itu, padahal engkau mempunyai nilai-nilai yang sama.” Kalian menolak, tetapi bahkan kalian tidak dapat menghilangkan hal-hal yang sama itu dari diri kalian. Sibukkan diri dengan mencari kebaikan dalam setiap orang. Dengan demikian, jalan menuju Allah menjadi semakin dekat dan lebih pendek. Kalian dapat mencapai-Nya. Pintu-pintu akan dibukakan untuk kalian. Bila tidak, kalian akan tetap bersama nafs kalian. Bila Allah tidak memberi nilai pada orang itu, Dia tidak akan menciptakannya.

Tidak baik untuk mencari keburukan seseorang dan membeberkannya. Hal ini tidak membuat kalian bebas dari nafs kalian. Jangan beranggapan bahwa kalian lebih berharga di hadapan Allah. Semua orang berseteru, tidak menyukai satu sama lain, cemburu pada orang lain, atau saling bermusuhan. Padahal mereka semua sama saja. Jangan biarkan nafs kalian memimpin. Mereka akan menjerumuskan kalian ke dalam got untuk menjadi tikus. Semua Nabi mengundang orang agar menjalani hidup yang bersih dan terhormat. Nafsu kalian seperti tikus yang berkata, “Apa yang kami lakukan dalam air yang bersih? Tempat kami di comberan.”

Masyarakat abad ke dua puluh menentang para Nabi, khususnya pada Nabi yang terakhir, karena beliau mengundang orang ke perairan yang bersih. Semua orang menganggap dirinya berada di atas, tidak berpijak pada tanah. Mereka mengklaim, “Aku lebih tinggi daripada kalian.” Lalu yang lain mengatakan, Tidak, aku yang lebih tinggi daripada kamu.” Keduanya bicara melalui egonya saja. Dan manusia di dunia ini saling berkompetisi di antara mereka sendiri, agar lebih tinggi dalam urusan duniawi. Allah sama sekali tidak suka akan hal ini. Tidak. Dia suka bila kita saling berlomba untuk mendekatkan diri dengan Hadirat-Nya.

Kehidupan sederhana memuaskan jiwa kita.

Kita hendaknya berbahagia dapat tidur di atas lantai. Kita hendaknya berbahagia dalam kebersamaan. Kita hendaknya berbahagia bisa berjalan. Dan kita hendaknya juga berbahagia dengan apa yang kita lihat pada orang lain. Saya berusaha untuk mengubah kekuatan dari ego kalian menjadi kekuatan spiritual kalian. Pada dasarnya ego kita bukan untuk merugikan diri kita sendiri. Bukan. Ego itu bagaikan suatu kabel listrik telanjang. Dia dapat melukai kalian. Kalian tidak dapat menyentuhnya atau menggunakan nya. Karena itu kalian kehilangan kesempatan yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Mahakuasa. Bila kabel itu diberi pelindung, kalian dapat menyentuh kabel itu.

Jika kalian bertanya, “Mengapa kawat yang berbahaya itu ada di dalam?” dan bila kalian mengeluarkan kawat itu dari plastik pembungkusnya maka kawat itu tidak berguna lagi dan kalian telah kehilangan daya yang besar itu. Ego kita adalah anugerah yang besar dari Allah swt. Nabi Muhammad saw pernah bersabda bahwa ego itu merupakan kuda yang dapat kalian tunggangi ke manapun kalian ingin pergi. Dia dapat membawa kalian ke titik ambang tertinggi dari penciptaan, tetapi kalian bertanya, “Mengapa kita diberi ego?”

Bila kita tidak mempunyai ego, kita akan seperti malaikat. Tetapi Tuhan Yang Mahakuasa menciptakan suatu makhluk baru yang 100% berbeda dengan para malaikat (untuk alasan, maksud dan kebijaksanaan tertentu). Jadi Dia menciptakan Adam as dan memberinya ego. Bila Nabi Adam as tidak diberi ego, dia akan tetap seperti malaikat. Dan tanpa ego, tanpa kuda itu, kalian tidak dapat meraih kehormatan yang telah dianugerahkan oleh Allah kepada makhluk yang mempunyai ego. Itulah suatu kebijaksanaan besar yang hendaknya dipahami.

Allah berfirman, “Gunakan ego kalian dan datanglah kepada-Ku.” Ketika Abu Yazid al-Bistami sampai pada Hadirat Ilahi dan mohon agar dapat masuk, Allah swt berkata, “Wahai Abu Yazid, tinggalkan egomu dan datanglah kepada-Ku.” Ini berarti bahwa tujuan dari pemberian ego itu adalah agar kalian dapat meraih tingkat tertinggi dari tingkat terendah. Bagai pesawat yang terbang membawa seseorang ke tempat yang ingin dituju.

Dan bila pesawat terbang itu membawa kalian ke Jerman, kalian tidak dapat meminta agar pesawat itu membawa kalian ke tempat tidur. Tidak bisa! Pesawat itu berkata bahwa kalian harus turun dan berjalan ke sana. Pesawat itu berkata, “Aku tidak dapat melakukannya. Batasku berakhir di sini. Pergilah dan tinggalkan aku.” Jadi setiap orang yang ingin sampai ke Hadirat Ilahi harus menggunakan egonya sebagai tunggangannya. Tetapi bila kalian memohon untuk memasuki Hadirat Ilahi Rabbi, maka Dia akan berkata, “Tinggalkan kudamu di luar, lalu masuklah.”

Kuda itu ibarat ego kalian. Kalian tidak dapat memasuki istana kerajaan untuk menghadap Raja dengan kuda kalian. Tidak bisa! Bila kalian dapat mengguna kan ego kalian, maka ego itu bisa menjadi hamba kalian untuk mencapai Hadirat Ilahi. Ketika sudah sampai, keberadaannya tidak penting lagi dan kalian dapat menyuruhnya untuk kembali. (Seperti pesawat yang akan membawa penumpang yang baru).

Ego merupakan makhluk yang paling liar dan lalai yang pernah diciptakan. Dia memiliki sifat-sifat yang paling buruk, yang mewakili seluruh binatang dalam dirinya. Binatang yang hidup dekat dengan manusia dan binatang dari hutan rimba serta binatang buas dan menakutkan lainnya. Sifat-sifat mereka semuanya disatukan dan diberikan kepada ego kita.

Tidak ada makhluk yang lebih kuat daripada ego, namun tak ada makhluk yang lebih berguna dibanding kan ego kita. Ego itu dapat membawa kita dari tingkat terendah ke tingkat tertinggi.Ya, dia memang sangat berbahaya dan kuat; dan pekerjaannya sangat penting. Tak ada sarana lain yang dapat membawa ummat manusia dari tingkat terendah ke tingkat yang paling tinggi.

Allah telah menciptakan ego dan memberikannya kepada manusia. Tetapi Allah tidak pernah menciptakan sesuatu tanpa kebijaksanaan. Allah berfirman, “Aku telah menciptakan anak-anak Adam agar menjadi kalifah-Ku.” Kalian tahu bahwa seorang sultan di antara bala tentaranya akan menunggangi kuda yang terbaik, tercepat dan terkuat (bukan yang tua atau kuda betina). Karena dia memang sultan.

Dan Allah saw telah memberikan kalifah-Nya, anak-anak Adam as, tunggangan yang paling kuat dan penting. Dia menempatkannya pada tingkat yang paling rendah, yaitu di bumi dan Dia berfirman, Datanglah pada-Ku.” Inilah sebabnya Nabi Muhammad saw bersabda, “Egomu adalah tungganganmu.” Cukuplah kebijaksanaan ini bagi seluruh ummat manusia untuk memahami diri mereka sendiri. Tetapi ternyata manusia tidak pernah paham, sehingga mereka terhempas ke bawah tingkat terendah. Mereka hanya mengerti caranya makan, minum, dan bersenang-senang.

Tidak ada yang mengerti. Tidaklah tunggangan terpenting itu diberikan kepada kalian hanya untuk makan, minum dan bersenang-senang belaka. Tidak! Sang Sultan menginginkan agar kalian menungganginya dan datang ke Hadirat-Nya. Itulah masalah terbesar dalam kehidupan ummat manusia. Semua orang ditunggangi kuda mereka. Memanjakannya dengan makan, minum dan bersenang-senang. Sebanyak-banyaknya! Namun tak seorang pun memohon untuk menungganginya, dan datang ke Hadirat-Nya.Barangkali di antara sepuluh ribu orang, hanya satu yang memahami kebijaksanaan ego tersebut.

