Sunday, February 01, 2004

Meditasi Sufi, Muroqoba dan Penyembuhan Spiritual

Meditasi Sufi

Sasaran dan maksud Muraqabah/Meditasi/Rabita Sharif adalah untuk memperaragakan kehadiran terus-menerus ke dalam realitas Shaykh. Semakin seseorang memelihara pelatihan ini, semakin terungkapkan manfa’atnya dalam kehidupan sehari-harinya sampai pada titik dia mencapai tataran nihil dalam hadhirat Shaykh.

Orang harus tahu betul bahwa Shaykh adalah jembatan antara (dunia) ilusi dan benar (nyata = realitas) dan dia berada di dunia ini hanya untuk tujuan itulah. Jadi Shaykh adalah seutas tali (tambang) khas yang diulurkan kepada siapapun yang mencari kebebasan (dari ilusi), karena hanya dia yang dapat memberikan layanan sebagai penghubung (link) antara seseorang yang masih terikat kepada dunia ini dan Hadhirat Ilahi. Agar menjadi nihil dihadapan dan keberadaan Shaykh adalah menjadi nihil dalam kenyataan, dalam Hadhirat Ilahi, karena memang sesungguhnya disitulah dia berada.

Langkah - 1

Bayangkan dirimu berada di hadapan Shaykh. Sampaikam salammu. Tutup matamu. Pandanglah melalui Mata Jantung. Jangan mencari wujud muka, hanya Auranya saja, ruhaniah.

Sebagai awal murid dapat memulai praktek Muraqabah ini untuk jangka waktu pendek dari 5 sampai 15 menit, dan secara bertahap menjalaninya menuju jangka waktu yang lebih panjang, bahkan merentang sampai berjam-jam sekali sessi. Yang terpenting adalah bahwa seseorang mempertahankan sebuah praktik yang ta’at azas (consistent) untuk mendapatkan manfa’at praktid.

Adalah berlipat kali lebih baik dan bijaksana untuk bertahap pada sessi yang pendek secara harian daripada disiplin dan praktek yang acak. Sebuah upaya kecil yang dilakukan secara ta’at azas akan menghasilkan kemajuan luar biasa dalam waktu (keseluruhan) yang singkat.

Mengulang wudhu dan shalat 2 raka’.
3x Shahada [ Kalimatu shahada (3 kali): Ashhadu an la ilaha illa-lah, wa ashhadu anna Muhammadan rasulu-lah],100-200x Istighfar [Astaghfirul lahal `Atheem wa atubu ilayh ], 3x Surah Ikhlas,Fatiha
Minimum 200x mencari dukungan dan kehadiran Mawlana Shaykh (Q): “Madad ya Sayyidi, Madadul-Haq” mengulang Dhikr.

Langkah - 2

Mata tertutup; mohon izin untuk menyambung cahaya (nur) beliau kepada jantungmu dan cahaya (nur) mu kepada jantung beliau. Bayangkan sebuah kontak dua arah dan kemudian, baca awrad di atas.

Ketika seseorang duduk bermeditasi dan menutup matanya, orang itu mem-focuskan pikirannya pada satu titik tunggal. Dalam hal ini titik itu biasanya adalah konsep dari mentor spiritualnya, yaitu : dia mem-fokuskan seluruh kemampuan kesaksiannya memikirkan dengan konsentrasi penuh tentang guru spiritual nya, agar supaya mendapatkan gambaran (image) mentor nya pada layar mental, selama dia masih berada dalam status meditasi itu.

Sifat (properties), karakteristik dan potensi yang terkait dengan sebuah gambaran (image) juga dipindahkan pada layar pikiran ketika gambaran (image) itu terbentuk pada layar mental dan pikiran menerimanya sesuai dengan itu.

Sebagai contoh, seseorang sedang memperhatikan api. Ketika gambaran (image) api itu dipindahlan kepada layar pikiran, suhu dan panas api itu terekam oleh pikiran. Seseorang yang hadir dalam sebuah taman menikmati kesegaran dan kesejukan pepohonan dan tanaman dalam taman itu untuk menciptakan gambaran itu semua pada layar pikirannya. Begitu juga ketika gambaran mentor spiritual dipindahkan pada layar pikiran, Ilmu yang Dihadirkan (the Presented Knowledge) yang beroperasi dalam diri guru spiritual, juga ikut dipindahkan dengan gambaran itu dan pikiran murid secara bertahap menyerap (assimilates) hal yang sama.

Langkah 3

Duduk bersimpuh, yang rapi, tetap bersimpuh, mata tertutup, tangan di tempat, mulut tertutup, lidah ditekuk ke atas, napas terkendali, kuping mendengar Quran, Salawat atau suara sendu. Ruang gelap.

Meditasi, memikirkan tentang mentor spiritual, sebuah upaya untuk mem-fokuskan dengan konsentrasi pikiran kita kepada seseorang, sehingga image nya dapat dipantulkan secara berulang pada layar pikiran kita, (maka) kita terbebaskan dari keterbatasan indera. Makin sering sebutir pikiran di tayangkan pada layar mental, makin jelas pula formasi (pembentukan) sebuah pola dalam pikiran itu.

Dan pola pikiran demikian ini, dalam istilah spiritualitas, disebut 'pendekatan pikiran’.
Ketika kita membayangkan mentor spiritual atau 'Shaykh', sebagai sebuah hal dari hukum eternal, ilmu Elohistic Attributes yang beroperasi dalam Shaykh dipantulkan pada pikiran kita dengan ulangan yang berkali-kali menghasilkan pencerahan pikiran dari murid dengan cahaya nur yang berfungsi dalam diri Shaykh dan dilimpahkan kepadanya.

Pencerahan jantung murid berusaha mencapai tataran atau tahap Shaykhnya. Dalam Sufism, keadaan ini disebut 'Kedekatan' (nisbat). Cara terbaik dan telah teruji untuk menikmati kedekatan, menurut spiritualitas, adalah hasrat kerinduan dari cinta.
Pikiran Shaykh terus menerus mengirimkan (transfer) kepada murid spiritualnya sesuai dengan kobaran cinta dan rindu akan Shaykh, yang mengalir di dalam diri murid dan ada datang satu saat ketika cahaya nur beroperasi dalam diri Shaikh yang sesungguhnya adalah pantulan Tampilan Indah Ilahi yang dipindah kan kepada murid spiritual itu.

Hal ini memungkinkan murid spiritual untuk membiasakan diri dengan Cahaya Gemilang dan Tampilan Indah. Keadaan ini, dalam istilah sufism, disebut ' Menyatu dengan Shaykh’ (Fana fi Shaikh). Cahaya Shaikh dan Tampilan Indah gemilang yang beroperasi dalam diri Shaykh bukanlah ciri pribadi Shaykh. Sebagaimana halnya murid spiritual, yang dengan perhatian dan konsentrasi penuh dedikasi, menyerap (assimilasi) ilmu dan ciri khas Shaykhnya, maka Shaykh juga menyerap ilmu dan busana (ciri = attributes) Nabi (s.a.w.) dengan perhatian dan konsentrasi penuh dedikasi pikiran.

Langkah - 3a

Posisi duduk : Posisi Teratai (yoga Lotus) adalah oke, Wudu Ritual Wudhu adalah kunci sukses. Kapal Nabi Nuh a.s. melawan banjir kebodohan (cuek). Kebersihan adalah dekat dengan iman (ilahiah). Ingat bahwa bukanlah saya yang menghitung bahwa saya adalah bukan apa-apa, saya dan aku harus melebur kedaalm dia. Shaykh ku, Rasul ku , menggiring kepada Rabb ku.

Dhikr dengan penolakan (laa ilaha) dan pembenaran (illa Allah), dalam tradisi Shaykh Naqshbandi, mensyratkan bahwa murid (sang pejalan) menutup matanya, menutup mulutnya, menekan giginya, melekat kan lidahnya ke langit-langit mulutnya, dan menahan (mengatur) napasnya. Dia harus membaca dhikr itu melalui jantungnya, dengan penolakan dan pembenaran, memulainya dengan kata LAA ("Tidak").

Dia mengangkat "Tidak" ini dari titik (dua jari) di bawah pusar kepada otaknya. Ketika mencapai otaknya kata "Tidak" mengeluarkan kata ILAHA ("sesembahan"), bergerak dari otaknya ke bahu Kanan, dan kemudian ke bahu Kiri di mana dia menabrak jantungnya dengan ILALLAH ("kecuali Allah"). Ketika kata itu mengenai jantungnya energi dan panasnya menjalar/ memancar ke sekujur tubuhnya. Sang pejalan yang telah menyangkal semua yang berada di dunia ini dengan kata-kata LAA ILAHA, membenarkan dengan kata-kata ILLALLAH bahwa semua yang ada telah dilenyapkan di Hadhirat Ilahi.

Langkah - 3b

Posisi Mulut dan Lidah
Menutup matanya, Menutup mulutnya, Menekan giginya,
Melekatkan lidahnya pada langit-langit mulutnya, dan menahan napas. { dari saat-ke-saat untuk memperlambat napas dan getaran jantungnya.}

Tangan membawa rahasia yang dahsyat, mereka itu seperti parabola satelit (antene) mu, pastikan bahwa mereka itu bersih dan berada dalam posisi yang semestinya. Jadi ketika kamu memulai dengan tangnmu itu, menggosok-gosoknya, ketika mencucinya dan menggosok gosoknya untuk mengaktifkan mereka, itu adalah tanda dari (angka) 1 dan (angka) 0, dan kamu sedang mengaktifkan proses kode yang diberikan Allah melalui tangan itu. Kamu mengaktifkan mereka.

Mereka memiliki titik sembilan peluru (bullet?) yang terdiri dari keseluruhan sistem, seluruh tubuh. Ketika engkau menggosok jari-jari itu, engkau sesungguhnya mengaktifkan 99 asma-ul’husna Allah.

b)Dengan mengaktifkan mereka engkau mengaktifkan 9
titik dalam tubuhmyu.
c)Dan ketika mengaktifkan mereka, itu adalah seperti menghidupkan penerima (pada rqadio/tv), energi mengalir masuk, itu mulai berfungsi untuk dapat menerima, memecahnya dalam bentuk kode digital yang dipancarkan keluar seperti gambar atau suara sebagaimana kita kenal di zaman ini (radio dan tv).

d)Demikian juga halnya dengan tangan yang saling mengelilingi, itulah mengapa ketika kita menggosok-gosokkan dan membuka mereka, mereka mulai bertindak seperti lingkaran satu terhadap lainnya, menampung apapun energi yang datang, dan mereka ini mengkelola nya . Lihatlah pada bagian Rahasia Tangan ( See Section on Secrets of Hand)

Langkah 4

Posisi Tangan :
Jempol dan telunjuk memperagakan posisi "Allah Hu" untuk kuasa/kekuatan terbesar. Tangan diberi kode dengan kode angka, tangan kanan "18", tangan kiri "81" masing-masing dijumlahkan keduanya menjadi 9 dan dua 9 menjadi 99 . Tangan diberi karakter dengan asma-ul’husna Allah. Dan nama ke 99 dari Rasul adalah Mustafa.(lebih banyak lagi di depan)…..

Bernapas dengan Sadar ("Hosh dar dam")

Hosh artinya "pikiran." Dar artinya "dalam." Dam artinya "Napas." Itu artinya, menurut Mawlana Abdul Khaliq al-Ghujdawani (q), bahwa " Missi paling penting bagi pejalan dalam thariqat ini adalah menjaga napasnya, dan dia yang tidak dapat menjaga napasnya, akan dikatakan tentang orang itu, 'dia telah tersesat/kehilangan dirinya.'"

Shah Naqshband (q) berkata, "Thareqat ini dibangun di atas (dengan pondasi) napas. Jadi adalah sebuah keharusan untuk semua orang menjaga napasnya dikala menghisap dan membuang napas, dan selanjutnya untuk menjaga napasnya dalam jangka waktu antara menghisap dan membuang napasnya."

"Dhikr mengalir dalam tubuh setiap makhluq hidup oleh keharusan (kebutuhan) napas mereka – bahkan tanpa kehendak – sebagai sebuah tanda/peragaan ketaatan, yang adalah bagian dari penciptaan mereka. Melalui napas mereka, bunyi huruf "Ha" dari Nama Ilahiah Allah dibuat dengan setiap membuang dan menghisap napas dan itu adalah sebuah tanda dari Jati Diri (Dzat) Gaib yang berfungsi untuk menekan kan Kekhasan Allahu Shamad.

Maka adalah penting untuk hadir dengan napas seperti itu, agar supaya menyadari (merasakan) Jati Diri (Dzat) Maha Pencipta." Nama 'Allah' yang meliputi sembilan puluh sembilan asma-ul’husna terdiri atas empat huruf, Alif, Lam, Lam dan Hah yang sama –dengan suara napas - (ALLAH). Masyarakat Sufism mengatakan bahwa Dzat Allah SWT yang paling gaib mutlak dinyatakan oleh huruf terakhir itu yang dibunyikan dengan vokal Alif, "Ha." Ini mewakili Gaib Absolut Dzat Nya Allah SWT .

Memelihara napasmu dari kelalaian akan membawa mu kepada Hadhirat sempurna, dan Hadhirat sempurna akan membawamu kepada Penampakan (Visi) sempurna , dan Penampakan sempurna akan membawamu kepada Hadhirat (Manifestasi) asma-ul’husna Allah yang sempurna. Allah membimbingmu kepada Hadhirat asma-ul’husna Nya, karena dikatakan bahwa, " Asma Allah adalah sebanyak napas makhluq."

Hendaknya diketahui oleh semua orang bahwa melindungi napas terhadap kelalaian sungguh sukar bagi para pejalan. Maka mereka harus menjaga nya dengan memohon ampunan (istighfar) karena memohon ampunan akan membersihkannya dan mensucikannya dan mempersiapkan sang pejalan untuk (menjumpai) Hadhirat Benar (Haqqu) Allah dimana-mana.