Rasulullah saw mengendarai tunggangan surgawinya, yaitu Buraq pada peristiwa isra mi’raj. Ketika beliau sampai di Hadirat Ilahi, beliau bertanya pada malaikat Jibril as, “Adakah tunggangan semacam ini bagi ummatku?” Jibril as menjawab, “Ya. Dan bila mereka mengendarainya, mereka bisa datang dan mencapai apa yang sedang engkau capai.” Jadi yang berbahaya dan sangat kuat itu, ego kita, adalah Buraq kita. Tetapi orang-orang tidak memahaminya dan mereka tidak menggunakannya. Semua Nabi telah memanggil orang-orang ke arah ini. Mengertikah kalian?!

Itulah pintu gerbang ke semua kebijaksanaan. Kalian dapat memasukinya dan meraih semua daya. Jika tidak, kalian akan tetap tinggal di bawah supremasi ego kalian yang akan menghancurkan kalian dan pada akhirnya menjadikan kalian debu di pemakaman. Namun para ksatria itu, yang menunggangi kuda mereka melalui pemakaman, bumi pun tidak akan menghancurkan mereka dan mereka akan tiba di Hari Perhitungan dengan jasad yang sama yang akan bercahaya laksana matahari. Barangsiapa yang menggunakan akalnya akan mencapai maqam itu. Mengapa harus menunggu?! Sang Sultan memelihara kalian. Mengapa tidak mempersiapkan diri kalian untuk Hadirat-Nya?

Allah mendengar semuanya dan Dia melihat dan mengetahui siapa kalian dan apa niat atau maksud kalian. Pada saat kalian memohon atau menolak. Dia paham bahwa ego kalian mengklaim sebagai yang nomor satu dari semua makhluk dan dia ingin agar semua perintahnya dituruti. Itulah rahasia dari realitas ego kalian yang tersembunyi bila ego berkata, Mengapa ini terjadi?” Artinya bahwa hamba ini meminta ketuhanan baginya. Ego tidak bahagia dengan ke-Ilahian Allah dia percaya bahwa dia dapat berpikir dengan lebih sempurna. Dia berkata, “Menurut aku, apa yang aku pikirkan dalam situasi tersebut lebih baik daripada apa yang terjadi.” Astaghfirullah!

Barangsiapa yagn selalu menyalahkan orang lain, tidak pernah menyukai tindakan dan sifat-sifat orang lain, merupakan budak dari ego mereka. Barangsiapa memohon jalan menuju kesempurnaan harus mulai dengan menyalahkan diri sendiri (berintrospeksi), meneliti kekurangan-kekurangan sendiri tanpa memperhatikan ketidaksempurnaan orang lain. Hanya orang yang tidak sempurnalah yang akan melihat ketidaksempurnaan di sekelilingnya. Barangsiapa yang memiliki ketidaksempurnaan, selalu melihat ketidaksempurnaan dalam diri orang lain kecuali dalam dirinya sendiri. Itu yang dinamakan mementingkan diri sendiri.

Kalian harus berusaha untuk memperbaiki diri kalian sendiri. Bila kalian telah memperbaiki diri dan mencapai kesempurnaan, kalian hanya akan menyalahkan diri sendiri. (ego kalian, atau nafs kalian). Kita berharap tidak hidup untuk kesenangan sendiri tetapi untuk keridhaan Allah. Kita ingin hidup untuk Allah, bukan untuk ego kita. Tidak! Kalau aku ingin hidup untuk egoku lebih baik aku mati. Tetapi bila hidup untuk Allah, aku ingin hidup (untuk selamanya).

Mohonlah selalu perlindungan terhadap ego kalian. Kita telah diciptakan sebagai makhluk lemah dan ego kita membawa kita sesukanya. Ego dalam jasad setiap orang mewakili Setan. Ketika meninggalkan masa kanak-kanak, menjadi dewasa, Tuhan Yang Mahakuasa berfirman, “Sekarang jadilah engkau hamba-Ku. Ikutilah Aku!” Tetapi Setan mengatakan, Jangan ikuti Dia.” Dan dia mempunyai lebih banyak kesempatan karena dia menyapa hasrat ragawi kalian dan berkata, “Kamu akan memenuhi semua keinginanmu yang tanpa batas itu. Jangan dengarkan mereka yang berkata, ‘Jangan lakukan ini atau itu,’ Aku katakan, kebebasan mutlak ada di tanganmu! Hingga engkau mati.”

Musuh terbesar kalian adalah Setan dan wakilnya melalui diri kalian sendiri, yaitu ego kalian. Waspadailah Setan. Waspadailah ego kalian. Setan meminta kita untuk mencampuraduk kan pemikiran yang baik dan inspirasi-inspirasi yang datang pada hati kita. Ketika kita ingin melakukan sesuatu yang baik, Setan ingin menghancurkannya agar tidak bermanfaat (atau meningkatkan tingkat perkembangan kita yang tidak berbatas).

Setan membuat kalian melanggar syari’ah. Setan menipu kalian berulang kali, tetapi kalian mengatakan hal itu tidak terjadi. Terlalu! Kalian berkata, “Aku baik-baik saja. Sempurna!” Astaghfirullah! Dalam setiap langkah selalu ada halangan yang mencegah kalian untuk mencapai kebenaran. Dan bilamana sukar untuk mencapai kebenaran, Setan dengan cepat menemukan jalan untuk menipu kalian (dengan hal-hal palsu, bentuk-bentuk atau rekaan pikiran). Dia mengajarkan orang-orang dan berkata, “Inilah kebenaran.”

Jika tidak memutuskan belenggu hasrat, maka kita selalu akan menjadi budak. Jika kalian menjadi budak ego kalian, maka dengan sendirinya kalian menjadi budak dunia, Setan dan hawa nafsu kalian. Tidak hanya untuk ego, karena semuanya saling berkaitan. Kalau salah satunya merangkul kalian sebagai budak, maka kalian menjadi budak untuk semuanya. Bila kalian bebas dan selamat, maka kalian tidak dapat ditipu oleh Setan dan kalian tidak akan lengah agar tidak terperangkap dengan ego kalian. Ketika kalian mengucapkan, A`uudzubillaahi minasy-syaythaanir rajiim,” berarti kalian sungguh-sungguh memohon perlindungan dari Allah swt.

Wa min Allah at Taufiq


Mencapai Allah Swt
Mawlana Syaikh Muhammad Nazhim Adil al Haqqani
Ditranslasi dari Servanthood & What It Is

Mencapai Allah swt, Dengan Bimbingan Hakiki yang Mewakili Nabi Muhammad saw

Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk mengikuti jejak Sahabat-Nya dan berada bersama mereka. Karena itu kita perlu berdekatan secara fisik dengan orang-orang yang diberkahi, lalu hati kita akan dapat didekatkan. Bila kalian tidak memasang salurannya, maka keran tidak akan mengalir. Aliran mata air dapat mencapai kalian melalui saluran. Tanpa itu, air tidak akan mencapai kalian. Jadi harus ada salurannya. Semua Nabi termasuk Sayyidina Muhammad saw membawa aliran surgawi dan rahmat ke dalam jiwa kita. Karena itu, kita hendaknya selalu memelihara hubungan dengan jiwa mereka yang suci dan murni (dari kebijakan surgawi). Kalian dapat mencapai mereka dan memuaskan dahaga kalian dari aliran rahmat agungnya. Tanpa Awliya, kalian tidak dapat mencapainya. Allah telah membuat Awliya menjadi mata air rahmat-Nya.

Barangsiapa yang mencapainya akan hidup dan menjadi orang yang sungguh-sungguh hidup. Barangsiapa yang mencapai Awliya, mereka menggapai kehidupan yang abadi. Bagaimana kita mencapai Allah?Begitu sulit! Tetapi bila kalian dapat menggapai Wakil-Nya, berarti kalian bersama Allah. Bilamana tidak mencapai Awliya, sukar untuk mendapatkan berkah. Ada berkah biasa saja yang sampai pada semua orang (juga pada mereka yang bukan mukmin, kalau tidak mereka tidak akan ada), tetapi bila kalian ingin lebih dekat dengan Allah swt kalian memerlukan berkah yang lain. Barangsiapa yang tidak patuh, akan kehilangan hidupnya yang mahal dan menyia-nyiakan waktunya yang berharga.