Langkah 5

Bernapas, Menghirup melalui hidung - Dhikr = "Hu Allah", bayangkan cahaya putih memasuki tubuh melalui perut. Menghembus – melalui hidung - Dhikr= "Hu", bayangkan hitamnya carbon monoxide adalah semua perbuatan dosamu dikuras / didorong keluar dari dirimu.

"pejalan bijak harus menjaga na pasnya dari kelalaian, seiring de- ngan masuk dan keluar nya napas, dengan demikian menjaga jantung nya selalu dalam Hadhirat Ilahi; ; dan dia harus menghidupkan napasnya dengan ibadah dan pengabdian dan mempersembahkankan pengabdiannya itu kepada Rabb nya dengan segenap hidupnya, karena setiap napas yang dihisap dan dihembuskan dengan Hadhirat adalah hidup dan tersambung dengan Hadhirat Ilahi. Setiap napas yang dihisap dan dihembuskan dengan kelalaian (cuek) adalah mati, terputus dari Hadhirat Ilahi."

Untuk mendaki gunung,sang pejalan harus melintasi dari dunia Bawah menuju Hadhirat Ilahi. Dia harus melintasi dari dunia ego keberadaan sensual (sensasi) menuju kesadaran jiwa terhadap Al Haqqu..
Untuk membuat kemajuan dalam perjalanan ini, sang pejalan harus membawa ke dalam jantungnya gambaran Shaykh nya(tasawwur), karena itu adalah cara paling kuat untuk melepaskan diri dari cengkeraman sensual (sensasi) nya. Shaykh menjadi, dalam jantungnya, cermin dari Dzat Absolute.

Jika dia berhasil, kondisi penisbian diri (ghayba) atau "absensi" dari dunia sensasi, muncul dalam dirinya. Sampai kepada tahap bahwa keadaan ini menguat dalam dirinya, (dan) keterikatannya kepada dunia sensasi melemah dan menghilang, dan fajar dari Level Hilang Mutlak Tidak Merasa Selain Allah mulai menyinari dirinya.

Derajat tertinggi maqam ini disebut fana'. Demikian lah Shah Naqshband (q) berkata :"Jalan terpendek kepada sasaran kita, yaitu Allah SWT mengangkat tabir dari Dzat Wajah Nya Yang Ahad yang berada dalam semua makhluq ciptaan Nya. Dia melakukan itu dengan (melalui) maqam ghayba dan fana', sampai Dzat Agung (Majestic Essence) menyelimutinya dan menghilangkan (melenyapkan) kesadarannya akan segala sesuatu selain Dia. Inilah akhir perjalanan untuk mencari Allah dan awal dari perjalanan lainnya."
"Pada akhir Perjalanan Pencarian dan Level Ketertarikan datanglah Level Perendahan Diri dan Penihilan.

Sasaran ini adalah untuk segenap ummat manusia sebagaimana disebut Allah dalam al Qur'an: 'Aku tidak menciptakan Jinn dan Manusia kecuali untuk beribadah kepada Ku.' Beribadah disini berarti Ilmu Sempurna (Macrifat)."

Langkah 6

Memakai (membawa) busana Shaykh :
3 tahap perjuangan yang berkesinambungan Memelihara Cinta Nya {Muhabat}, Memelihara Kehadiran Nya {Hudur}, Melaksanakan Kehendak Nya atas diri kita
{Annihilasi atau Fana}.

Kita memiliki cinta kepada Nya, jadi kini pakailah (kenakanlah) Cahaya Nya dan selanjutnya bayangkan segala sesuatunya dari titik (sudut) ini, dengan busana yang kita kenakan itu. Ini adalah penopang hidup (life support) kita. Kamu tidak boleh makan, minum, shalat, dhikr atau melakukan apapun tanpa membayangkan Bayangan Shaykhs pada kita. Cinta ini akan menyatu dengan Hadhirat Ilahi, dan ini akan membuka pintu Penihilan ke dalam Nya.

Semakin seseorang menjaga ingatan untuk mengenakan busana dengan dia (Shaykh) semakin meningkatlah proses Penihilan itu berlangsung. Kemudian penuntun (guide) itu akan meninggalkan (menihil diri) diri mu di hadirat Rasul Allah Sayedena Muhammad saw. Dimana sekali lagi kamu akan menjaga cinta (kepada) Rasul {Muhabat}, menjaga Hadirat nya { Hudur}. Laksanakan kehendaknya atas diri kita {Penihilan atau Fana}. Fana fi Ma Shaykh , RasulAllah, Allah.

Penihilan Fana

Dalam keadaan spirit murid menyatu dengan spirit Shaykhnya kemampuan Shaykh akan diaktifkan dalam diri muridnya, karena itu Shaikh menikmati kedekatan Nabi (s.a.w.). Dalam situasi ini, dalam istilah sufism, disebut ‘Penyatuan dengan Rasul’ (Fana fir Rasul). Ini adalah pernyataan Nabi (s.a.w.), "Saya seorang manusia seperti kamu, namun saya menerima ilham (revelation)'.

Jika pernyataan ini dicermati, didapatlah bahwa kemuliaan (exaltation) Nabi terakhir ini adalah bahwa dia menerima Ilham (Revelations) dari Allah, SWT, yang mencerminkan Ilm-e-ladduni; ilmu yang diilhamkan langsung oleh Allah, Pandangan Cantik (Beatific Visions) Allah dan Cahaya Gemilang kepada Jantung Nabi saw. Dalam keadaan 'Penyatuan dengan Nabi s.a.w.' seorang murid karena emosinya, kerinduannya dan cintanya secara sedikit demi sedikit, langkah demi langkah, berassimilasi dan mengenali ilmu Nabi Suci s.a.w.

Kemudian datanglah saat paling berharga (yang ditunggu-tunggu) ketika ilmu dan pelajaran dipindah kan (transferred) dari Nabi Suci s.a.w kepadanya sesuai dengan kapasitas nya. Murid itu menyerap karakter Nabi Suci s.a.w. sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya dan karena kedekatannya dengan Nabi Suci s.a.w. dan dukungannya dia dapat mencapai keadaan ketika dia mengenali Rabbil ‘Alamin, ketika Dia menguraikan dalam al Qur’an, ‘Ya, sesungguhnya Engkau adalah Rabbi!. Kedekatan ini, dalam sufism, disebut Penyatuan dengan Allah' (Fana fi-lah) atau singkatnya wahdat.

Setelah itu, jika seseorang dikaruniai dengan kemampuan, dia akan membuat explorasi di daerah yang tentangnya cerita (narrasi) tidak lagi memiliki kata-kata untuk menjelaskan nya , karena kepekaan dan kehalusan (situasi) nya.

Langkah 7

Menjadi sesuatu yang tidak ada, kendaraan sebening kristal untuk siapapun yang ingin mengisi keberadaan mu dari Allah Malikul Mulk. Dalam keadaan 'Penyatuan dengan Nabi Suci’ seorang murid karena emosinya, kerinduannya dan cintanya secara bertahap, langkah demi langkah, berassimilasi dan mengnali ilmu dari Nabi Suci saw

Membangun Energi Mu & Mencoba Mempertahankan Nya
Part 1 Core Meditation Muraqabah/ Sufi Meditation Series Building Energy

Shaykh al-Kamel - Petunjuk Lengkap
Contoh Kesempurnaan Lengkap

Pandanglah Dia untuk melihat contoh mu "Apabila Allah ingin memperagakan Diri Nya, Dia memandang pada ciptaan Nya. Perhatian pertama Nya kepada manusia karena mereka menyerupai Nya. Mereka yang paling menyerupai Nya diantara manusia itu, adalah para wali; maka Nabi s.a.w. berkata tentangnya: Mereka mengingatkan kamu akan Ilahi.'

"Kami juga menyayangkan kamu karena manusia tidak mau membuka diri mereka untuk menarik kekuatan malaikati yang dengannya mereka mencapai tahap ilmu surgawi yang adalah warisan mereka. Itulah yang membuat Kami muncul dalam bentuk kamu manusia dalam berbagai bentuk dan derajat cahaya, dalam tempat berbeda dan kepada masa yang berbeda dari kehidupan manusia, untuk mengingatkan kamu bahwa kamu telah dimuliakan dengan sebuah kekuatan malaikati dan sebuah kemiripan Ilahiah.

Pertahankan kemiripan itu ! Gunakan kekuatan malaikati itu ! Itu akan mengangkat kamu kepada tingkat gemerlap yang tanpanya Allah bersabda: Sesungguhnya, mereka yang untuknya Allah tidak menganugerahkan cahaya, mereka tidak akan mewarisi cahaya!' (24:40) dan Dia bersabda : 'Cahaya bertumpuk cahaya! (24:35) menyatakan bahwa cahaya dari visi jantung harus dihubungkan kepada cahaya dari kekuatan malaikati, untuk memastikan keberhasilan dan petunjuk bagi seluruh umat manusia.

Cahaya itu kemudian akan nampak meliputi segenap alam manusiawi seperti sebuah matahari menyingsing dan sebuah rembulan yang menyingsing meliputi segenap ciptaan, tanpa terbenam. Cahaya dari kekuatan ini, pada saat itu, akan membuat setiap diri seperti sebuah rembulan, yaitu, sebuah raga surgawi yang akan memantulkan cahaya asli bagi seluruh ciptaan. Dengan cahaya itu, dunia ini akan dilindungi, cinta akan alam akan menguasai bumi, dan setiap orang akan hidup dalam damai dan cinta, berenang dalam samudera kecantikan dan keselarasan malaikati."


7007, 7 Busana Surgawi, 7 Pintu Keagungan

MAHKOTA CIPTAAN ADALAH KEPALA SUCI

Sang Pencari hendaknya menjaga karunia dari Ilahi ini. 2-Telinga untuk Mendengar dengannya, 2-Mata untuk Melihat dengannya, 2-Lubang hidung untuk Bernapas dengannya, 1-Mulut/Lidah untuk Berkata / Merasa dengannya.

Ini adalah 7-pintu yang diberkati pada ciptaan Manusia. Banyak bacaan (ayat) adalah dalam angka 7 untuk alasan ini. 5-Indera Pendengaran, Penglihatan, Peraba, Penciuman, Perasa Jika dijaga Titik Ini adalah pintu bagi semua energi ruhaniah kamu.
Jika terluka ini akan menjadi sumber semua kesengsaraan.

Penampakan adalah Buruk untuk Memperlihatkan Jauhnya Kerusakan yang menimpa Ciptaan Mulia ini.

Titik Energi pada Mahkota

Mata adalah jendela kepada Jiwa, Hidung adalah Napas Rahmat, Telinga adalah Pintu kepada Jiwa , Mulut adalah Lidah Kebenaran.

Mahkota dari Kepala.
Diambil dari ajaran Shaykh Hisham Al-Kabbani-

Ubun-ubun lunak ketika baru dilahirkan, ini adalah sumber pancaran agung dari Cahaya dan Energi dari Ilahi . Menjaga keselamatan Titik ini untuk melindunginya terhadap energi Negative yang mencoba untuk merebut energi (Ilahiah) itu dari mu.

Perlindungan Untuk Titik ini
• Wudhu dan penutup Kepala atau peci.
• Juga sewaktu tidur usahakanlah untuk tidur menggunakan sebuah penutup kepala.
• Rambut panjang mengambil energi ruhaniah lelaki .
• Untuk perempuan rambut panjang meningkatkan energi ruhaniah nya.

Al Quran Ketinggian 7:179. Banyak Jinn dan manusia dibuat untuk Neraka : Mereka memiliki jantung yang dengannya mereka tidak mengerti, mata yang dengannya mereka tidak melihat, dan telinga yang dengannya mereka tidak mendengar. Mereka seperti binatang ternak,- tidak bahkan mereka lebih sesat : karena mereka tidak peka (terhadap peringatan).

Telinga, Pintu kepada Jiwa
1-Telinga: Pintu kepada Jiwa
Effek yang Membahayakan
• Dekatilah Rabb mu dari Pintu ini.
• Pendengaran adalah peringkat Pertama.
• Kami mendengar Risalah itu dan kami patuh.
• Ini adalah Pintu Masuk Ilahiah kepada Jiwa. – Kejahatan mengetahui hal ini, jadi inilah kini pengaruh yang paling kuat.
• Suara buruk yang dipompakan kedalam telinga dan menghalangi Pintu kepada Jiwa. Setiap orang memiliki sebuah walkman seperti menuangkan adukan semen menutupi pintu.
• Mencoba Menggelapkan dan Membahayakan hakekat itu.

2-Telinga : Pintu kepada Jiwa

Perlindungan untuk Telinga
•Dekatilah Ilahi melalui Pintu bukan melalui Jendela.
•Perlindungan untuk Pintu ini adalah agar Mendengar kepada suara di dalam atau kata hati adalah langkah pertama yang sangat penting menuju kepada hakekat dalam adalah untuk mendengar makhlu malaikati-mu menolong kamu.
•Dengarkan hanya al Quran atau Salawat. Membaca Kitab Suci atau Pepujian bagi Nabi s.a.w.. Nada yang mengingatkan kamu tentang Cinta dan Kesahduan.
•Cinbta & Bacaan Kitab Suci adalah (bagai) bahan bakar roket bagi jiwa.