Untuk orang yang diberi kuasa, hal tersebut tidak perlu ditunjukkan, karena pada dasarnya dia selalu bersama Syaikhnya. Dia mempunyai hubungan semacam telepon dengan Syaikhnya untuk mengetahui apa yang bermanfaat bagi dirinya. Tidak ada hubungan dengan keinginan kita sendiri, tetapi semua itu adalah kemauan Sang Syaikh yang diambilnya dari hadirat Nabi saw yang selalu bersama Allah.

Muraqaba, Pengamatan Penuh Perhatian atau Kewaspadaan

Hamba yang memohon mencapai Hadirat Ilahiah Allah atau Rasulullah saw dan Syaikh hendaknya selalu memelihara perhatiannya yang ditujukan kepada Syaikh. Perhatikan selalu Syaikh kalian, karena dia selalu memelihara kalian. Dia tidak pernah meninggalkan kalian. Menunjukkan perhatian berarti kalian memahami bahwa Syaikh selalu bersama kalian da bahwa dia selalu memperhatikan kalian. Murid tidak pernah sendirian.

Katakan, “Ya Allah, jangan tinggalkan aku sendirian dengan egoku.” Bila murid tidak bersama Syaikhnya, maka dia bersama egonya dan Setan. Dan ego itu penuh dengan tipu muslihat. Bila murid tetap memperhatikan Syaikhnya (satu menit, beberapa lama atau selama mungkin), Syaikh akan bersamanya dan dalam setiap situasi, Syaikh akan mendukungnya. Perhatian akan mendatangkan Madad (pertolongan) dan bila kalian memutuskannya maka dukungan Syaikh akan terputus pula.

Syaikh mendukung orang yang berjalan menuju Allah (sama seperti mobil mengisi tangkinya pada pompa bensin sebelum meneruskan perjalanannya). Dan orang yang benar-benar yang telah diberi kuasa mempunyai maqam sedemikian hingga kalian dapat mencapai Allah. Orang itu mengambil sesuatu dari Syaikh yang mengambilnya dari hadirat Nabi Muhammad saw yang menerimanya dari Hadirat Allah swt.

Jika kalian memutuskannya, kalian akan ditinggalkan sendirian dan kalian seperti sebuah rekorder yang kehabisan baterai. Tetapi bila kalian didukung oleh sebuah kabel, maka kalian tidak pernah akan terputus atau berkurang dukungannya. Selalu akan berjalan. Untuk berapa lama kalian ingin memelihara ego kalian?

Memperhatikan Syaikh adalah salah satu di antara hal yang paling penting sehingga kalian selalu bersama Syaikh dan agar kalian dapat mendekati hadirat Nabi Muhammad saw. Kemudian kalian dapat memperhatikan Nabi Muhammad saw dan kalian dapat melihat bahwa Nabi Muhammad saw memperhatikan kalian dan kalian memahami makna ayat Quran, "Dan Rasulullah saw berada di antara kalian. Fiikum rasuulallaah. Beliau selalu ada.

Bila tidak ada kewaspadaan (muraqaba), kalian tidak akan melihat atau merasakan sesuatu. Muraqaba membuat murid dapat mendengar sesuatu dari Syaikhnya dan dia dapat melihat dan memperhatikan. Dan kalian dapat melihat realitas Syaikh yang kekuasaannya meliputi seluruh dunia (bila dia adalah Syaikh sejati). Tidak ada batasan. Tidak! Tidak, bila kekuasaan yang diberikan kepadanya secara resmi berasal dari Nabi Muhammad saw.

Kekuasaannya selalu ada, di setiap tempat. Didaratan maupun dilautan. Ke mana pun kalian pergi, dia selalu ada. Dan bila kalian mempunyai hubungan yang baik, pertama-tama kalian akan mendengar (seperti semacam telepon ilahiah kepada Syaikh) dan dia akan menunjukkan jalan dengan cara yang akan dia tunjukkan. Setelah itu bila muridnya meningkat maqamnya, murid itu akan juga melihat siapa yang akan menuntunnya dengan kata-kata.

Ini adalah tingkat tertinggi (dari muraqaba murid) sampai dia meningkat ke perhatian Nabi Muhammad saw, ila dia dapat mendengar sampai murid itu meningkat lebih tinggi dan dia dapat menemui Nabi Muhammad saw.

Pada tingkat ini, yang termulia dari semua yang suci biasanya berkata, “Bila kita tidak memandang Nabi Muhammad saw walau hanya sekejap mata pun dan bila beliau terputus dari hadapan kita, maka anggaplah bahwa kita bukan seorang Muslim lagi.” Karena kalau manusia bersama egonya (lebih mementingkan egonya) maka dia bukanlah seorang Mukmin (tidak beriman). Kecuali dia mendekati Allah, Nabi Muhammad dan Nabi-Nabi lainnya, hubungan akan diputuskan dan yang diabadikan hanyalah egonya sendiri. Dia telah membuat dirinya menjadi budak dari egonya sampai mereka akan mengatakan tentang dirinya, seperti disebutkan dalam Quran," Apakah kalian melihat orang yang telah menjadikan egonya sebagai Tuhannya?
Ara-ayta manit-takhadza ilahahu hawaahu

Dan dia tidak lagi akan memisahkan apa yang halal atau haram dan dia berkata, “Aku bebas. Semua yang ingin kulakukan, akan dapat kulakukan.” Oleh sebab itu, perhatian murid terhadap Syaikh adalah suatu hal yang terpenting untuk memperbaiki diri dalam perjalanannya ke jalan yang benar. Kalau tidak mesinnya mati dan dia akan berhenti di tengah jalan tanpa bergerak. Dan bila dia bersikeras tidak mau memikirkan Syaikhnya maka dia akan dibiarkan di tempat itu.

Ada beberapa titik yang peka yang telah diintervensi oleh Setan dan kaki tangannya untuk menipu orang-orang yang sedang dalam perjalanan ke jalan yang benar. Mereka mengatakan bahwa apa yang dilakukan orang tersebut adalah syirik. Tidak mungkin hal ini syirik atau kufur. Orang ini memiliki pemahaman tentang bagaimana mencapai jalan yang benar. Muraqaba adalah untuk orang yang sedang dalam perjalanan dan harus selalu dilakukan. Sampai dia mencapai Hadirat Ilahi. Setelah itu dia akan menjadi orang yang mencapai jalan itu dan di sana tidak tersisa lagi kecemasan akan duniawi atau tentang akhirat kelak. Dia akan berada dalam kekekalan.

Ini adalah ceramah yang terperinci dan berat dan tidak ada seorang pun pada saat ini di antara orang-orang yang mempunyai wewenang yang boleh membicara kan hal ini, kecuali dari perwakilan Grandsyaikh. Thariqat mempunyai adab dan ditujukan untuk menuntun orang ke tingkat adab tertinggi. Menjadi murid sejati berarti menjadi orang yang diterima dalam hadirat Nabi Muhammad saw dan dalam Hadirat Ilahi yang suci. “Ya Allah, anugerahilah lebih banyak kemuliaan dan kehormatan kepada Kekasih-Mu.” Barangsiapa yang tidak berdzikir, tidak memiliki cahaya. Dan yang tidak memiliki cahaya adalah buta. (Jadi tabir tidak dapat disingkirkan).

Fana

Bila seorang murid ingi mewakili Syaikhnya, dia harus menghilangkan kepribadiannya dan memasuki kepribadian Syaikhnya. Jika masih ada yang tersisa dari dirinya maka dia tidak mewakili Syaikhnya. Selesai! Barangsiapa yang menyatakan keberadaan di samping keberadaan Syaikh, tidak dapat mewakili Syaikh tersebut dan Syaikh pun tidak dapat mewakili nya. Tidak mungkin!

Di samping itu, bila seseorang berkata bahwa dia mewakili Nabi Muhammad saw, hal itu tidak mungkin; kecuali dia telah menyatu (fana) ke dalam kepribadian Nabi Muhammad saw. Hanya ada satu Muhammad saw. Saya Muhammad saw, kalian adalah Muhammad saw. Dia menjadi satu. Bila kalian menjadi Muhammad saw, berarti kepribadian kalian menjadi hilang. Kalian membuat kepribadian kalian hilang agar Nabi Muhammad saw muncul.

Rasulullah saw adalah penjelmaan kebenaran dan bila Rasulullah saw tidak melenyapkan kepribadiannya, maka Allah swt tidak akan menjelma dalam dirinya. Al-Awwalu, al-Akhiru, az-Zhaahiru, al-Baathinu, Yang Pertama, Yang Terakhir, Yang Nampak dan Yang Tersembunyi.
Dia adalah Yang Maha Mewujud. Dan melalui siapa Dia termanifestasi? (atau dengan siapa?) Melalui matahari atau bintangkah? Melalui dunia? Atau melalui binatang? Para malaikat? Para jin? Dengan atau melalui siapa Dia termanifestasi? Dia termanifestasi melalui Nabi Muhammad saw, lalu Nabi Muhammad saw menghilang sehingga Allah menjelma dalam dirinya. Nabi Muhammad saw telah melenyapkan dirinya sehingga tidak ada yang tersisa darinya. Lalu Allah termanifestasi dalam diri Nabi Muhammad.

Dan bila tidak ada cermin untuk memantulkan gambaran kalian, maka kalian tidak akan nampak. Contohnya, bila kalian dalam rumah di mana tidak ada cermin maka kalian tidak akan kelihatan. Alam semesta, mulai dari yang terendah hingga yang tertinggi tidak akan nampak kalau tidak ada cermin Rasulullah saw. Ketika Nabi Muhammad saw sampai di Sidratul Muntaha (Pohon Lote terjauh, batas Surga ketujuh) terdengarlah suara yang berseru kepada beliau, “Wahai Muhammad, masuklah...”

Dan Nabi Muhammad saw berseru kepada Jibril as , Ikutlah bersamaku.” Dan Jibril berkata, “Ya Muhammad saw, bila aku melewati perbatasan ini, walau hanya sehelai rambut, aku akan terbakar karena cahayanya.” Lalu ada pertanyaan, “Siapa kamu?” dan beliau menjawab, “Engkau Ya Tuhanku.” Selesailah. Tidak ada lagi dua. Hanya satu. Yang tinggal hanya Allah dan Muhammad saw menjadi cermin untuk penampakkan semua makhluk. Dari yang terkecil hingga yang terbesar. Pada kenyataannya, mi’raj (perjalanan) adalah kekal (Quran mengatakan demikian). Tidak terjadi dalam kurun waktu tertentu, tetapi terjadi sepanjang hidup Nabi Muhammad saw.

Semua itu terjadi sebelum terciptanya waktu dan ruang dan keberadaan seluruh dunia muncul melalui cermin tersebut. Dan seandainya cermin ini diselubungi oleh sesuatu, maka semuanya akan lenyap. Menjadi satu dengan ciptaan harus melalui tahapan. Pada tingkat yang terakhir tidak akan tersisa identitas pribadi dan kalian akan menjadi cermin dan menjadi pewaris Nabi Muhammad saw. Jadi inilah penuntun sejati. Yang lainnya menipu orang. Dia mengatakan, “Pandanglah dinding. Tetapi tidak ada cermin di situ, hanya sebuah dinding.” Dia adalah seorang pembohong! Kita memohon kepada Allah agar kita dapat lebih dekat dengan orang yang diberkati, sehingga mereka dapat menembus diri kita.

Berkat dari Allah tergantung pada kedekatan kalian pada seorang Wali. Bila hati kalian sibuk padanya selama 24 jam, maka kalian akan diberkati selama 24 jam. Bila kalian setengah-setengah maka kalian hanya mendapat berkah selama setengah hari dan selebihnya akan terputus. Kita hendaknya memohon dari para Awliya suatu benteng kekuatan. Melihat dengan bijaksana. Bila kalian tidak hati-hati, maka Setan dan teman-temannya akan membawa kalian ke kedudukan yang lebih buruk. Selalu berada bersama sahabat-sahabat Allah , bukan dengan ego kalian. Dengan berkah mereka, kalian dapat mencapai Tuhan kalian dan Pertolongan-Nya memang diperuntukkan bagi hamba-hamba-Nya.

Wa min Allah at Taufiq


Bersama Allah Semata
Mawlana Syaikh Muhammad Nazhim Adil al Haqqani
Ditranslasi dari Servanthood & What It Is


Jangan biarkan pikiran kalian disibukkan dengan urusan dunia. Tetaplah bersama Allah. Pemikiran kalian dan segalanya dari diri kalian. Kalian adalah seorang manusia. Makhluk tertinggi dan yang paling berharga di antara semua makhluk. Kehormatan hanya bagi mereka yang mengabdi dan mereka akan banyak dikejar agar mereka berpaling dan melenceng dari arah yang dituju. Hanya itu yang dapat mereka lakukan. Mereka tidak dapat merenggut jiwa kalian. Mereka mungkin dapat meraih jasad ragawi kalian, lalu merenggutnya; namun mereka tidak dapat menyentuh Iman dalam hati kalian. Kalau tidak bersama Allah, maka hati kalian bersama dunia. Mereka tidak dapat mendekati kalian. Allah akan melindungi kalian dan mereka tidak dapat menyentuh kalian.

Bila hati kalian bersama Allah, maka gerakan jasad ragawi kalian tidak pernah akan membahayakan kalian. Tidak pernah! Kita tidak dapat membayangkan diri kita secara fisik dekat dengan Allah, tetapi bila kalian menjaga agar hati kalian selalu bersama Allah, maka kalian akan dekat dengan Hadirat-Nya. Jiwa kalian akan membawa jasad kalian ke Hadirat Ilahi. Tetapi bila kalian menuruti hasrat fisik kalian, jiwa kalian tidak dapat membawa kalian ke Hadirat Ilahi. Mereka yang benar-benar hidup, hidup bersama Allah. Paling tidak kalau kita shalat, kita harus mencoba dekat dengan Allah. Lalu berkah akan menyebar setelah shalat dan berkah itu akan menemani semua amal kita selama 24 jam. Kehormatan itu adalah untuk orang yang hidup. Kita bersumpah pada hari perjanjian di hadapan Allah, bahwa kita selalu akan bersama-Nya dan tidak meninggalkan-Nya. Tetapi begitu kita tiba di sini, kita meninggalkan-Nya.

Kehormatan bagi orang yang beriman bergantung pada cahaya mereka. Tingkat dan kedekatan mereka dengan Allah di dunia dan di akhirat nanti tergantung pada hal itu. Jadi kita hendaknya selalu mencari Nuur. Tidak sekejap pun Nabi Muhammad saw tidak berada bersama Allah swt. Bila bukan dengan Allah, lalu harus dekat dengan siapa? Hal apa yang lebih penting daripada selalu bersama Allah? Apakah ada kehormatan yang lebih tinggi daripada duduk bersama Allah? Dan Dia berfirman, dalam sebuah Hadits Qudsi: “Aku bersama (mereka) yang selalu ingat kepada-Ku”

Bila kalian bersama Allah, Allah akan bersama kalian Dan inilah yang Dia minta dari kalian. Katakanlah, Wahai Tuhan kami, Engkaulah tujuan kami.” Seseorang yang berniat bepergian selalu mempunyai tujuan. Tujuan itu pastilah untuk mencapai Samudera Kesatuan.
Semua kesukaran dan masalah muncul karena kita jauh dari Allah swt. Orang yang jauh dari Allah, tidaklah bersama Allah. Sebab-sebab dari kesukaran, dosa, depresi, kecemasan, bahaya di dunia dan di akhirat terjadi karena kita jauh dari Allah. Barangsiapa yang mencapai Samudera Kesatuan, berarti dia telah bersama Allah. Bagai setetes air yang jatuh makin mendekati samudera dan bila memasukinya tidak ada yang tersisa.

Semua masalah dan keluhan disebabkan karena kita jauh dari Allah. Semua jalan Sufi, terutama Thariqat Naqsybandi ingin menganjurkan agar manusia selalu memohon untuk bersama Allah. Allah bersama kalian, tetapi kalian tidak selalu bersama-Nya. Allah tidak lupa pada kalian. Dia bersama kalian di manapun kalian berada. Juga di Alam Barzakh atau di Surga. Tak ada suatu tempat pun di mana Allah tidak bersama hamba-hamba-Nya. Saat-saat bersama Allah adalah saat yang paling berharga dan tak terkira nilainya. Selalu bersama Allah. Di mana Allah? Allah Sang Pencipta. Keberadaan-Nya adalah abadi. Tak berawal dan tak berakhir. Tak ada yang dapat menyerupai-Nya. Dia satu-satnya.

“Di mana Dia?” Kalian tidak dapat bertanya. Tetapi kalian dapat menanyakan, “Di mana Dia tidak berada?” Apakah kalian dapat menemukan suatu tempat tanpa Allah? Keberadaan mutlak hanyalah untuk Allah semata.Keberadaan-Nya memenuhi semua ruang. Di mana saja. Apakah kalian mengetahuinya, atau tidak? Dia berada dalam bagian terkecil suatu benda. Walaupun lebih kecil daripada sebuah atom, Dia tetap bersamanya. Kalau tidak, itu berarti benda itu tidak ada. Allah pastilah bersama apa yang telah Dia ciptakan. Oleh karena itu mohonlah pada-Nya.