Mata, Jendela kepada Jiwa

3-Mata: Jendela kepada Jiwa Effek Membahayakan
•Mata adalah Keinginan untuk Dunia atau Materi.
•Pernahkah mendengar ungkapan bahwa matamu "Lapar".
•Ilahi memperlihatkan kepada kita melalui teknologi kami.
•Jika kamu membiarkan computer mu untuk menangkap tanpa henti penampakan/gambaran khususnya yang negative. Hard Drive mu akan "berantakan/crash."
•Jantung mu telah menjadi berantakan dengan gambar negative, horror, kekerasan, pornographic atau kasar tanpa henti.
•Semua gambar disimpan dan sukar untuk dimusnahkan. Melupakan gambaran adalah sangat sukar "

4-Mata: Jendela kepada Jiwa

Perlindungan untuk
•Untuk "mengambil Dunya" atau Materialism seseorang harus "Sering Menutup Matanya" dan Meditasi.
•Perlindungan Bukaan Ini adalah untuk Mengurangi pengambilan gambar yang membahayakan.
•Pandanglah hanya yang Baik, baca kitab suci itu adalah gambar/citra yang perlu diingat.
•Tutuplah Matamu terhadap Dunia Materi dan Mintalah kepada Ilahi untuk Membuka Mata Jantung/Hati.

Lubang Hidung: Napas Ilahiah

Nafas Rahma
5-6- Lubang hidung : Karunia Ilahiah dari Hidup dalam Napas

”Misi paling penting bagi seorang pencari dari Thariqat ini adalah untuk menjaga keselamatan napasnya, dan dia yang tidak dapat menjaga keselamatan napas, akan dikatakan tentangnya, 'dia telah menyesatkan dirinya sendiri.'"

Shah Naqshband (q) berkata, "Thariqat ini dilandasi atas napas. Jadi adalah wajib bagi semua orang untuk menjaga keselamatan napasnya dalam waktu menghirup nya dan melepaskan dan lebih jauh, mejaga keselamatan napasnya dalam jangka waktu antara menghirup dan melepaskan."

Janganlah tidak peduli tentang Karunia Hidup yang adalah "24ooo napas dalam tiap harinya ".
Hidup kita di dunia adalah Satu napas lagi.
Semua rencana di dunia tidak akan berubah jika itu adalah napas kita terakhir. Pujilah Hidup Ilahiah yang (berada) dalam Setiap Napas. Menghirup Hu Allah dan menghembus Hu.

Sang Jahat menginginkan untuk memenuhi saluran ini dengan rokok atau narkoba untuk menentang Karunia Ilahiah Napas.

Mulut & Lidah Kebenaran

7-Mulut/Lidah: Mawlana Bistami : dia berkata, "Untuk tiga puluh tahun, ketika saya ingin mengingat Allah dan melakukan dhikr saya biasa merncuci lidahku dan mulutku untuk mengagungkan Nya."

Lidah Kebenaran, Saluran Suci bagi Makanan dan Tenaga bagi Umat Manusia.

Itulah sebabnya Ilaha mewajibkan "Puasa ",
•Itu adalah tindakan/amal Tertinggi yang dapat dilakukan seseorang dengan ganjaran tertinggi dari Ilaha.
•Ketika kamu memutuskan untuk benar-benar berpuasa :
•Sucikan semua Pendengaran, Penglihatan, Napas, Rabaan, Semua "5" Indera Mu Ditundukkan kepada Rabb mu, maka "5" Levels Uantungmu juga akan tunduk kepada Rabb. Dia akan membuka bagimu dari "Lidah Kebenaran ".

Al Quran Maryam 19:50. Dan Kami menganugerahkan Rahmat Ku kepada mereka, dan Kami mengabulkan bagi mereka kemuliaan yang tinggi pada lidah kebenaran.

Hadiah Allah Tertinggi adalah Karunia Kebijaksanaan. Seseorang yang memiliki kekuatan untuk menghidupkan yang mati. Jiwa yang Mati, yang membutuhkan Haqiqat Surgawi.

Al Quran 2:269. Dia mengkaruniakan kebijaksanaan kepada siapapun yang Dia kehendaki; dan dia yang kepadanya kebijaksanaan dikaruniakan sungguh telah menerima keuntungan yang berlimpah; namun tidak seorangpun akan memahami Risalah itu kecuali mereka yang mengerti.

Perlindungan bagi Mulut & Lidah
Menjaga keselamatan Mulut :
•Ini adalah sebuah Bukaan Suci, ini adalah dimana lidah bersaksi kepada Allah Ahad.
•Lidah Kebenaran dan tenaga percakapan.
•Makan hanya Makanan yang Ditetapkan secara Ilahiah
•Menghindar dari Makanan dan Minuman yang terlarang.
•Berbicara kalimat yang baik -Kebenaran
•Mengurangi Kemarahan
•Tetap menjaga Lidah terbasahi dengan Dhikrullah atau ingatan yang esensi.

•Rahasia SIWAK (tusuk gigi) adalah kayu pentanahan untuk membuang energi negatif dari mulut.
•Karena dia mengatakan : Wa in min shayyin illa yusabhih bihamidiwa laakin laa tafqahoona tasbihahum Itu artinya Segala sesuatu hadir dalam Pepujian kepada Nya – bahkan sebuah batu karang juga memuji Nya – dia memiliki Energi Atom.

Dampak Berbahaya

Mulut adalah Saluran untuk Energi dan Makanan untuk pemeliharaan keberadaanmu, begitu kamu makan, 32 gigi mengunyah makanan yang penuh dengan energi.
•Kemudian energi itu dibagi di antara 16 gigi mengambil energi baik.
•16 gigi mengambil energi jahat.
•Energi itu kemudian disebarkan ke seluruh tubuh, khususnya dikirim ke jantung. dan lambung.
•Makanan Sampah (minuman haram), dan kata-kata buruk, sumpah serapah, bentakan, teriakan kemarahan adalah Racun di dalam mulut dan kemudian dikirimkan ke seluruh tubuh.
•Menuju/menyebabkan Penyakit Jantung dan semua penyakit pencernakan.
•Doa Nabi s.a.w.untuk Siwak di dalam Mulut " Ya Allah lindungilah jantungku dari sifat buruk, kemarahan dan mempersekutukan apapun dengan Engkau." Ini adalah doa yang dia panjatkan ketika dia menggunakan Siwak. Menunjukkan bahwa terlalu banyak keburukan yang masuk melewati mulut.

Proses Berserah Diri akan mengembalikan manusia kepada Citra Ilahi. Ini adalah citra Kemuliaan, Cinta, Kehormatan dan Adab (yang Baik). Bahwa Energi dialirkan kepada mahkota di kepala, Itu dijaga keselamatannya dengan sebuah "Penutup" .

Penutup kepala Shaykhs menekankan pentingnya menutupi Ubun-Ubun dan Taj atau Topi Segitiga di bawah Kain Turban menuding kepada Langit (Surga) memperlihatkan bahwa Islam-Iman-menggiring kepada Ihsan . Agama plus Iman = Akhlaq Mulia. Kamu dapat membayangkan sebuah hubungan energi ke dalam jantung ruhaniah dari alam semesta dari Lataif/ Chakra mahkota kamu, sambil berniat bahwa kamu berjajar/ber-resonansi dengan maksud ruh tertinggi, sementara masih terhubung dengan baik kepada dataran fisik.
Bayangkan energi dari atas , semua terfokus kepada satu titik, pada puncak Turban dan seperti sebuah cahaya laser yang mencair memasuki Lataif/Chakra Mahkota.

Kamu terbungkus di dalam diri sendiri dan tersambung dengan Bumi dan (alam) fisik dan kepada sumber ruhaniah pada waktu bersamaan dalam sebuah keseimbangan harmoni dengan alam semesta. Energi yang terfokus dari Surgawi kepada Mahkota Kepala. Kain Turban adalah cabikan kuburan dari pencari untuk mengingatkan dia bahwa hidup ini hanyalah sementara dan bahwa akhirat adalah tempat tinggal yang abadi (Eternal).

Rambut di Kepala : Untuk lelaki Rambut di kepala mengecilkan kekuatan spiritual dan memperbesar kekosongan dan kebanggan seperti halnya di hutan di mana binatang jantan menghiasi dirinya untuk menarik betina. Kemanusiaan tidaklah seperti binatang, peranan ilahiah bagi Manusia adalah mengabdi Kerajaan Ilahi .

Keanggunan seorang manusia terletak pada Mahkota di Kepalanya.

Jenggot : Ini adalah Kekuatan Spiritual Manusia Surgawi. Malaikat akan mengerumuni Jenggot dan mengulasi rambut itu dengan kekuatasn malaikati.

Rahasia Mulut.
Dijaga keselamatannya dengan SIWAK {tusuk gigi }
Mulut adalah seperti sebuah Bukaan Suci untuk Makanan, Napas, Perkataan. Ajaran Para Nabi bahwa mengendalikan lubang/bukaan mulut adalah menjadi perhatian tertinggi dan dapat medatangkan hadiah luar biasa atau hukuman abadi.

Makanan yang kita santap penuh dengan energi, gelombang radio dan radiasi electromagnetik apapun ada di atmosphere dan memancarkan (energi) dari ciptaan yang diserap ke dalam makanan yang kita santap, udara yang kita hirup. Energi ini berkumpul di dalam mulut dan akan dicoba diserap olhe gigii dan kemudian dikirimkan ke dalam tubuh, dimana itu akan dibawa ke jantung dan ke dalam darah dan kemudian ke daerah lambung. Jika energi ini Buruk atau dikuasai energi negative, maka Penyaklit Fisik dan Spiritual terjadi.

Kebencian menghancurkan gigi, energi Buruk menggelapkan dan melemahkan jantung dan meracuni tubuh. SIWAK adalah tongkat pentanahan yang akan menarik keluar energi negative dari mulut.
Jika energi negative ada dalam mulut, perkataan seseorang adalah seperti api, apabila energi positive ada dalam mulut itu seperti pemanis yang orang dapat menyadap manfa’at darinya.

Doa Nabi s.a.w. adalah " Ya Rabbi sucikanlah jantungku dari pikiran dan tindakan buruk dan kemarahan " apabila kita menggunakan Siwak yang dibuat dari akar pohon tertentu. Di bagian belakang kita akan mendapati bahwa hadiah tertinggi dari Allah adalah "Puasa". Allah memperlihatkan kepada kita bahwa Mulut ini adalah pernyataan/peragaan Ahad Nya dan Lidah yang menyanyikan Pepujian bagi Nya adalah bukaan luar biasa yang menjaga keselamatannya bagi Bukaan Tertinggi dari Jantung bersendi kepada kelestariannya.

Kekuatan Cincin dan Penjaga Keselamatannya.

Cincin yang barakah dipakai di tangan Kanan, pada jari manis. Maksud dari cincin adalah perlindungan terhadap kebencian, yang adalah sebuah kekuatan negative yang sangat kuat. Sayangnya makhluq manusia tidak mengerti hadiah energi atau yang kita sebut hidup yang dikaruniakan kepada kita. Atomic energi ini selalu mengalir ketika kita merasa baik, pihak lain yang berada dalam samudera energi kita juga akan merasa baik.

Bersama para Shalihin lah karena mereka adalah sahabat yang paling baik karena mereka akan mencerahkan kamu. Namun bila seseorang adalah negative mereka akan memancarkan negativitas kepada orang. Yang mengakibatkan banyak penyakit.

Nabi Muhammad {s.a.w.} mengajarkan bahwa penggunaan cincin pada Tangan Kanan {Karena Tangan Kanan adalah Ashab al Yamin orang di Kanan mendapat Barakah, membuang Kebencian. Cincin yang dianjurkan adalah Amber atau Turquoise. Untuk lelaki perak atau besi tanpa emas. {Tangan Kiri digunakan untuk

Membersihkan dan untuk kamar kecil dan kotor.}
•AMBER- sebuah batu mulia electromagnetic. Itu membuka Lataif/Chakra solar plexus dan dapat membantu dalam memperkuat dan menyeimbangkan perasaan, mendapatkan kejernihan mental, dan keyakinan. Itu juga dapat digunakan untuk mensucikan atau membuang racun.}

•TURQUOISE – penyembuh umum, multi-guna, meringankan banyak emosi negative, meningkatkan sambungan psychic, meramalkan, komunikasi, kreativitas, menyejukkan, memberi inspirasi, membuat damai dan tenang. }

Tongkat dan memelihara keselamatan Energi-mu. Itu adalah Mekanisme Pentanahan kamu.
Mengambil dari Langit (surga) dan mengirim Negative kepada Bumi. Dua kaki dan Sebuah tongkat seperti colokan listrik modern. Inbi adalahcara semua Utusan Ilahi. "Pentanahan". Kini kita melihat bahwa Hadirat Ilahi mengirim utusan untuk mengajarkan kitab, hukum, morals namun lebih dari itu semua bagaimana mencapai kesempurnaan untuk kembali kepada Keadaan Malaikati di mana mereka diciptakan.

Kamu tentunya terbiasa dengan energy pentanahan listrik dan sifat-sifatnya, melalui pengalamanmu dengan sinar matahari. Itu adalah jenis energi yang menghangatkan, memencar, yang dapat membuat kamu merasa terbuka, puas, dan terselimuti atau tertawan.
Di sisi lain, terlalu banyak energi listrik yang masuk dapat membuat kamu melayang-layang, hilang orientasi, terbakar hangus ("tergoreng"), atau was-was dan mudah tersinggung. Terlalu banyak (atau terlalu sedikit) energi surgawi dapat membuat kamu haus akan gula.

Terlalu banyak (atau terlalu sedikit) energy bumi dapat terlihat dengan sendirinya melalui haus garam.

Pertempuran Abadi Antara Energy Surgawi & Energy Bumi. Bagaimana untuk Menyeimbangkan dan Menjaga Keselamatan diri.