Dia tidak jauh dari kalian, mungkin kalian sendiri jauh dari diri kalian. Karena kalian tidak mengenal diri kalian sendiri secara fisik maupun spiritual. Tak seorang pun dapat mengetahui identitas pribadinya dan tak seorang pun tahu egonya seperti apa. Dan sosok spiritual kalian pun bersembunyi dari diri kalian. Untuk menemukan identitas kalian yang tersembunyi merupakan suatu pekerjaan sulit dan memakan waktu; harus dilakukan dengan sabar, langkah demi langkah.

Allah bersuka cita bila hamba-Nya menangis, menjerit dan memohon pada-Nya selalu. Allah senang bila kita seperti singa. Barangsiapa bersama Tuhannya akan seperti singa. Barangsiapa bersama egonya adalah ibarat serigala yang merupakan binatang kotor dan berbahaya. Singa adalah raja rimba. Bila dia mengaum semua makhluk takut. Singa tidak pernah takut. Semua binatang hidup berkelompok, tetapi singa hidup sendiri. Dia tidak mengizinkan makhluk lain berada di kawasannya. Aaaum!!

Wa min Allah at Taufiq

Demi Keridhaan-Nya
Mawlana Syaikh Nazhim Adil al Qubrusi al-Haqqani
ditranslasi dari Servanthood and What It is


Apa yang Dia kehendaki, berarti apa yang akan diridhai-Nya. Lebih berhati-hatilah, agar kalian sesuai dengan keridhaan-Nya semata. Pada setiap tindakan dan perbuatan kalian, jagalah agar Allah ridha pada kalian. Inilah puncaknya keimanan dan akhlak mulia. Tindakan seperti itu, walaupun mungkin dilihat orang, akan menjadi sempurna bila diniatkan hanya agar Allah swt ridha pada kalian.

Jangan pernah berpikir untuk menyenangkan orang. Jangan! Tak akan pernah hal tersebut penting bagi kalian. Orang-orang yang pandai, mereka hanya meminta untuk menyenangkan Tuhannya dan demi keridhaan-Nya semata. Tujuan kita adalah untuk mencapai Hadirat Ilahiah Allah dan agar Dia ridha dengan kita. Kita harus bersiap untuk itu dan kita harus melatih diri untuk melakukannya. Untuk mencapainya merupakan suatu kepercayaan yang harus kita tanggung, yang dianugerahkan Allah swt. Bila kalian dapat membuat Tuhan ridha, berarti kalian telah meraih segalanya. Hal ini tidak dapat diukur dengan nilai kebendaan apapun.

Bergegaslah menuju keridhaan Tuhan kalian.

Dua puluh empat jam berlalu dan apakah sesekali kalian berpikir bahwa kalian harus melakukan sesuatu untuk menyenangkan-Nya. Apakah kalian benar-benar memikirkannya? Seringkali kita tidak berhasrat untuk mencari dan memikirkan sesuatu yang khusus bagi Tuhan kalian hari ini. Memang kalian melakukan peribadahan yang resmi, shalat lima waktu; yang merupakan perintah dari Tuhan Yang Mahakuasa. Berpuasa, suatu perintah; demikian pula dengan zakat. Namun di atas semua itu, apakah kalian duduk dan berpikir bahwa Dia melihat kalian dan mengharapkan sesuatu yang istimewa untuk-Nya. Agar Allah swt berfirman tidak hanya pada saat Hari Kebangkitan, namun berlaku setiap hari, “Wahai hamba-Ku, Aku ridha padamu.” Kalian hendaknya memikirkan hal ini. Ini akan memberikan kehormatan pada kalian.

Cobalah melakukan segala sesuatu untuk meraih ridha Tuhan kalian. Cobalah untuk senantiasa membuat-Nya ridha. Dia memang tidak memerlukan sesuatu yang menyenangkan dari para hamba-Nya, tetapi Dia senang bila hamba-Nya mencoba menyenangkan-Nya agar Dia senang pada mereka. Dan Dia ridha pada kalian, bila kalian ridha pada-Nya. Siapa pun yang berusaha untuk membuat Tuhannya ridha, pastilah dia akan senang; siapa pun yang melupakannya, dia akan dilupakan; siapa yang tidak lupa, dia tidak akan dilupakan! Camkanlah hal ini.

Allah berfirman, “Wahai hamba-Ku, janganlah engkau melupakan Aku. Aku bersamamu, tetapi engkau tidak bersama-Ku.” Kemudian Dia berfirman, “Cobalah untuk bersama-Ku dan engkau akan menemukan sesuatu yang tidak engkau duga-duga.” Mukjizat terbesar yang dianugerahkan kepada para hamba-Nya adalah kemampuan untuk pengabdian yang terus-menerus. Allah swt tidak suka bila seseorang melakukan sesuatu hari ini, kemudian esok harinya meninggalkan nya. Atau beribadah untuk dua hari, lalu pada hari ketiga menjauhkan diri. Walaupun singkat, namun istiqamah, Allah akan menyenangi hamba tersebut. Karena Allah ingin memberikan kasih-Nya secara terus-menerus kepada hamba tersebut.

Selama Dia melihat hamba-hamba-Nya mencari-Nya dan mengharapkan keridhaan-Nya dan berusaha terus-menerus untuk melakukannya, maka hal tersebut akan berjalan terus. Memang Tuhan Yang Mahakuasa meminta agar hamba-hamba-Nya selalu memohon berkah-Nya yang tak berkesudahan. Penghambaan Ilahi merupakan penghambaan ke Hadirat-Nya, dan tak pernah merupakan beban bagi kalian.

Kita hendaknya terus-menerus memohon berkah Allah. Bila kalian mempunyai banyak keran air, tetapi kalian menutup semuanya, maka kalian tidak akan mendapatkan air. Kalau satu tidak ditutup, air akan selalu mengalir kepada kalian. Kita selalu bergelut dan memaksa untuk mempertahankan pengabdian pada Tuhan Yang Mahakuasa. Walaupun kalian hanya mendirikan shalat dua rakaat setiap harinya, atau mengulang seratus kali Laa ilaha Illallaah dan seratus kali shalawat, semua itu senantiasa membuat kalian terhubung dengan langit. Dengan demikian pastilah kalian mendapat berkah-Nya yang tidak berkesudahan. Tetapi bila kalian meninggalkannya dan menutup semua kerannya, maka kalian tidak akan menerima ridha atau diberikan kesenangan lainnya oleh Tuhan kalian.

Karena kalian tidak membuat-Nya ridha atau memohon ridha-Nya dengan do’a-do’a yang demikian sederhana. Dia tidak akan membuat kehidupan kalian damai dengan kebahagiaan dan keridhaan. Maka berdasarkan hal ini, bila kalian ingin hidup damai dan penuh berkah, jalankanlah. Sedapat mungkin cobalah untuk berhubungan terus dengan Hadirat Ilahi melalui penghambaan kalian.

Allah memberikan lebih banyak dari Cahaya-Cahaya Surgawi-Nya kepada para kekasih-Nya , Awliya yang merupakan hamba dari Hadirat Ilahi-Nya dan kepada orang-orang yang banyak bersujud kepada-Nya. Untuk memperbanyak shalat di malam hari, diperlukan keinginan dan cinta dari lubuk hati kalian terhadap Tuhan kalian. (Termasuk perasaan hormat, harapan dan takut.) Juga diperlukan kearifan yang luar biasa. Apakah kalian pikir, sebuah mobil dapat bergerak tanpa bahan bakar? Jangan berdo’a untuk mendapatkan banyak nikmat surga atau pertolongan dari Tuhan kalian. Jangan! Cobalah untuk membebaskan diri dari segala keinginan semacam itu. Cintailah Tuhan kalian dan mohonkanlah keridhaan-Nya.

Bila Allah senang dengan perbuatan, sifat dan perilaku kalian, maka Dia akan membuat kalian bahagia. Bila tidak, kalian tidak akan bahagia. Sangatlah penting bagi seorang hamba untuk menjalani hidup yang membuat Allah ridha padanya. Tidak semua jalan diterima oleh Allah. Tidak terhitung banyaknya jalan yang tak diridhai Allah . Dia tidak menyukai jalan yang ditempuh hamba yang tidak mengharapkan ridha-Nya. Setiap jalan yang ditempuh semata-mata untuk ridha Allah disukai dan diterima oleh Allah. Jadi jagalah agar semuanya hanya untuk keridhaan-Nya.