Symbol ini mengungkapkan sebuah aliran berkesinambungan dari "Qudra" atau Kekuatan dalam sebuah arah melingkar ketika itu menciptakan dua kekuatan yang berlawanan dari positive dan negative, kegelapan dan cahaya, surgawi dan bumi, lelaki dan perempuan. { Binary Active 1, Passive 0}

Kedua Kekuatan ini saling inter aksi untuk menyeimbangkan masing-masing kelebihannya dan untuk membawa kepada keberadaan realitas/domain fisika dan meta-fisika. Yin dan yang mewakili semua prinsip yang bertentangan yang ditemukan di alam semesta.

•Di bawah yang { Active atau 1} adalah prinsip tentang kelakian, matahari, penciptaan, panas, cahaya, Surga/Langit, dominasi, dan sebagainya, dan
•Di bawah yin { Passive atau 0} adalah prinsip tentang keperempuanan, rembulan, selesai/akhir, dingin, gelap, bentuk materi, kepasrahan, dan sebagainya.
•Masing-masing lawan ini menciptakan lainnya:
Pentanahan di dalam diri elemen
Tubuhmu adalah sebuah perubah (transformer) energi.
Kamu menyerap energi electrik dari alam semesta
Kamu menyerap energi magnetik dari bumi, dan tubuhmu mencampurkan dan menggunakan dua energi ini, umumnya dalam daerah sekitar Puser dan Jantung.
Bagian bawah tubuh adalah pintu masuk untuk sejumlah banyak energi magnetik. Itu adalah sesuatu yang dapat kamu sebut sebagai energi "pentanahan ke bumi ". Dan bagian atas kepala dan bagian belakang leher kamu adalah yang biasanya menjadi pintu masuk untuk energi electrik atau "pentanahan ke langit ".
Dalam dirimulah Bumi dan Langit bertemu dan bercampur. Itu adalah sifat alamiah kamu untuk menyatukan dua “bahan bakar” ini untuk hidupmu di planet ini.
Itulah sebabnya kamu memiliki sebuah Fisik yang Memerlukan Energi Bumi. Kamu juga memiliki sebuah Ruh yang Memerlukan Energi Langit.
Energy Bumi adalah juga sesuatu yang kami yakin kamu mengetahuinya dengan baik. Itu berat dan padat. Itu lamban, megah dan meyakinkan. Jika kamu tiduran di bumi sesaat, sambil merasakan kepadatan bumi ini, dukungan dari tanah di bawah kamu, beratnya menjadi makhluq fisik, itu adalah energi magnetik.
Terlalu banyak dari energi ini dapat membuat kamu merasa bingung, malas, terhambat, atau mengantuk.
Pancaran Surgawi Menghujani kamu
Energi Bumi datang melalui kontak dengan bumi. Kekuatan ini berbenturan dengan Abdomen (daerah lambung). Nabi s.a.w. mengingatkan kita bahwa semua penyakit berawal dari perut. {Lelaki&Perempuan }
Diatas kita mengupas Perlindungan untuk Kepala, Mulut, Tangan, dan aspek pentanahan dari Tongkat dalam Penyembuhan Sufi. Kesemuanya ini kini menunjukkan bagaimana untuk menarik energi ke dalam tubuh kamu, bagaimana untuk menyimpan energi itu dan bagaimana melepaskan energi negative yang tidak kita kehendaki.
Rahasia besar berada dalam Peranakan seprang perempuan yang disebut "Rahm" – “RaHaMeem" rahmat dan rahasia ciptaan adalah karunia Allah. Tanpanya kita tidak akan terlahir dan daur kehidupan tidak akan berlangsung terus. Melindungi titik itu, Meditasi pada titik itu dan menutupinya dengan pakaian adalah sangat penting sebagai menjaga keselamatannya.
Syaithan ingin membuat terbuka titik itu dan menarik rahasia kehidupan dari perempuan. Mereka menyantap/menyedot energi itu yang tidak mereka miliki.

Selalu terhubunglah dengan mereka yang lebih shalih dari diri kita. Ini adalah pondasi thariqat kita Lakukanlah Meditasi Inti Step 1.

Rahasia Wudu dan Kekuatan di Tangan
Langkah Pertama: mengerti wudu dan pentingnya tangan

Oleh Shaykh Hisham al-Kabbani

Allah (swt) menunjukkan kepada kita apa yang benar apa yang salah. Dan apa yang benar telah dijelaskan dengan sangat baik oleh Nabi (s.a.w.), dan apa yang salah telah dijelaskan dengan baik sekali oleh Nabi (s.a.w.). Dan apa yang menguntungkan kita, Nabi s.a.w. adalah yang pertama kali menjelaskannya. Wa ma arsalnaaka illa rahmatan lil `alameen. Apapun yang menguntungkan kita, dia bertanggung jawab untuk menyampaikannya, atau dia akan ditanya mengapa dia menyembunyikannya.
Allah (swt) mempercayakan kepada Nabi dengan apapun yang Dia ciptakan, dan apapun yang Dia ciptakan dilepaskan (dikeluarkan) melalui risalah Nabi. Jadi melalui risalah (pesan) Allah, Nabi s.a.w. mampu untuk mencapai setiap orang, baik selama waktu (hidup) nya maupun setelah waktu (hidup) nya. Dia adalah yang pertama kali mengajarkan kepada para Sahaba (r.a.) penggunaan energy dan apa yang tersedia dari berbagai kekuatan berbeda di sekitar kita di dunia ini.
Terdapat banyak cara yang ditunjukkan Nabi s.a.w. kepada kita dalam uapaya penyembuhan, salah satunya adalah yang diuraikan dalam Hadith orang buta yang meminta Nabi s.a.w. untuk memulihkan pandangan matanya.
Nabi mengajarkan kepadanya doa untuk dibaca, tetapi dia tidak mengatakan kepadanya, “Pergilah dan baca doa ini.”
Dia s.a.w. berkata kepada orang buta itu, “Langkah pertama adalah pergilah ke tempat mengambil wudhu dan ambila wudhu.” Itu artinya wudhu adalah awal (pembukaan) dari penyembuhan untuk setiap penyakit. Jika kamu tidak memiliki wudhu, upayamu untuk menyembuhkan penyakit itu akan minimal.
Kemanapun kamu mencapai, tingkat tinggi dalam perjuangan melawan ego dan mencegah keinginan ego, gunakanlah kekuatan (wudhu) itu bila kamu menentang ego itu, bangunlah kekuatan itu lebih besar dan lebih besar lagi, ketika energy negative meninggalkan kamu, energy positive (akan) bertambah.
Tetapi dengan (cara) wudhu yang ruibuan kali lebih kuat dari pada apa yang biasanya. Jadi Nabi (s.a.w.) berkata, “Pergilah ambil wudhu.”

Level pertama wudhu
Ketika kamu mengambil wudu, selain membaca niyyat apa yang pertama kali dikerjakan ? Itu adalah membasuh tangan sampai pergelangan, dan di antara jari-jemari. Ketika kamu membasuh kedua tangan, itu artinya gerak pertama yang kamu lakukan adalah menggunakan kedua tangan itu, jadi energy level pertama berada di kedua tangan.
Itulah mengapa kamu melihat orang yang berusaha belajar dan mengutip cara-cara Islam, khususnya orang India dan China yang meyakini Bhuddism, pertama kali mereka gunakan kedua tangan mereka sebagai sebuah methoda untuk melepaskan energy dari tubuh mereka, karena mereka mengumpulkan energy melalui tubuh mereka seperti seperti sebuah piringan, atau sebuah parabola.
Mereka mengumpulkan energi ini dan melepaskannya melalui kedua tangan mereka. Tubuh bertindak sebagai sebuah penampung energy. Melalui olah gerak mereka yang beragam dari latihan berat kepada keseluruhan tubuh, mereka mulai mendapatkan energy jenis itu dan meng-konsentrasikannya dan melepasnya melalui kedua tangan mereka. Untuk menyembuhkan orang sakit. Tiap segala sesuatu yang mereka gunakan dalam penyembuhan memiliki efek penggunaan energy.
Contoh terbaik dari hal ini adalah pembedahan laser, yang melalui technology modern, menggunakan cahaya laser untuk menyembuhkan penyakit mata dan bahkan kebutaan. Mereka tidak lagi menggunakan peralatan (tangan), hanya laser.
Jadi orang buta tadi, ketika dia bertanya kepada Nabi s.a.w., Nabi memberinya sebuah petunjuk kunci bahwa melalui pelepasan energy, kebutaan itu akan pergi. Empat belas abad yang lalu Nabi s.a.w. menyembuhkan kebutaan melalui energy. Jadi apa yang kita pelajari dari peristiwa ini ? Ambil wudhu, dan sucikan dirimu.
Itulah dia s.a.w. berkata, “Senjata yang melindungi kamu dari musuh adalah adalah wudhu.”
Wudhu dapat melepaskan energy dan membakar (penyakit) nya dengan melepaskannya melalui kedua tangan. Orang buta itu belajar dari situ dan memanfa’atkannya, yang akan kita bicarakan kemudian.

Gerak wudhu
Orang (buta) tadi mengalami berbagai gerak yang berbeda-beda dan disembuhkan serta merta dari kebutaannya. Maka, ketika kamu mengambil wudhu :
Basuhlah kedua tanganmu dan kemudian saling gosokkanlah keduanya; putarlah tangan kanan pada tangan kiri dan tangan kiri pada tangan kanan. Kamu tidak boleh memulai dari tangan kiri memutari tangan kanan; kamu harus memulai dengan tangan kanan memutari tangan kiri; kemudian,
Bersihkan di antara jari-jemari dan jalin (silangkan)lah jari tangan satunya dengan jari tangan lainnya, berbentuk seperti ini, dengan jempol kanan berada di sebelah kiri dan jempol kiri berada di sebelah kanan.
Mereka menggunakan ini dalam methoda penyembuhan Buddhist tanpa mengetahui rahasia Islam. Mereka melepaskan energy ini ke daerah tubuh yang terkena penyakit. Pertama kali, kamu menggunakan sepuluh jari. Sepuluh (10) adalah kekuatan energy computer, satu dan nol. Energy itu yang Allah ajarkan kepada para programmer computer disalurkan kepada computers melalui tangan, dan kamu melihat semua keajaiban kekuatan computers.
Jadi jika computer itu memiliki kekuatan besar, energy itu dapat juga disalurkan untuk penyembuhan. Merka menggunakan itu tanpa mengetahui sebab-musababnya; mereka tidak tahu aspek Islam nya, yang adalah satu dan nol. Itulah sebabnya jika kamu membuka tanganmu dan menarik sebuah garis yang menghubungkan ujung-ujung jari kamu akan melihat bahwa kamu membentuk sebuah lingkaran. Itu berdiameter 20 cm.
Jadi tangan mewakili tubuh, dan ketika kamu membuka tubuh untuk membentuk sebuah lingkaran, seluruh tubuh berada di dalam tangan, sebagaimana itu diajarkan dalam reflexology. Melalui berbagai titik yang berbeda pada tubuh, kamu dapat disembuhkan. Level lebih tinggi dalam reflexology adalah tidak menyentuh; dalam hal demikian, kedua tangan bertindak sebagai semacam penerima energy positive, dan ketika kedua tangan direntangkan seperti sebuah piringan satellite (sebagaimana diajarkan dalam penyembuhan Islamic), tanpa berpikir atau berkhayal, namun menempatkan tubuhmu sebagai sebuah lingkaran sempurna, energy yang dipancarkan dari cosmos disalurkan kepadamu dan tubuhmu menerimanya, menyerapnya masuk kedalam tubuhmu dan meng-konsentrasikannya melalui jantung. Ini adalah sebuah teknik meditasi 15-menit yang akan kita bicarakan nanti.
Secara symbolis, inilah bagaimana seluruh tubuh adalah sebuah lingkaran dan tangan adalah sebuah lingkaran. Tubuh itu mendapatkan energy itu, menerimanya dari tangan kiri dan tangan kanan, dan menyalurkannya kedalam tubuh.
Jadi ketika kamu mulai membasuh kedua tangan dan menggosokkannya untuk meng-aktivkan mereka, itu adalah isyarat tentang satu dan nol, dan kamu sesungguhnya meng-aktivkan kode yang Allah telah berikan kepada kita melalui kedua tangan itu. Itulah sebabnya kita mulai menggosok kanan mengelilingi kiri dan kiri mengelilingi kanan. Jika kamu berdiri di hadapan sebuah cermin, kamu melihat pada refleksi (bayangan) mu bahwa kiri adalah kanan dan kanan adalah kiri. Jika kamu berdiri dengan lengan direntangkan ke samping, kamu melihat lawannya. Jika kamu melihat dari sisi lainnya itu, kiri menjadi kanan dan kanan menjadi kiri. Itu karena kita adalah sebuah bayangan dari kenyataan (hakikat).
Di Langit (Surga) kiri adalah kanan dan kanan adalah kiri. Ini artinya kanan harus tunduk kepada kiri, karena dalam `alam al-arwaah, kanan adalah kiri dan kiri adalah kanan. Disini di dunya adalah lawannya : kanan adalah kiri, sedangkan di akhira kiri adalah kanan! Disini di dunya, ketika kita membuat thawaaf keliling Ka’aba Shareef kita bergerak berlawanan arah jarum jam, bukan searah jarum jam, yang adalah bayangan cermin dari arah jarum jam di akhira, dimana kita bergerak kiri ke kanan : searah jarum jam.
Untuk meng-aktivkan kekuatan itu, Allah memberi tahu kita, “Aku meng-aktivkan kekuatanmu dari 99 asma’ul-husna yang Aku stempelkan pada kedua tanganmu.”
Menggosok memnimbulkan api dari dua batang kayu. Menggosok menimbulkan energy. Dengan menggosok kedua tangan selama wudu, air mencegah energy dari merembes keluar; itu membekukannya. Itulah sebabnya Silah al-mumin al-wudu (senjata kaum beriman adalah wudhu.) Segera setelah kamu menggosok, itu menimbulkan energy dan dengan menggosok di bawah pancuran air itu akan menahan energy di dalam tubuh untuk dilepaskan kemudian. Ketika kita menggosok kedua tangan kita mempersiapkan energy untuk disimpan dan ditabung untuk digunakan melawan musuh (kemudian).
Ketika kita mau menyembuhkan kita tidak menggunakan air
Menggunakan air sewaktu wudu, kita mengumpulkan dan menyimpan energy. Dalam penyembuhan, kita menggosok tanpa air dan membuka tangan untuk melepaskan energy itu. Bagaimana kode itu di-aktivkan ? Jika kamu melihat pada tangan kanan mu padanya terdapat angka Arabic 18 dan pada tangan kiri terdapat angka Arabic 81. 18 plus 81 menjadi 99 asma ‘ul-husna Allah, setiap angka teridiri dari satu (1) dan delapan (8). Satu plus delapan (18), dan delapan plus satu (81) bersama menjadi 99. Tambahkan komponen 99 kesemuanya (18 = 1+8 and 8+1 = 81) dan kamu mendapatkan 9 lagi.
Ini menjelaskan arti dari titik sembilan dari diri, yang mewakili sembilan awliya yang bertangtgung jawab terhadap diri. Titik sembilan ini digunakan di dalam Enneagram; sebuah ajaran dari Asia Tengah, dari orang Naqshbandi, yang pernah saya terangkan. Mereka menggunakan ini dalam sebuah cara (interpretasi) linear, padahal dalam kenyataannya itu adalah sebuah lingkarang (ingat pada pengertian thawaf – penterjemah). Jika kamu membahas ini dengan (----), aku mengajarinya bagaimana menggunakan hal itu. Mereka memiliki sembilan titik peluru (?) yang terdiri (membentuk ? – penteterjemah) dari keseluruhan system, keseluruhan tubuh.
Ketika kamu menggosok-gosokkan jari tangan kamu meng-aktivkan 99 asma ‘ul-husna Allah, yang pada gilirannya meng-aktivkan titik sembilan itu yang berada di dalam tubuhmu. Dengan contoh kita dapat mengatakan apabila titik sembilan di-aktivkan, penerima itu kini dalam posisi “menyala”, energy masuk ke dalam (tubuh), itu mulai menerima, dan itu dibuat digital dan dilepaskan sebagai sebuah gambar dan sebuah suara, sangat mirip dengan yang kita lihat dalam masa kini dengan technology digital.
Demikian juga, tangan itu adalah lingkaran, dan ketika kita menggosok-kan mereka dan membuka mereka (kedua tangan kita itu), mereka mulai bertindak sebagai lingkaran satu terhadap lainnya, mengambil energy apapun yang mereka terima dan mengelolanya. Itulah sebabnya dalam ilmu bela diri mereka menggunakan kedua tangan, namun mereka tidak mengerti mengapa itu (kedua tangan) merupakan energy; mereka tidak mengerti tentang 99 asma ‘ul-husna dan bagaimana mereka dilindungi melalui (oleh ? – penterjemah) Asma itu. Mereka tidak tahu, meskipun demikian, Allah memberikan kepada siapapun yang Dia suka. Dia membiarkan mereka itu menggunakan kekuatan itu; mereka tahu terdapat kekuatan disitu, tetapi tidak tahu mengapa. Mereka membuat gerakan cepat dan menggunakan itu untuk membela diri mereka dan melindungi orang lain dan untuk mengalahkan musuh.
Ketika Nabi (s.a.w.) menyembuhkan mata Sayyidina `Ali, dia membuka baginya Ilmu Haqiqat itu. Itulah sebabnya melalui energy itu yang dimilikinya dalam kedua tangannya, dia dapat membawa (menyangga ? – penterjemah) dunia ke pada lututnya, karena energy itulah yang membawa dunia ke pada lututnya.
Jadi ketika kamu meng-aktivkan angka 8 dan angka 1 dan angka 1 dan angka 8 (yang adalah 99 Asma), dalam numerology sembilan sama dengan nol dan kamu tidak menambah apapun dengan kedua (nol dan sembilan) angka itu, karena itu tidak lagi ada (exist). Itu berarti penyerahan diri, penyerahan diri secara sempurna, ketika kamu meng-aktivkan energy itu kamu dibawah penyerahan diri energy, berserah diri kepada energy Langit yang mendatangi.
Menjadi sebuah pipa penyalur bagi energi cosmic penyembuh milik Allah
Kamu tidak lagi melihat dirimu yang beraksi, namun energy itulah yang beraksi, kamu menjadi nol. Seperti memasuki sebuah pesawat terbang atau kereta api atau mobil; mereka masing-masing berserah diri kepada orang yang mengemudikan mereka. Kamu berserah diri kepada energy yang mendatangi dan kamu melepasnya ke luar. Tubuh mu menjadi seperti sebuah penerima dan sebuah pemantul. Penerima TV hanya bertindak sebagai penerima yang memantulkan citra (image) itu. Bukanlah mereka yang melakukan pekerjaan itu; itu adalah energy Langit yang melakukan pekerjaan itu.
Itu menunjukkan kepada kita seberapa jauh kita dapat menggunakan dengan angka-angka ini ketika kita meng-akltivkan mereka serentak – angka 18 dan angka 81 dan pentingnya angka 18 dan angka 81. Kita akan tinggalkan hal itu sampai sessi berikutnya.
Mengapa angka 18 dan mengapa angaka 81? Ini adalah penting, dan bahkan saya tidak tahu apa yang akan datang. Itu adalah sebuah perkenalan kepada techniques berbeda-beda yang mereka mencoba untuk mengutipnya tanpa mengerti latar belakangnya, dan bagaimana mereka dapat memberikan pengaruh lebih banyak melalui penyembuhan mereka.
Jadi setelah menggosokkan kedua tangan dan menyelenggarakan penyaluran energy, kamu masih berakhir pada angka 19. (Disini (kanan) adalah angka 18 dan disini (kiri) angka 81. Gabungkan mereka dan kamu mendapatkan angka 99. Tambahkan angka 9 dan angka 9 ini, kamu mendapat angka 18. Tambahkan angka 1 dan angka 8, kamu mendapatkan angka 9. Jadi kamu meng-aktivkan angka 9.)
Ketika kamu menggosok dan meng-aktivkan angka sembilan itu, kini kamu melewatkan (mengucurkan) air itu (jika kamu memperhatikan, mereka yang tahu bagaimana mengambil wudhu, tidak semua orang tahu untuk saling menyilangkan jari), maka kamu meng-aktivkan angka 10. Angka 10 dan angka sembilan, menjadi angka 19. Dan akhir-akhir ini mereka mendapatkan bahwa setiap ayat dalam al Qur’an adalah pada sistem 19. Dan angka 19 ini, wa yahmilu arsh arrahmani yawmadhin thamaaniyya. “…dan delapan akan, Hari itu, menyangga Singgasana dari Rabb-mu di atas mereka. (69:17) Dan mereka yang memegangi Neraka adalah 19.
Neraka adalah energy, jadi itu adalah kekuatan energy. Kamu meng- aktivkan energy negative untuk menyembuhkan energy negative. Kamu memerlukan racun untuk menyembuhkan racun – itulah sebabnya mereka memberikan kamu antibiotics (jika kamu keracunan oleh ulah virus – penterjemah). Angka 19 itu adalah jumlah malaikat yang bertanggung jawab terhadap Neraka. Jadi kamu menggunakan energy negative itu yang datang dari mereka ini. Jika kamu mengalikan (negative – penterjemah) dengan negative kamu mendapatkan positive. Kamu menyembuhkan penyakit dengan api yang datang dari Neraka.
Ketika energy itu dilepaskan, itu sama sekali mengkancurkan racun di dalam system itu. Begitulah caranya kamu meng-aktivkan 19 serentak. Angka 8, yang terkait dengan angka 8 disini, angka 1 dan angka 8 dan angka 8 dan angka 1.
Ketika Singgasana Allah datang pada Hari Pengadilan, delapan malaikat memikulnya. Itu artinya mereka memikul angka 1 itu; angka 8 memikul angka 1. Allah mengungkapkan hal ini di dalam kedua tangan kita. Kamu juga meng-aktivkan energy baik ketika kamu melepaskannya. Setelah kamu menghancurkan energi negative dengan energy negative, kamu mau mendandani (memberi busana) mereka dengan angka 8 dan angka 1 (energy baik dari Langit). Itulah sebabnya orang yang sakit merasa kuat dan bahwa mereka disembuhkan.
Ketika kamu meng-aktivkan energy Langit dengan menggosok-gosokkan kedua tangan, kamu meng-aktivkan angka sembilan; itu adalah penyerahan diri yang sempurna. Kini kamu membiarkan tubuhmu untuk berserah diri kepada energy cosmic yang kamu terima, yang adalah energyy yang membakar.
Ketika kamu meng-aktivkan angka 10 kamu meng-aktivkan energy itu. Energy negative ini tidaklah buruk karena itu adalah kekuatan dari satu yang negative, dan kamu mengalahkan musuh dengan menggunakan alat yang dipakai musuh. Sebagai contoh hal ini adalah energy dari matahari yang adalah satu energy api, tetapi pada saat yang bersamaan itu menyembuhkan dan berguna. Kamu menggunakan negative untuk menyembuhkan negative untuk menghancurkanya sama sekali. Dengan cara ini, kamu tidak menyisakan apa-apa dengan mereka (membersihkannya), dan kemudian ativkan angka 8 dan angka 1.
Insha`Allah kita akan teruskan dengan lebih banyak lagi mengenai penyembuhan ini segera.
Bi hurmat al-habib bi hurmat al-Fatiha.

Kekuatan Tangan dengan ilustrasi
Oleh : Shaykh Hisham Al-Kabbani
Illustrasi oleh SALIM

Langkah Pertama Untuk Membasuh [niyyat]

Al Quran 67:1
{Asma Allah ke-67 adalah Ahad, nama ke-1 (pertama) Rasul adalah Muhammad s.a.w.}
Maha barakah Dia yang di tangan Nya adalah Kekuasaan (Kerajaan); dan Dia atas segala sesuatu memiliki Kekuatan;-
Rahasia Ahad
Mengambil Wudhu
Itu artinya wudhu adalah pembukaan untuk penyembuhan segala macam penyakit. Jika engkau tidak punya wudhu, efek penyembuhan penyakit itu akan minimal.
Membasuh tangan … sampai pergelangan
Al Quran Hadid: 57:12.
Satu hari kamu akan melihat kaum beriman, laki-laki dan perempuan – bagaimana Cahaya mereka bergerak maju mendahului mereka dan dengan tangan kanan mereka : (sambutan bagi mereka akan berupa): "Kabar baik bagimu Hari ini ! Taman yang di bawahnya mengalir sungai untuk kamu diami untuk selamanya !! Ini sesungguhnya adalah sukses (pencapaian) tertinggi !"
Putarlah tangan kanan itu diatas tangan kiri dan tangan kiri di atas tangan kanan, kamu tidak dapat memulai dengan tangan kiri di atas tangan kanan.
Jadi ketika kamu membasuh tanganmu, itu artinya gerakan pertama yang kamu perbuat adalah menggunakan tangan.



Kamu membasuh tangan dan di antara jari-jemari
Al Quran: 48:10 .
...
Tangan Allah di atas tangan mereka : maka siapapun yang melanggar janjinya, itu dilakukan tiada lain hanya melukai ruh diri mereka sendiri, dan siapapun yang memenuhi apa yang diperjanjikan dengan Allah,- Allah akan segera menghadiahkan kepadanya sebuah Hadiah yang besar.

Kemudian kamu membersihkan antara jari jemari dan menjalin jari dengan jari, sehingga bertaut seperti dalam ilustrasi, jempol kanan di sebelah kiri dan jempol kiri di sebelah kanan.
a) Pertama kamu menggunakan 10 jari.
b) 10 adalah (simbol) kekuatan atau energy computer, nihil dan satu.
c) Jadilah 10, satu dan nihil.

Energy itu yang diajarkan Allah kepada para programmers, sesungguhnya datang dari tangan. Jadi mereka menyalurkan itu ke dalam computers sekarang ini, dan kamu menyaksikan semua kekuatan ajaib yang dapat dilakukan computer.

d) Jadi kalau computer dapat melakukan itu, itu mewakili 1 dan 0, lalu memiliki kekuatan besar itu, mereka menyalurkannya ke dalam computer untuk melakukan karya gemilang.
e) (Pihak lain) Mereka menyalurkan energy itu untuk menyembuhkan. Mereka melakukan itu tanpa tahu apa sebabnya. Mereka tidak tahu aspek Islaminya. Aspek Islaminya adalah bahwa 1 dan nol, dan itulah sebabnya kamu melihat jika kamu membuka tanganmu dan menarik sebuah garis [yang menghubungkan ujung-ujung jari] kamu membentuk sebuah lingkaran.
f) Jadi apabila kamu memulai dengan kedua tangan, saling menggosokkan, apabila membasuh mereka dan saling menggosokkan untuk meng-aktivkan mereka, itu adalah sebuah tanda.isyarat dari 1 dan 0, dan kamu sedang meng-aktivkan proses dari apa kode Allah yang dikaruniakan kepada kita melalui tangan. Kamu sedang meng-aktivkan mereka.


Untuk meng-aktivkan Kekuatan itu
Allah sedang memberi tahu kita bahwa kita sedang meng-aktivkan kekuatan kita dari 99 asma’ul-husna, yang distempelkan ke tangan kita.
Dengan menggosokkan itu kamu menggunakan proses seperti untuk membuat api dengan menggosokkan dua batang kayu. Menggosokkan (batang kayu) mem-produksi energy. Jadi menggosokkan tangan mem-produksi energy.