Allah selalu mengawasi semua tindakan dan keadaan hamba-hamba-Nya, dan wajib hukumnya bagi seorang hamba untuk memahami hal itu. Dia selalu melihat segala-galanya. Dia tidak pernah lengah! Siapa pun yang berusaha untuk mencapai-Nya dan berdo’a untuk lebih dekat kepada-Nya, dia akan menemukan jalan yang mudah ke Hadirat Ilahi. Dia akan diliputi oleh kebahagiaan. Bila kalian tidak suka untuk lebih mendekati-Nya, maka neraka akan merenggut kalian. Sangatlah penting dalam kehidupan kalian untuk bertanya, mengetahui, lalu menjalankannya. Tanyakanlah pada diri kalian, “Untuk apa aku diciptakan?” Yakini jawabannya, lalu penuhi ego kalian dengan tujuan itu.

Meniatkan sesuatu untuk kehidupan dunia ini adalah tak masuk akal. Mereka yang hidup untuk meraih keridhaan Penciptanya adalah orang yang jauh lebih pintar. Carilah setiap kesempatan untuk meraih sesuatu yang membawa kalian lebih dekat dengan Hadirat Ilahi.
Semoga Allah membuat kalian mencapai sukses membuat Tuhan kalian ridha pada kalian.
Cobalah untuk meraih keridhaan-Nya, agar Dia ridha dengan kalian. Bila seseorang ridha dengan Tuhannya, maka segalanya akan menyenangkannya. Dan bila seseorang tidak pernah membuat Tuhannya ridha, maka semuanya akan memusuhinya dan semua musuh akan mencoba mengenyahkannya.

Allah berfirman, “Aku akan ridha denganmu, bila engkau ridha pada-Ku.” Yang diucapkan kepada Nabi Musa as di Gunung Sinai 4000 tahun yang lalu mudah saja, “Bila engkau bahagia dengan-Ku, Aku bahagia denganmu. Bila engkau mencintai-Ku, Aku mencintaimu.” Ini merupakan kebijakan yang berlaku sepanjang masa. Kita bersyukur kepada Allah untuk kesehatan kita, tempat berteduh untuk hidup, mendapat sandang dan pangan, mempunyai uang dan kendaraan. Tak ada alasan untuk mengeluh. Kita lalu berkata, “Wahai Tuhanku, kami ridha pada-Mu.”

Tetapi bagaimana sikap kita kalau segalanya tidak begitu bagus, bila Tuhan memberi kita kemiskinan atau penyakit, kita juga harus ridha pada-Nya. Bila mendapat beban atau kesukaran apapun kita harus mengatakan, “Wahai Tuhan kami, kami bersyukur, segala puji bagi-Mu dan aku adalah hamba-Mu.” Pada saat-saat sulit seperti itu, akan mudah dibedakan apakah kalian ridha dengan Allah, atau tidak. Memang mudah untuk mengatakan bahwa kita ridha pada Tuhan, kalau semua dalam keadaan baik. Kalau muncul kesukaran dan kalian masih tetap ridha pada-Nya, itu pertanda bahwa Dia juga ridha pada kalian. Itulah makna dari wahyu yang diturunkan kepada Nabi Musa as.

Bergegaslah untuk bersujud bila kalian ingin agar Tuhan kalian ridha pada kalian dan bila kalian ingin menjamin suatu akhir yang selamat. Cobalah sebisa mungkin untuk tidak membangkang dan janganlah kalian lengah, tetapi tetaplah untuk waspada. Sedikit saja kalian lengah, itu dapat menjerumuskan kalian ke lembah yang dalam, terbuang dari Hadirat Ilahi. Sediakan diri untuk menyenangkan Allah atau menyenangkan ego kalian. Tak ada jalan ketiga. Semua hak adalah hanya untuk Allah saja dan setiap saat hanya untuk-Nya, bukan untuk ego kalian. Setiap tarikan nafas adalah untuk Allah, dan bukan untuk ego kalian. Jadi tak tersisa apa-apa untuk ego kalian!

Tingkat tertinggi dari Iman dalam hidup manusia adalah memberikan keputusan akhir terutama kepada Tuhan kalian dan mengatakan, “Aku ini hanya untuk-Mu Ya Allah dan semua yang kulakukan adalah hanya untuk-Mu. Setiap saat untuk meraih ridha-Mu dan setiap perbuatanku hanya untuk-Mu, wahai Tuhan kami. Untuk menyenangkan-Mu.” Sampai saat itu kita tidak pernah akan hidup dengan baik. Setiap hari saat memulai langkah, saat kalian menginjakkan kaki kalian di tanah, katakanlah, “Wahai Tuhanku, aku melangkah untuk-Mu, tolonglah hamba-Mu ini. Dengan Pertolongan Ilahiah-Mu, bila Engkau ridha padaku, maka aku dapat melawan egoku dan memindahkan gunung-gunung yang tinggi.”

Benar, dengan Pertolongan Allah, kalian dapat berbuat apa saja dan semuanya dapat kalian lakukan dengan mudah. Jadi awasilah langkah kalian. Setiap hari, langkah demi langkah, perbaiki langkah kalian untuk meraih ridha Allah. Cobalah sediakan diri kalian untuk ridha dan keridhaan Allah. Hal ini adalah untuk selamanya. Apa saja yang kalian lakukan, lakukan demi ridha-Nya. Lalu Dia akan membahagiakan kalian. Dia menyukai hal ini.

Bila Samudera Rahmat-Nya meliputi kalian dari segenap penjuru, kalian bagaikan ikan dalam lautan, tidak ada tempat yang kering, kalian berada dalam kedamaian yang sempurna. Melarikan diri dari limpahan berkah dan Samudera Rahmat-Nya bagaikan melarikan diri dari lembah hijau dengan limpahan air ke suatu padang pasir yang asing. Begitulah yang kita kerjakan, menjauhkan diri dari aliran cahaya.

Semua yang ada di dunia telah diperintahkan Tuhan Yang Mahakuasa untuk membahagiakan kalian dan bukan untuk menyusahkan kalian. Apapun yang kita perlukan, pastilah telah tersedia di depan kita, jadi kalian tidak perlu mengejar apapun. Allah berfirman, “Mereka adalah hamba-hamba-Ku dan mereka pasti ridha dengan segala yang datang dari segala penjuru. Ridhalah pada-Ku, dengan demikian Aku pun ridha denganmu. Tak ada satu pun yang dapat menyusahkan atau membuatnya sedih. Tak ada. Yang ada hanya kebahagiaan.”

Wa min Allah at Taufiq

Seperti yang Allah Kehendaki
Mawlana Syaikh Nazhim Adil al Qubrusi al-Haqqani
ditranslasi dari Servanthood and What It is


Segalanya bergerak dan terjadi seperti Kehendak Allah Azza wa Jalla. Di manakah ada tempat untuk menegaskan kepribadianku dalam rancangan penciptaan? Dan apa yang memberiku hak untuk campur tangan? Mereka yang mengenal Allah swt melihat bahwa semuanya yang ada berada dalam kondisi yang terbaik dan tidak mungkin bisa lebih baik lagi. Mereka mengatakan, Keadaan kami yang sekarang adalah yang terbaik dan sempurna untuk kami,” dan “Penampakan Allah esok akan berbeda dari sekarang, menempatkan segala-galanya pada tempatnya.” Namun tidak pernah akan lebih baik daripada yang sekarang.

Seperti dikutip dalam Al-Quran, Setiap hari Dia berbuat dan bertugas. Kulla yawmin huwa fii sya`nin. Kita harus membiarkan apa yang menjadi milik Tuhan Yang Mahakuasa dan tidak berkata, “Mengapa begini?” atau “Aku tidak setuju dengan itu.” Kata-kata seperti “mengapa” atau “tidak” merupakan sifat Setan. Kita berusaha untuk menjadi seperti yang Dia kehendaki. Seperti ketika seorang prajurit berkata pada atasannya, “Siap Pak.” Tetapi mengapa kita tidak sepatuh itu kepada Yang Mahakuasa. Kenapa Tidak! Kita selalu memberontak, keberatan, melawan dan tidak setuju dengan-Nya.

Menurut adab yang baik, kita harus mengatakan, “Seperti yang Engkau kehendaki,” walaupun terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan bagi kalian. Pada hakikatnya, kalian tidak dapat berbuat apa-apa; jadi menentangnya pun menjadi sia-sia saja. Menentang Kehendak Tuhan kalian adalah tak masuk akal, dan sekalipun kita telah mengetahui hal tersebut, tetap saja kita tidak pernah meninggalkan kebiasaan buruk ini.