Air mencegah energy itu dari merembes keluar, itu membekukannya
Al Qur’an 80:15.
(Written) by the hands of scribes.
Mengapa Silah al-mumin al-wudu. [senjata kaum mukminin adalah wudhu]
Segera setelah kamu menggosokkan, itu menimbulkan energy dan dengan menggosoknya di bawah (pancuran) air, itu akan mempertahankan energy itu di dalam tubuh untuk digunakan kemudian.
Ketika kita menggosok kedua tangan kita, kita mempersiapkan energy untuk menyimpannya dan untuk menabung untuk digunakan terhadap musuh.

Untuk penyembuhan kita tidak menggunakan air
a) Kita menggosok tanpa air, kita mau melepaskannya keluar.
g) Ketika kita menggunakan air kita sedang mengumpulkan dan menabungnya, mengumpulkan dan menabung. Ketika kita mau melepaskannya kita membuka tangan itu dan melepaskannya keluar.






Jadi bagaimana untuk meng-aktivkan kode itu

Al Qur’an 19:94.
Dia memperhitungkan mereka (semua), dan telah memberi mereka (semua) nomor dengan tepat.
Al Qur’an 10:5.
.. supaya kamu dapat mengetahui nomor (hitungan) tahun dan perhitungan (waktu). Tidaklah Allah menciptakan ini kecuali dalam kebenaran (haqq). (Begitulah) Dia menjelaskan tanda-tanda Nya secara rinci, bagi mereka yang mengerti.
Al Qur’an 66:8.
....Cahaya mereka lari ke depan mendahului mereka dan dengan tangan mereka, sementara mereka mengatakan, "Ya Allah! Sempurnakanlah Cahaya kami untuk kami, dan karuniakanlah kami Ampunan:karena Engkau berkuasa atas segala sesuatu."
Rahasia 8 adalah Pendukung dari Satu dari situ 8 & 1
Jika kamu melihat Kode tangan kananmu
1. 5 Jari : 4 kaliphah + 1 Rasul, 4 Ahl Bayt + 1 Rasul, bila Mencintai Rasul lebih dari dirimu Tangan Nya berada di atas tanganmu. Kemudian Tangan Allah di atas tangan mereka {QS 48:10 , lihat halaman 2}
2. 3 garis dalam setiap jari x 5=15, ke-15 adalah Bulan Purnama atau Bulan dalam Kesempurnaannya, menggambarkan Haqiqat Muhammad.
3. Lihatlah angka 1 dan delapan 8. : Ini adalah numerology yang lebih canggih. Set terbesar dari angka adalah antara 1,2,3,4,5,6,7,8-9 tidak terdapat angka satu digit yang lebih besar dari angka-angka ini.

Contohnya 12 adalah hanya menggunakan 1 & 2 dan itu diambil dari salah satu angka 9 digit itu untuk membuat sebuah angka. Jadi angka terbesar adalah 9.
Semua ciptaan berada dalam sebuah kode nomor. Ciptaan adalah dalam Lingkaran yang digambarkan sebagai: Huwa Awwal 1, Huwa Akhira, 9.
Semua ciptaan adalah di atara 1-9. Jadi, 1 sampai dengan 8 adalah pendukung (penggembira) Kerajaan itu dan 9 adalah Sang Raja. Itulah sebabnya Pangkat 9 adalah sangat penting.
Itu menjelaskan arti dari titik sembilan


Sebagai contoh, ambillah angka 21, tukarkan digitnya dan kamu mendapatkan 12; kurangkanlah 12 dari 21 dan sisanya adalah 9.
Ambillah 63, tukarkan digitnya, dan kurangkanlah 36 dari 63; kamu mendapatkan 27, sebuah perkalian dari 9, dan 2 + 7 = 9.
Sekali lagi, angka 13 adalah kebalikan dari 31; selisih dua angka itu adalah 18, atau dua kali 9.
Terdapat tepat 9 planet dalam tata surya kita. Planet kita adalah nomer 3 dari matahari, yang kalau dipangkat-duakan menjadi 9.
Durasi rata-rata kehamilan manusia 9 bulan atau 36 minggu { 36 adalah nomor Surat Ya-Sin}
2 dikalikan 9 sama dengan 18, yang apabila dijumlahkan menjadi sama dengan 9. 3 kali 9 adalah 27 yang kalau dijumlah adalah 9. 4 kali 9 adalah 36 yang (kamu tebak saja) dijumlahkan menjadi 9. Terus saja lakukan ini. Kamu akan selalu mendapatkan hasil yang sama. Jumlah dari perkalian itu akan selalu sama dengan 9. "Oleh Allah kami dimiliki, dan kepada Nya kami kembali ":-

Dalam dunia mathematika, angka 9 adalah Tak Dapat Dilenyapkan (INVINCIBLE) tidak peduli berapa banyak kali kamu mengkalikannya atau ditambahkan itu kepada perkaliannya (tetap saja hasilnya adalah 9). Ini tidak berlaku untuk angka Lainnya. 360 derajat sebuah lingkaran dijumlah menjadi 9 juga.
4. Pada tangan itu terdapat angka 18 Arab {|^} Untuk meng-aktivkan Dhikr lihatlah pada Ism of Allah ke-18: 18 = Al- Fattah Sang Pembuka kemudian kepada nama ke 18 Rasul s.a.w.: 18 = nama Rasul adalah Rasul Rahmah = Utusan Rahmah. Jadi untuk membuka Rahmah kita harus tahu nama-nama ini yang menjadi busana Tangan Kanan.
5. Satu dan delapan bersama = 9, asma Allah ke 9 = Al- Jabbar, Maha Pemaksa; Nama ke-9 Rasul = Aqib, Nabi Terakhir Sempurna diantara Semua Ciptaan , ahli naraka akan memanggilnya dengan nama ini untuk mendapatkan Shafa’a. Surah ke-9 adalah Tauba - Ampunan



Al Qur’an 57:29

.... Kebaikan (fadhilah) (Nya) berada (seluruhnya) dalam Tangan Nya, untuk diberikan kepada siapaun yang dikehendaki Nya. Karena Allah adalah Pemilik Kebaikan yang tiada batasnya{waAllahu dzu l-fadli al- Azhiimi}
Kode Tangan Kiri


1. Kode jari sama (dengan tangan kanan)
2. Kode garis sama
3. Pangkat 9 sama
4. Lihat 8 & 1 pada tangan kiri = adalah 81.{^|} Ism Allah ke-81 = Al- Muntaqim Sang Pembalas ; Nama ke-81 Rasul = Dhul Fadl = Sumber Kebaikan



Mereka gunakan titik 9 ini di dalam Enneagram.
Al Qur’an Tauba 9:14
{ 9 Power 14=1+4=5}
. ... Allah akan menghukum mereke melalui tangan mu, menyelimuti mereka dalam malu, menolong kamu (untuk menang) mengungguli mereka, menyembuhkan dada orang beriman,

Al Qur’an Ya-Sin:
36:83.{ 36=9. 8+3=11} Maha Sucikanlah Dia yang di-tangan Nya kekuasaan terhadap segala sesuatu: dan kepada Nya kamu semua akan dikembalikan.
Ini adalah pelajaran yang mereka bawa dari Asia Tengah, dari pengikut Naqshbandi, yang telah saya terangkan pada waktu lalu. Mereka gunakan linear (garis enneagram) ini , tetapi sesungguhnya itu adalah sebuah lingkaran. Mereka memiliki sembilan titik peluru yang membentuk seluruh system, keseluruhan tubuh. Ketika kamu menggosokkan jari-jemari, kamu meng-aktivkan 99 asma’ul-husna Allah.
99
a) Ism Allah ke-99 adalah Al- Sabur – Maha Sabar. Nama ke-99 Rasul adalah Mustafa - Divinely Pilihan (Terpilih) Ilahiah . Kedua tangan bersama memohon Al-Sabur melalui Kebesaran Sayedena Muhammad al Mustafa, kamu melepaskan (membuka) barakah tak terputus dalam tangan itu
b) Dengan meng-aktivkan mereka, kamu meng-aktivkan titik 9 yang berada pada tubuh kamu.
c) Dan ketika kamu meng-aktivkan mereka, sebagaimana dalam istilah masa kini : penerima (receiver) dinyalakan, energy mengalir ke dalam, itu mulai bekerja untuk dapat menerima, men-digitizkan dan melepaskannya keluar sebagai sebuah gambar dan sebagai sebuah suara, sebagaimana kita melihat (di TV & radio) sekarang.
d) Begitu juga, tangan yang adalah lingkaran, itulah sebabnya mengapa ketika kita menggosok mereka dan membuka mereka, mereka mulai berlaku seperti lingkaran yang saling melingkupi, mengambil/menerima semua energy apapun yang datang, mereka mengkelolanya .




Jadi ketika kamu meng-aktivkan 8 dan 1
9 adalah Kepasrahan Sempurna

99 nama, dalam numerology 9 adalah sama dengan nol (nihil).
a) 9 kesemuanya akan berakhir menjadi 9, jika kamu menambahkan mereka.
b) 9 dalam istilah numerologi sama dengan nihil, kamu tidak menambah apa-apa dengan angka ini.
c) Angka ini tidak lagi ada (exist). Itu artinya kepasrahan, kepasrahan sempurna, ketika kamu meng-aktivkan energy itu, kamu berada dalam kepasrahan energy itu, pasrah kepada energy langit yang sedang mendatangi.
d) Kamu tidak lagi melihat dirimu bertindak, tetapi energy itu yang bertindak, kamu menjadi nihil. Seperti pergi dalam sebuah kapal terbang atau sebuah kereta-api atau sebuah mobil. Mobil itu pasrah kepada orang yang mengemudikannya. Begitu juga kereta-api itu pasrah kepada orang yang mengemudikannya



Pangkat 19
Pangkat 19
Al Qur’an;74.30
Diatasnya adalah sembilan belas.

Semua ciptaan di dalam al Qur’an, seluruh Al Qur’an di dalam Fatiha, seluruh al Fatiha di dalam BismiAllah Al-Rahman Al-Rahem = 19 huruf Arab mencakup seluruh ciptaan.
Allah menunjukkan kode Binary pertama 1 sampai 9 untuk penciptaan.
Kemudian Allah memperkenankan ciptaan untuk menggunakan kode Binary dari 1+9 =10, dari situ 1dan 0. Semua perhitungan adalah dalam sebuah kode Binary.

Angka 19 adalah angka di dalam Al Qur’an

Ketika kamu menggosok dan meng-aktivkan angka sembilan, kini kamu melewatkan air, jika kamu memeriksanya, mereka yang tahu bagaimana membuat wudu, tidak semua orang mengerti untuk menjalin jari-jemari. Disitulah kamu meng-aktivkan sepuluh 10 itu. Sepuluh 10 dan sembilan, menjadi 19.

Baru-baru ini mereka mendapati bahwa setiap ayat di dalam Al Qur’an adalah dalam sistem 19.
a) Dan bahwa 19, “wa yahmilu arsh arrahmani yawmadhin thamaaniyya.” dan delapan akan, pada Hari itu, memanggul Singgasana Rabb mu di atas mereka.[69:17]
b) Dan yang memanggul neraka adalah 19. Neraka adalah energy jadi itu adalah kekuatan energy.


Kamu meng-aktivkan energy negative untuk menyembuhkan energy negative
Al Qur’an 111:1.
{ 111 Kerajaan Abadi Allah Ism ke-3 adalah Al-Malik, nama ke-1 Rasul adalah Ayat terbaik , Nama ke-1 adalah Muhammad.}
111:1 Musnahlah tangan Abi Lahab (Ayah Api)! Musnahlah dia!

Kamu memerlukan racun untuk mengobati racun – itulah sebabnya mereka memberikan antibiotics.
Bahwa 19 adalah jumlah malaikat yang bertanggung jawab untuk neraka. Jadi kamu menggunakan energy itu yang datang dari mereka itu, energy negative.
Dengan negative kalau kamu mengkalikan dengan negatif kamu mendapatkan positive. Kamu menyembuhkan penyakit dengan api yang datang dari neraka.
Energy itu ketika dia datang secara tuntas menghancurkan racun yang berada dalam system. Begitulah kamu meng-aktivkan 19 bersama-sama.


Kekuatan 8 & 1, yang terkait dengan Arsh Singgasana Langit.

Lagi ringkasan 1 dan 8 dan 8 dan 1.
Ketika Singgasana Allah muncul di Hari Pengadilan 8 malaikat menyangganya.
Jadi mengapa mereka menyangganya– mereka membawa Nomor 1.
8 membawa 1. Allah menunjukkan kita tentang itu melalui tangan kita. Kamu meng-aktivkan juga energy baik . Setelah melepaskan energy baik.
Setelah kamu menghancurkan energy negative dengan energy negative, kamu menginginkan untuk memakaikan kepada mereka dengan 8 dan 1 dengan energy baik, energy langit.
Energy surga dan memakaikan mereka dengan itu. Dan itulah sebabnya mereka kini merasa kuat dan mereka merasa tersembuhkan.

Ketika kamu meng-aktivkan dengan menggosokkan kedua tangan
Ketika kamu meng-aktivkan angka sembilan, itu artinya kepasrahan sempurna.
Kini kamu membiarkan tubuhmu tunduk kepada energy cosmos yang mendatangi. Dan energy itu mewakili energy dahsyat.
Ketika kamu meng-aktivkan dengan angka 10 kamu meng-aktivkan energy itu.
Energy negative ini tidak buruk, itu adalah kekuatan dari satu yang negative, kamu mengalahkan musuh dengan musuh.
Energy dari matahari adalah energy api namun pada saat yang sama itu menyembuhkan, energy yang berguna. Kamu menggunakan negative untuk menyembuhkan negative untuk memusnahkan secara sempurna.
Kamu tidak menyisakan apapun kepada Sang Buruk
Maka aktivkan 8 dan 1 untuk penyembuhan ilahiah (langit).

Hadith Orang Buta

Kebutaan Spiritual
Buta di dunia ini akan buta juga di dunia berikutnya

Seorang buta mendatangi Nabi s.a.w. dan berkata:
"Mohonlah kepada Allah untuk saya sehingga Dia menolong saya.”
Dia menjawab: "Jika kamu mau saya dapat menunda ini, dan itu akan lebih baik bagimu, dan jika kamu mau saya akan memohon Allah Azza wa Jalla untukmu”
Dia berkata: "Kalau begitu mohonkan pada Dia ." Nabi s.a.w. berkata kepadanya: idhhab fa tawadda', wa salli rak`atayn thumma qul -- "Pergilah dan berwudhu, shalat dua rak`at,
Kemudian baca: "Ya Allah, saya memohon (as'aluka) dan menghadap kepada Mu (atawajjahu ilayka) dengan Nabi Mu Muhammad (bi nabiyyika Muhammad), Nabi Rahmah;
Ya Muhammad (ya Muhammad), saya menghadap denganmu kepada Rabb ku mengenai kebutuhanku saat ini / saya memohon Rabbi dengan shfa’atmu tentang kembalinya penglihatanku
(inni atawajjahu bika ila rabbi fi hajati hadhihi)
- versi lainnya: inni astashfi`u bika `ala rabbi fi raddi basari) sehingga Dia memenuhi keperluanku; Ya Allah, perkenankan dia untuk memberi shfa’at (dengan Engkau) untuk ku (allahumma shaffi`hu fiyya)."
Du’a : as'aluka atawajjahu ilayka bi nabiyyika Muhammad, ya Muhammad inni atawajjahu bika ila rabbi fi hajati hadhihi ……-
- versi lainnya: inni astashfi`u bika `ala rabbi fi raddi basari allahumma shaffi`hu fiyya ….)
2 RAKAT SALAT NAFL HAJAT kemudian baca du’a di atas 3 kali dan sebutkan keinginanmu

Penyembuhan Spiritual dalam Tradisi Islam
Oleh
Shaykh Hisham Muhammad Kabbani, MD
Diterjemahkan oleh: …. BELUM SELESAI
Kembalinya ketertarikan pada metode penyembuhan spiritual akan membantu pengembangan lebih lanjut kedokteran modern karena pengalaman penyembuhan mulia ini sudah terjadi sejak lama. Sayangnya topik ini sering diabaikan dan dianggap tidak bermanfaat oleh para dokter pada saat ini meskipun praktek penyembuhan ini sudah terjadi dan berhasil selama ribuan tahun.
Ilmu Pengetahuan Penyembuhan Spiritual
Proses penyembuhan spiritual membuat muda (rejuvenate) kekuatan hidup tubuh melalui beberapa titik fokus di dalam tubuh. Teknik spiritual menghasilkan suatu efek neuro-psychological yang mengakibatkan sistem syaraf pusat menghasilkan suatu orkestra endokrin untuk menjadikan pengurangan rasa sakit, menyembuhkan penyakit pada tempat-tempat sakit dan menyeimbangkan seluruh tubuh.
Hubungan Kesehatan dengan Kebugaran Fisik dan Aktivitas
Tubuh manusia memerlukan makan dan minuman, namun tidak semua zat-zat ini dapat dicerna dan tidak dapat menjadi bagian tubuh manusia. Beberapa makanan sisa yang tidak dapat dikonversi akan menjadi sedimen yang dapat tinggal dalam tubuh karena tubuh tidak dapat membuangnya secara alamiah, lama-kelamaan penimbunan ini akan menyebabkan beberapa penyakit. Pada mulanya penimbunan ini akan tambah sebagai timbunan lokal, namun kemudian akan mempengaruhi darah dan lalu menyebar ke seluruh tubuh.
Jadi meski pada mulanya hanya menimbulkan sakit perut, lama-kelamaan penimbunan yang membesar akan berbahaya dan penyakit lokal akan menyebar. Dalam hal ini sangat penting untuk mempelajari pathology (ilmu penyakit) dan sejarah pengembangannya.
Mengetahui bahwa ketidakberesan ini mengakibatkan problem di perut, seseorang bisa terbiasa mencari cara penyembuhan yang tidak benar sehingga tambah komplikasinya. Pada kenyataannya, banyak obat-obatan itu adalah racun dan dapat campur tangan dengan menghilangkan kebaikan dan keburukan. Penambahan obat-obatan dapat selanjutnya bermasalah karena obat-obat ini panas dan interaktif dan mereka dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, atau menyebabkan pasien menjadi arrhythmias, berefek negatif pada ginjal dan mengembangkan berbagai disorder dan deficiencies. Latihan fisik yang sesuai diperlukan untuk menyegarkan organ-organ, membuat mudah aliran makanan dan gizi, memperbaiki sstem pencernaan dan mencegah pengumpulan makanan..
Furthermore, natural and methodical control of movements and muscular actions lightens the spirit, refreshes the mind, rejuvenates the body organs, improves one’s self, strengthens muscular tone, prevents callousness of the joints, strengthens the tendons and ligaments, lessens the possibility of somatic disorders, and abates most illnesses. This also depends on the level of physical exercise, their balance, moderation, or intensity.
In general, routines dedicated to any particular limb strengthen it just like dedicating one’s thoughts to a specific subject strengthens one’s memory. Hence, each part of the body requires specific routines. The lungs require reading exercise and their levels began from reading silently, and advancing gradually in intensity and loudness.
Hearing exercise require careful responsive attention by stimulating the auditory nerves and ears, and it develops to the pint where sound either increases in volume or decreases by distance or by intensity of one’s wavelength.
Speaking exercise increases oral command; and besides helping recognition by physical and mental vision, eye exercises enhance one’s vision, strengthens the ocular muscles and in some cases can help correct nearsightedness and farsightedness. Thus, hiking, swimming, normal walking exercise at moderate pace, riding on horseback, archery, and similar sports, are most healthy for the entire body. Adopting such programs of physical exercise even can cure chronic illnesses such as anemia, infectious diseases, ulcers, and colic, among others.
Asal mula Penyembuhan Spiritual Islami
Penyembuh spiritual mewarisi metode yang digunakan oleh utusan Tuhan, dan dari satu generasi ke generasi telah mempraktekkan sampai saat sekarang. Dalam tradisi Islam, penyembuh mengunakan obat-obatan dan cara-cara spiritual. Teknik spiritual mengikuti prinsip saintifik dengan menggunakan energi pasien itu sendiri dan kekuatan di dalam pengabdian dan doa serta meditasi dari nabi-nabi, rasul-rasul serta para wali Allah.
Nabi Muhammad SAW suatu hari ketika sedang melakukan penyembuhan orang-orang dengan cara spiritual ditanya apakah penyembuhan dapat dilakukan melalui obat-obatan. Beliau menjawab, “Ya, kalian harus mencari penyembuhan dengan obat-obat, sebab apa pun penyakit yang telah diciptakan oleh Allah, maka Dia juga menyediakan obatnya. Tetapi hanya ada satu penyakit yang tidak disediakan obatnya, yaitu usia tua”

Setiap dan semua ayat-ayat dalam Qur’an mempunyai sifat penyembuhan yang unik yang berbeda satu sama lain. Ayat-ayat berikut merupakan contoh ayat-ayat yang digunakan pada penyembuhan spiritual.
Enam Ayat-ayat Penyembuhan: "Ayat Al-Shifa"

“dan [Allah] akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta menyembuhkan dada orang-orang yang beriman” Attauba 9:14


“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman”. Yunus 10:57


“Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia”
Nahl 16:69


“Dan Kami turunkan dari Al Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”
Bani Israel 17:82


“dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku”
A supplication of Prophet Abraham Shuara 26:80


Katakanlah: "Al Qur'an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman.” 41:44
Tentang Energi dan Bagaimana Penyembuhan Spiritual Bekerja
Penyembuhan spiritual bukan suatu proses yang misterious, tetapi merupakan hal yang langsung, meskipun terkadang cukup kompleks. Teknik penyembuhan spiritual meliputi medan energi yang ada di sekitar kita. Setiap orang memiliki medan energi atau aura yang mengelilingi dan masuk ke dalam tubuh fisik. Medan ini secara dekat berhubungan dengan kesehatan manusia.
Pada budaya yang berbeda, energi ini memiliki nama-nama berbeda, seperti:
Ki in Japanese
Chi in Chinese
Prana in Hindi
Qudra in Arabic
• Energi adalah nafas kehidupan yang ditransmisikan pada kita oleh Yang Maha Kuasa untuk menjaga manusia dan semua ciptaan
• Energi mengatur pola pikir kita dan emosi, merupakan sumber kekuatan hidup dan merupakan faktor penggerak untuk semua mahluk hidup. Energi berputar pada badan kta dan dapat dikumpulkan untuk penyembuhan
• Hal ini merupakan semua sumber penggerak alam semesta. Ketika manusia meninggal maka energi asal (atau kekuatan hidup) pergi sehingga badan dapat terurai.
• Badan kembali ke asalnya di bumi dan spirit menuju alam spiritual energi malaikat
• Energi ini tidak pernah hilang dan keberadaan energi ini susah dimengerti oleh sains dan kedokteran modern
Energi spiritual yang tidak diketahui ini berada dibalik setiap titik darah mahluk-mahluk yang bergerak, berada dibalik setiap sel hidup, dan merupakan gaya penggerak sistem tatasurya dan galaksi.
• Energi membawa kesempurnaan yang tak terbatas dan kekuatan lengkap yang real, aktif dan kontinu. Kekuatan energi ini benar-benar ada sebab tanpa hal ini tidak ada yang bisa tumbuh atau hidup di alam semesta.
• Hal ini khususnya terjadi di bumi, disini tidak mungkin ada pohon, rumput atau kehidupan tanpa intervensi dari energi yang tidak diketahui dan terlihat {Foton dipancarkan dari matahari tetapi tak tampak oleh mata telanjang}
• Adalah dengan energi ini suatu tumbuhan kecil bisa muncul keluat pada suatu padang pasir yang luas. Kekuatan hidup energi ini berada pada organ tubuh, pembuluh darah, dan semua bagian-bagian tubuh. Ketika kekuatan hidup tubuh hilang, maka hubungan anatomi organ-organ tubuh berubah dan kacau yang mengakibatkan rasa sakit, kerusakan organ dan penurunan kesehatan secara keseluruhan.
• Kekuatan hidup energi spiritual menciptakan medan energi pada dirinya sendiri seperti magnet bermuatan kuat atau elektroda
• Kekuatan ini mencerminkan energinya pada tubuh manusia dan menjadi kekuatan hidup pendorong di belakang semua aktivitas dan proses. Kekuatan hidup tidak hanya memberi energi pada tubuh tetapi juga memberi identitas. Sebuah atom ditentukan oleh faktor penyusunnya seperti elektron, proton dan netron –yang merupakan juga komponen energi—demikian juga kekuatan hidup spiritual memberi energi dan identitas pada tubuh fisik.
Energi penyembuhan spiritual juga analog dengan air terjun. Apabila air terjun tersalurkan dengan cara yang benar, maka dapat digunakan untuk menghasilkan energi listrik dan memberi cahaya.
• Hal yang serupa, jika aliran darah kita mengalir secara benar pada suatu sistem yang seimbang, maka kekuatan pendorong energi akan menambah energi bagian-bagian tubuh yang lemah.
In those organs where the life force has been weakened and dissipated, spiritual healing will increase and activate these vital forces. The spiritual healing technique allows the life energies to be exponentially expanded to activate the ill member and heal it.
A similar phenomenon is seen in an atomic reaction, where tremendous power is released from the internal energy of the atom. The energy produced increases geometrically as the activated, energized atom spreads its energy to its neighbors, propagating a chain reaction of energy release.
The same principle of the atomic reaction is used by spiritual healers to harness and activate the life force within the patient. Much in the same way that contemporary physicians direct lasers to heal affected areas of the body,
• spiritual healers access a similar chain reaction of the body’s existing energy, channeling it to the affected areas to heal pain and suffering.
• When one organ begins to heal, the other organs use the released energy to activate and release their own inherent energy, which in turn promotes physiological equilibrium and relief from pain.