Hamba yang beradab adalah hamba yang tidak pernah mengatakan, “Tidak!” dan tak pernah bertanya, “Mengapa ini harus terjadi?” Kalian boleh saja mengucapkan kata-kata seperti itu, namun ketahuilah bahwa kalian berbicara dengan Dia yang Kehendak-Nya melebihi kehendak kalian. Bila kalian berkata, “Aku tidak suka hal ini terjadi” atau mempertanya kan, mengapa ini terjadi?”, artinya bahwa kalian ingin semuanya terjadi menurut kehendak kalian dan bukan atas Kehendak-Nya.

Ego kalian meminta sesuatu yang tidak mungkin dengan mengatakan “Mengapa?” Dia sendirilah yang tahu mengapa. Kalian tidak dapat bertanya. Kalian adalah hamba-hamba-Nya dan Dia adalah Tuhan. Menerima Kehendak-Nya dan tidak mempertanyakannya adalah langkah pertama menuju akhlak terpuji. Jangan pernah melupakan tanggung jawab dan kedudukan kalian sebagai seorang hamba. Thariqat adalah untuk melatih kita menjadi hamba yang tidak pernah mempertanyakan, “Mengapa Engkau melakukannya?”

Katakanlah, “Wahai Tuhan kami, apa pun Kehendak-Mu pasti terjadi, perintah-Mu adalah yang terbaik.” Karena kebebasan yang tidak terbatas, orang kehilangan ciri hakiki seorang hamba. Kebebasan yang tidak terbatas mengambil akhlak terpuji seorang hamba. Akhlak terbaik adalah berserah diri pada Kehendak Tuhan, seorang hamba hendaknya mengikuti Kehendak Tuhannya, Perintah dan Peraturan-Nya. Bila kalian berkata, “Silakan, apa pun kehendak-Mu,” kalian akan meraih dukungan terbesar dari Allah swt dan tak sesaat pun Dia akan meninggalkan kalian. Kalian selalu berada dalam kedamaian, sukacita, dan kepuasan. Cobalah!

Kalian harus menerima apa yang menurut kalian tidak baik dan yang ingin kalian ubah (hal yang sudah pasti tidak dapat kalian lakukan). Pertahankan kepentingan Allah serta tunjukkan kehormatan yang tertinggi pada-Nya bila kalian ingin bahagia di dunia dan di akhirat kelak. Semuanya yang dilakukan oleh Allah Azza wa Jalla adalah yang benar-benar sempurna dan Kehendak-Nya pun benar-benar sempurna. Barangsiapa yang ingin memaksakan kehendaknya sendiri, pastilah pada suatu saat harus bertaubat dan berkata, “Seandainya aku membiarkan Tuhanku yang memilih.”

Bersabar dan bersyukurlah bila kalian dihadapkan dengan sesuatu yang tidak kalian sukai. Tak ada satu pun yang berdasarkan kemauan kalian sendiri. Mustahil. Memang berjuta-juta keinginan dan kemauan orang terwujud, namun Kehendak-Nya berada di atas seluruh kemauan kita. Hanya kebodohanlah yang berani mengutarakan keberatan atas Kehendak Tuhan Yang Mahakuasa, dan berkata, “Mengapa begini?” atau “Mengapa ini terjadi?”. Bagi pelayan seorang raja, hanya kemauan rajalah yang bisa terwujud, bukan keinginannya sendiri. Itu hanya seorang sultan. Orang yang congkak akan bertanya, “Mengapa begini?” atau “Mengapa hal itu terjadi?”

Jika kalian dihadapkan pada suatu keadaan yang tidak menyenangkan ego kalian, tanyakan pada diri sendiri, “Siapalah aku?”dan “Siapalah egoku?” Apalah ragamu itu? Dan berapa nilainya? Tak bernilai. Hanya tulang-belulang. “Siapa kalian?” Kalian harus menjawab, “Aku adalah hamba Tuhanku, keturunan bani Adam as, umat Ibrahim as dan umat Muhammad saw.”

Dalam sebuah Hadits disebutkan, Aku menyatakan bahwa aku beriman kepada Tuhanku, Kitab-Kitab-Nya, Malaikat-Malaikat-Nya, Nabi dan Rasul-Nya, hari perhitungan, takdir baik dan buruk berasal dari Allah swt. Aamantu billaah wa malaa-ikatihi wa kutubihi wa rusulihi wal yawmil aakhiri wa bil qadri khayrihi wa syarrihi minallaahi ta`aala haqq—qabuulin yaa rabb.

Itulah identitas kita. Seorang Muslim harus berserah diri pada Tuhannya dan orang mukmin harus mengimani pada apa yang Dia utus untuk kita yakini. Inilah dasar dari penghambaan. Dalam hidup kalian ada hal-hal yang menggembirakan dan baik untuk kalian dan ada pula hal-hal yang tidak dapat diterima oleh ego kalian. Cobalah jujur. Bila kalian melangkah menuju Allah swt, akan kalian temui kebahagiaan dan segala kemudahan.

Bila Tuhan Pemilik Surga melihat kalian dengan sabar berusaha mendekati-Nya dan memohon Ridha-Nya, Dia akan mulai menganugerahkan sesuatu dari Hadirat Ilahi-Nya agar kalian bahagia dan tidak pernah merasa jemu dalam hidup kalian. Hal ini amatlah penting untuk direnungkan, mengingat selalu saja ada sesuatu yang menguji kesabaran kalian setiap harinya. Bila kalian menghadapi sesuatu yang tidak kalian sukai, maka buanglah jauh-jauh keberatan dan keluhan kalian dan bersabarlah dalam penghambaan pada Tuhan kalian. Ingatlah selalu bila kalian mendapati sesuatu yang bertentangan dengan keinginan kalian, katakanlah, “Ya Allah swt itu adalah Kehendak-Mu. Seperti Kehendak-Mu, Sebelum Kehendak-Mu nampak, Aku telah meminta sesuatu yang bertentangan dengan Kehendak-Mu. Ampunilah aku.” Bila kalian mengetahui hal ini, tak ada yang dapat mengganggu kalian.

Dan janganlah memohon sesuatu pada-Nya. Itu salah. Hanya Allah lah yang berhak melakukan sesuatu untuk hamba-hamba-Nya. Bukan pilihan, hanya Pilihan-Nya sendiri. Kalian adalah hamba-hamba-Nya dan Dialah Tuhan kalian. Hanya Dia yang berhak menentukan jalan kalian ke surga atau neraka, berbahagialah dengan penilaian-Nya, karena Dia Maha Mengetahui.
Katakan, “Wahai Tuhanku, ampunilah aku yang telah melibatkan diri dalam apa yang bukan untukku. Aku telah mencampuri urusan yang hanya milik-Mu. Wahai Sultan, ampunilah aku dan lakukanlah seperti Kehendak-Mu.”

Kita seharusnya merasa malu karena telah mengemukakan keinginan kita ke Hadapan Kehendak Yang Mahakuasa. Hal tersebut sungguh tak beradab. Dan kita senantiasa meminta imbalan dari Tuhan Yang Maha Esa untuk ibadah kita, amal baik atau penghambaan, Astaghfirullah. Tinggalkan semua itu, Dia yang menentukan. Yang hanya dapat kalian pinta adalah ampunan. Lain tidak! Dan katakan, “Aku tidak pantas menjadi hamba-Mu.”

Inilah ajaran Thariqat Naqsybandi. Ini adalah jiwa dari adab dan wewangian dari penghambaan
Bihurmati habib, al-Fatihah


Hanya Untuk Allah Semata
Mawlana Syaikh Nazhim Adil al Haqqani
Ditranslasi dari Servanthood and What It is


Kita selalu diminta untuk merenungkan apa yang sedang kita lakukan setiap saat. Tanggung jawab ini memberikan kehormatan kepada kita. Kalian harus tahu apa yang kalian lakukan dan untuk siapa atau untuk apa kalian bergerak, berlari atau bertanya tentang sesuatu. Renungkanlah. Apa tujuan atau target kalian? Apa yang kalian lakukan untuk ego kalian dan untuk dunia ini adalah palsu dan akan lenyap. Semua ini hanya sementara dan karenanya tidak bernilai. Tetapi apa yang kalian lakukan untuk Allah swt itu tidak akan berakhir.

Bila aku duduk, maka istirahatku pun untuk Allah. Aku bergerak atau tidak, semuanya untuk Allah. Dan aku berserah diri pada Tuhanku. Aku akan bersegera mengerjakan perintah-Nya.
Tanggung jawab itu dimulai sejak kalian terjaga. Hendaknya kalian melihat untuk apa dan siapa kalian kerjakan dan apa manfaatnya. Bila tidak bermanfaat untuk diri kalian sendiri atau untuk orang lain, tinggalkan niat itu, karena saat itu akan mengundang kutukan atas diri kalian. Segalanya hanya untuk Allah. Dan semua yang kalian lakukan adalah untuk Allah (hal dan aturan yang penting). Semua yang menjadi milik Allahpastilah untuk Allah. Itulah Iman sejati dan kalian telah ditawarkan untuk memegang teguh peraturan itu. Karena kalian tahu bahwa semuanya untuk Allah, maka kalian harus melakukan segalanya untuk Allah semata Bila hidup, hiduplah untuk Allah, matilah untuk Allah, dan makanlah untuk Allah.

Bila minum, minumlah untuk Allah; bila membangun, lakukanlah untuk Allah. Kalau bicara, bicaralah untuk Allah. Sehingga semuanya akan menjadi ibadah. Bila setiap tindakan dan setiap saat diperuntukkan untuk Allah, maka Allah akan mengusung dan mendukung hamba tersebut. Karena dia hidup untuk Allah dan melakukan semuanya untuk Allah, maka Allah pastilah mendukungnya. Manusia jatuh ibarat daun berguguran dari pohonnya. Tidak lagi bermanfaat bagi pohon induknya. Hanya bagi diri mereka sendiri. Tidak pernah mengindahkan Tuhannya atau melakukan sesuatu untuk Penciptanya. Terkecoh oleh dunia. Hidup hanya mengejar materi. Tidak pernah memikirkan kehidupan spiritual. Kita harus mengelola kehidupan spiritual selama 24 jam sehari, tetapi kita tidak memikirkannya walaupun hanya 24 detik.

Segalanya untuk Allah dan kalian juga untuk Allah, jadi lakukan semuanya untuk Allah. Allahmelihat niat kalian dan bila ditujukan untuk-Nya, kalian tidak akan ditinggalkan oleh-Nya dalam genggaman Setan. Tidak! Allahakan menjaga dan mendukung kalian. Allah melihat ke dalam hati kalian dan bila Dia melihat kalian mengabdi pada ego kalian atau hasrat fisik kalian, Dia akan menghentikan dukungan-Nya. Dia akan melihat apakah kalian tetap mengikuti jalan dan perintah-Nya; bila tidak, Dia akan meninggalkan kalian sebentar, siapa tahu kalian akan kembali pada jalan yang benar.

Bila beramal untuk Allah, maka semua yang kalian kerjakan akan diberkahi, dihormati dan diterima oleh-Nya. Bila pekerjaan kalian bukan untuk-Nya, maka sia-sialah pekerjaan itu dan kalian menghancurkan diri sendiri. Kesukaran yang tidak terhitung akan mengelilingi kalian. Perhatikan selalu pekerjaan kalian, apakah benar-benar untuk Tuhan kalian? Perhatikan berapa jam tersedia untuk-Nya, berapa lama kalian berhubungan dengan Hadirat Ilahi dan berapa jam kalian bersama ego kalian.

Bila kalian makan, minum, bekerja, shalat, pokoknya setiap waktu hendaklah kalian bersama Allah.Ini akan membuat kalian kuat dan bahagia dan hidup akan terasa manis. Allah menganugerahkan hidup yang indah dan nyaman bagi orang beriman, bukannya hidup yang sulit dan hambar. Yang demikian itu adalah untuk mereka yang tidak beriman atau mereka yang berbuat ingkar. Hiduplah dan menyediakan diri untuk Allah. Matilah untuk Allah. Hanya itu. Biarkan mereka merenggut seluruh dunia. Mereka hanya ingin hal-hal duniawi, makan dan minum saja. Jangan! Kenikmatan itu datang nya dari Allah dan hati kita menantikan berkah-Nya yang tak terhingga.

Dengan bekerja untuk Allah dan taat kepada-Nya, Dia akan menyelubungi kalian dengan Cahaya Ilahiah. Setelahnya, kalian harus melindungi dan mempertahan kannya. Kalian harus mengorbankan hasrat fisik kalian agar kekuatan spiritual dengan cepat dan mudah mencapai jiwa kalian. Janganlah kehilangan kepercayaan pada Pencipta kalian yang berfirman, “Akulah penjamin makan dan minum kalian. Dan bila kalian menyediakan diri kalian untuk-Ku, Aku akan memudahkan segalanya untuk kalian. Bila kalian percaya pada-Ku, Aku tidak akan membuat kalian lelah.” Hal ini akan memberikan rasa puas dalam diri kalian. Tak usah memikirkan apapun. Cukup penghambaan saja. Tuhan berfirman, Percayalah pada-Ku, Aku akan memudahkan segalanya.” (Prinsip terpenting dalam Islam).

Siapa pun yang hidup untuk Allah mengetahui bahwa Allah saja lebih dari cukup. Kita percaya dan mempercayai Allah dan mencoba untuk menyediakan diri untuk penghambaan Ilahinya. Berpeganglah pada jalan ini, jalan yang paling aman. Carilah kehormatan dari Allah dan bukan dari yang lain. Sebuah gedung yang didirikan bukan untuk kehormatan Allah dan untuk kehormatan Rasulullah akan runtuh. Bila dibangun untuk Allah, kalian akan bahagia dan tidak terbebani. Setiap hari berbuatlah sesuatu untuk Allah. Ketahuilah hak-hak-Nya, bekerjalah untuk-Nya dan bukan untuk yang lain.

Kalian dapat melakukan apa saja, tetapi cobalah melakukannya hanya karena Allah semata. Lakukan sesuatu yang akan membuat Allah ridha pada kalian. Bila tidak, kalian akan tenggelam dalam samudera yang demikian dalam sehingga tak seorang pun dapat menyelamatkan kalian. Cara hidup kalian akan menjadi cara mati kalian dan akan menjadi cara kalian dibangkitkan kembali. Hiduplah untuk Allah. Mereka yang mematuhi perkataan Nabi saw berarti mematuhi perintah Allah. Hiduplah untuk-Nya dan tidak ada sesuatu pun yang harus ditakuti.

Ada orang yang mengatakan bahwa kita harus belajar atau melakukan sesuatu. Tidak! Seluruh hidup kita adalah untuk Islam dan Islam adalah untuk Allah. Jika kalian melangkah, jadikanlah langkah itu untuk Allah. Begitulah cara kalian menjalani Islam. Kalian harus memperhatikan ke mana kalian melangkah dan apa yang kalian cari. Apakah kalian mencari Allah atau ego kalian? Bila kalian rentangkan tangan dan menangkap sesuatu,kalian harus perhatikan untuk siapa kalian membawa atau menyentuhnya.

Perhatikan apa yang kalian dengar. Untuk Allah atau ego kalian? Bila berbicara, perhatikan untuk apa kalian bicara, untuk Allah atau untuk ego kalian? Dan bila kalian duduk dan berpikir, untuk siapa? Kalian tidur, untuk apa? Kalian makan untuk kekuatan kalian atau atas perintah Tuhan kalian? Setiap saat di setiap harinya, setiap tarikan nafas adalah untuk Tuhan kalian.

Barangsiapa yang telah mencapai maqam sebagai deputi sejati (sekarang kita semua hanya kandidat) harus mengawasi setiap tarikan nafasnya. Setiap tarikan nafas hanya untuk Allah, “Huu, Huu, Huu, Huu… dalam hati.” Barangsiapa yang dapat mengendalikan nafas nya setiap saat, itulah utusan deputi Allah yang sejati. Kita harus bisa membawa diri kita ke jalur tersebut. Janganlah sendirian. Pada setiap tarikan nafas, jangan lupa kalian berada bersama siapa. Cukuplah yang demikian itu. Hal itu merupakan latihan bagi kalian.

Bila kalian tidak lupa, maka setiap saat adalah peribadatan kepada Allah atau suatu pengabdian untuk Hadirat-Nya. Setiap saat, setiap tarikan nafas kalian mengabdi, meraih Hadirat-Nya yang suci dan nama kalian akan tercatat sebagai hamba Ilahi. Cobalah, coba ikuti. Jangan menyia-nyiakan hidup kalian

Wa min Allah at Taufiq

0 Comments:

Post a Comment

<< Home