Tiga Tahapan dalam Penyembuhan Spiritual
Universal force--or cosmic energy--includes the energies of the planets, stars and galaxies, and whatever is around us of propagating energy fields.
• This vast, all-pervading force nourishes the soul, the spirit and the energy within each individual and in every living creature. Through the meditative process of spiritual healing, one can access this driving energy which exists in every living cell in the body.
• The energy is channeled to the cerebral cortex, which is the processing center of our thoughts.
• From there it will be intensely focused and channeled in the nuclei of the brain stem, which are activated and stimulated by this focused life force. In turn impulses are sent to the autonomic nervous system, regulating the body’s functions, keeping it in equilibrium and free of pain.
• The concentration of energy in the brain comprises the first phase of spiritual healing.
This process in turn stimulates the vagus nerve
• to send electrical impulses down the heart’s conduction system to the sinoatrial node,
• through the internodal tracts,
• through the atrioventricular node,
• down the Bundles of His,
• out the Purkinje fibers and into the myocardial wall to begin systole.
• This migration of energy which fills the heart is the second phase of spiritual healing. Conditions such as angina, congestive heart failure, cardiomyopathy and hypertension, in addition to many other related cardiac diseases, are healed and the patient can then find health and relief from pain.
The energy is then pumped with the blood out of the heart into the vascular system and delivered to the entire body in the third phase of spiritual healing. A major focus of phase three is the aorta, which is the conduit for the healing waves of energy that are carried by the blood.
As the blood flows from the heart, it is first channeled back to the heart via the coronary arteries in a chain reaction that sustains and increases the energy in the heart itself, much in the same way that the sun increases its light through its own nuclear reactions. This cycle produces more and more energy, which pours out into the vascular system with foci in the major arteries, supplying the brain via the carotid arteries. It also travels through the subclavian arteries to the upper extremities, the splanchnic circulation to the abdomen, through the renal arteries to the kidneys, and through the iliac vessels to the lower extremities.
The huge volume of drops of blood are like a waterfall made by a huge river descending over the side of a tall mountain cliff. All vegetation and animals in the water’s path are nourished and given life, and every cell in the body is healed when the vital spiritual energy wave reaches it.
A healthy heart will sustain a weak body, but when the heart is weak and diseased--even in a young person--the body will not be healthy or live long. Therefore, maintaining the heart is the first priority for spiritual healers. Furthermore, maintaining the brain is also another important priority to keep the flow of messages functioning properly.
Contemporary Physicians and Spiritual Healers
Physicians and scientists are all acquainted with this unquantifiable life force, but are unable to interact with it directly except through its vehicle, the physical body. For that reason, scientists look intently to the outward existing body and invent procedures and techniques to keep the body in homeostasis, striving to keep the vital life force in the body as much as possible and to keep the body free of pain.
The contemporary physician is concerned primarily with the physical body as well as the psychological aspects of human existence. Therapeutics for illness are largely physical, whether in the forms of medication, surgical intervention, or otherwise.
Spiritual healers, on the other hand, use an inward approach to healing by applying spiritual techniques and methods to utilize the body’s own energy. The difference between the spiritual healers and the physician healers is that the former is healing from inside-to-outside while the latter is healing from outside-to-in. Each are doing good for their patients and both meet on the common ground of curing disease and relieving pain and suffering.
High Sense Perception As A Diagnostic Tool
Physicians utilize Magnetic Resonance Imaging (MRI) techniques which use the energy and alignment of the body’s atoms to provide images and information about the condition of the body and any potential disease process.
The spiritual healer also has advanced diagnostic modalities one of the most important of which is HSP, High Sense Perception.
HSP is a way of perceiving things beyond the normal range of the five senses. With it one can see, hear, smell, taste, and touch things that cannot normally be perceived.
HSP, sometimes referred to as clairvoyance, is not imagination but is a type of seeing in which you perceive a picture in your mind without the use of your normal vision. HSP reveals the dynamic world of the fluid, interacting spiritual energy fields which surround and permeate all living things. This energy supports us, nourishes us, and gives us life. We sense each other with this energy as we are a part of it and it is a part of us.
With HSP, the pathophysiology of pain and disease processes lies right before one’s eyes. HSP reveals how most diseases are initiated in the energy field. Distortions in the energy field caused by time and unhealthy living habits are transmitted to the body, becoming a serious illness. Many times the source or initiating cause of this process is associated with psychological and/or physical trauma.
Since HSP reveals how a disease is initiated, it also reveals how to reverse the disease process. Spiritual energies and auras aid healers in formulating their diagnosis. To develop HSP it is necessary to enter into an expanded state of consciousness. There are many means to achieve this but spiritual meditation is fast becoming the most well known.

The Nasma {Aura} and Meditation
In the spiritual terminology, the non-physical body is called nasma. Nasma exists within each physical body as a subtle vapor or energy breeze created by the chemical output of the physical body. The nasma is present in human beings just as rose water is present in the rose or as the fire in glowing coals. Being superior with its connection to the divine energy source, it can taste without using the tongue, can see without using the eyes, and can hear without using the ears.
By using the nasma, HSP is made available to the spiritual healer. The nasma derives its nourishment from the esoteric energy which is released whenever we act, think, or form a belief or intention. The nasma in human beings is capable of leaving the physical body at any time through the universal driving force.
When the flow of spiritual energy is disturbed or insufficient, the health of the patient is adversely affected, leading to pain, disease, distress, and so forth. These are signals that we need to rebalance our energy.
A positive energy flow nourishes the nasma and maintains its structure and foundation, balancing the human system. This balance leads to increased awareness of the body’s sensations which in turn leads to good living, following of proper diet, and enjoyment of exercise. The nasma then supports and maintains a healthy physical body, in which the chemical and physical systems remain balanced and functioning normally, thus perpetuating physical health.
In the healthy system, the energies in each body not only remain balanced but also support and influence the energy balance in other peoples’ bodies. The nasma can influence others like a magnet bringing the charges of adjacent metal into its alignment. The energy of a healthy system is thus both self-healing and self-propagating in that it maintains the individual health while strengthening the health of those in one’s aura. That is, good health attracts and develops more good health.
The nasma can not only influence the physical body, but it can also be affected by a sick body and become weak because of the weakness of the organs.
• For example, in a weak body a weak nasma shows its symptoms in the mental and physical aspects of a person.
• In the mental sphere, any one of the following will occur: neurosis, depression, hysteria, psychosis, seizures, sleep terror, and insomnia.
• If this state of affairs is allowed to continue without treatment, the nasma becomes so weak that it is rendered incapable of defending itself in the weak body.
• The patient at this stage suffers either from seizures, psychotic fits, or aggressive behavior.
• The spiritual healer can strengthen the patient’s organs and thereby the nasma through the universal driving force, creating a high-energy state in which symptoms of sickness disappear.
Meditation And The Focal Point Of Treatment
In spirituality, good health requires intensive striving by the patient and personal change. Personal change to develop patience, contentment, gratitude, cheerfulness, joy, love, sharing, courage, benefaction, recognition of good deeds, forbearance, and courtesy will improve spirituality and energy flow.
Over activity even in this field and lack of proper supervision and devotion of a concerned and learned parent, or the dedication of qualified teacher also may lay a heavy burden on the person’s intellect. Alternatively, an impasse in spiritual progress may hinder one’s spiritual growth, and only a qualified guidance can break through such obstacles. Such training must keep advancing until it develops genuine character, positive traits, and healthy energy flow.
Without personal change in the body’s energy flow, one will eventually create other problems which leads back to the source that caused the disease in the first place. Thus, dealing with the source of disease is the focal point of treatment.
• This search stimulates the deeper part of ourselves that is sometimes called the "higher self" or the "spark of divinity" within us.
• This divinity within us, the deeper part of ourselves, sends us information about what type of sickness needs to be treated and what type of contact points need to be touched through our meditation.
• Meditation is a tool which gives deep relaxation and to quiet the mind. This helps to alleviate stress, and therefore enable the internal chemical and hormonal system to regain their equilibrium.
Medical tests have shown that there are definite measurable physiological changes in meditating subjects. The brain itself undergoes changes in the type of electrical waves generated. By using an electroencephalogram (EEG) there is an increase in the generation of alpha waves and sometimes also in the number of theta waves. These indicate a shift of consciousness into a tranquil state of awareness quite different from that of sleep. This state is therapeutic and very restful although the patient is both fully conscious and functional.
The body demonstrates the effects of meditation in various ways.
• The breathing pattern slows, as does the heart rate, and there is a marked decrease in the level of oxygen consumption and carbon dioxide elimination.
• However, the physical effects of meditation last longer than the meditation period itself.
• This is demonstrated by the fact that sufferers of hypertension and many other diseases have, through meditation alone, made such clinically-measurable improvements that they have been able to discontinue their medications.
• This is very well noted and recorded in spiritual healing books and manuscripts.

How Energy Relates To Disease
Spiritual healers symbolize the flowing of the driving life force in the body and in the universe as vortices of energy made up of a number of smaller spiral cones of energy.
• These are known in Islamic terminology as "lata‘if", meaning subtle manifestations or layers.
• The lata‘if (sing. lateefa) are the points of maximum energy intake and are very important focal points of balance within the energy system. Disease and illness occur if a lateefa is unbalanced.
Lata‘if in adults have a protective screen over them.
• In a healthy system, these lata‘if spin in synchronized rhythm with the others, drawing energy from the universal energy field into their center for use by the body.
• Each one of them is tuned to a specific frequency that helps the body to remain healthy.
• However, in a diseased system these vortices are not synchronized. The energy of the lata‘if that make up these vortices may be fast or slow, jerky or lopsided.
• Sometimes breaks in the entire energy pattern can be observed in which a lateefa may be fully or partially collapsed or inverted.
• These disturbances are related to dysfunction or pathology of the physical body in that area.

Towards the Understanding of the 9 POINTS
Healing Through Meditation And Focal Points Of The Lata’if
The feeling of pain can be completely cured by meditation wherein the dormant energy of a sick body is activated by a spiritual ignition produced by the meditative process. This spiritual process uses seven different focal points in the seven layers, the lata’if.
There are seven focal points {plus 2 more} of the lata’if.
This is different from 5 Levels of the Heart
• These are located above and below the heart,
• above and below the left breast,
• above and below the right breast, and
• one on the forehead.
• Every Lataif has a different energy color,
• and every energy has a different effect on a specific disease.
• The two focal points above and below the heart are green.
• The points above and below the left breast are yellow,
• the ones above and below the right breast are black,
• and the one on the forehead is white.
• { By Permission the Shaykh will give out The Ismu Allah or Dhikr for each Point and the number of repetitions} This will activate the Points.
Through meditation these seven focal points of the lata’if generate energy.
• Then, like a magnet, these activated focal points attract more energy from the universal cosmic energy source in the shape of tiny floating spheres of light.
• The size of these spheres depends on which lateefa is activated, as there is a different sized sphere for every different color lateefa.
• Depending on the illness, the healer activates the appropriate lateefa needed to cure that sickness.
• In turn, the lateefa produces more of its energy color which itself attracts from the universal energy source more of the same light.
• The result of this positive feedback loop is a tremendous outpouring of shimmering globes of light which descend from the cosmic energy source onto the person of the healer.
Through this flood of colored energy spheres, the healer is energized to the point where he radiates heat from his body through his hands and projects light from his forehead.
• As a scientist shoots a laser, the spiritual healer emits the light and energy that he receives from the universal force.
• The healer massages the affected areas and this combination of heat from the hand and light from the forehead immediately begins the healing process.
• The healer also prescribes that the patient sit alone for a few hours each day fully relaxed, repeating several thousand times different holy names of God in a special format for the duration of treatment.
• These holy names are like energy sparks which ignite more flow from the universal energy source.
• This ignition also activates the focal points of the lata’if causing heat to be generated in the body of the patient. This heat is considerably less than the immense power transmitted by the healer, but it is sufficient to cause the patient to break out into a sweat.
At this time, the patient goes to the healer who transmits more energy as before, advancing the patient’s treatment.
• As the moon reflects the light of the sun onto the earth, so too does the healer reflect the universal energy through his body to the patient.
• This produces a state of immense heat and spiritual interaction between the healer and the patient.
• This process is repeated for several days or even weeks until the patient recovers.
• As he recovers, the patient begins to experience a psychological effect from the dynamic, synergistic interaction between himself and the healer.
• This psychological effect of recovery and relief from pain induces the endocrine glands to secrete hormones which balance the whole system and begin to cure the ill organs, raising the patient to higher levels of health and spirituality than would be possible in the former painful, diseased condition.
As the surgical patient is anesthetized, so too is the spiritual patient put in a pain-free state in which the spiritual healer can work on him in the way he finds suitable.
Kesimpulan
Penyakit pada suatu stasion medan energi akan menyatakan dirinya dalam level tertentu pada kesadaran. Setiap pemunculan penyakit dalam bentuk kesakitan dapat merupakan fisik, emosi, mental atau spiritual. Sangat penting bagi kita untuk mengetahui secara mendalam penyakit kita:
• Kita perlu bertanya, “Apa arti penyakitan dan rasa sakit bagi kita?” Apa yang dapat kita pelajari dari sini?"
Rasa sakit merupakan pemberi tahu dalam mekanisme pertahanan diri dari tubuh yang dapat membangunkan kita untuk membetulkan situasi. Rasa sakit seperti lonceng pemberi peringatan dalam sistem kita untuk mendapatkan perhatian bahwa ada sesuatu yang salah dan memaksa kita untuk melakukan sesuatu. Rasa sakit mengatakan, "Kamu tidak mendengarkan pada keseluruhan dirimu sendiri." Rasa sakit mendidik kita untuk meminta pertolongan dan penyembuhan dan oleh karena itu merupakan suatu kunci pendidikan rohani dan supaya berfungsinya energi spirit dan tubuh.
Suatu pendekatan menyeluruh untuk mengurangi rasa sakit dan kesehatan secara umum seharusnya meliputi penyembuhan spiritual yang akan menolong secara besar kemajuan kedokteran modern. Banyak buku dapat dan sudah ditulis tentang penyembuhan spiritual secara Islami, mudah-mudahan pengenalan singkat ini dapat membantu membawa subyek ini masuk pada perhatian masyarakat medis dan menimbulkan penghargaan dan pengertian tentang tradisi yang kaya ini dan ilmu pengetahuan.

The secret of this Tariqa is based on these five lata'if (Subtle Things), the Stations of the heart.

"There are five stations of the Heart: Qalb, sirr, sirr as-sirr, Khafa and Ahkfa.
Qalb is the Heart,
sirr is the Secret,
sir as-sirr is the Secret of the Secret,
Khafa is the Hidden, and
Ahkfa the Most Hidden.



















1- Latifat al-Qalb, the stage of the Heart,
 Ilmiya =All Knowledge Enters
 Sense = Hearing
 YA Sayed = Saliheen
 Under the authority of Sayyidina Adam (s), because it represents the physical aspect of the heart.
 Color: { The light of the Heart is a yellow hue}
 6th Sense = Knowledge . Heart everything goes in. even shaytan, the devil goes gossiping, The first one, which is on the top, is the surat al`Ilmiyya. The picture of knowledge. The scientific knowledge. The first is where all knowledge comes in.
 Pillar of Islam:
 Which Salat:
 .
 .
 .
 .




2- Latifat as-sirr, the station of the Secret,
 Ruhiyya = Spirituality
 Sense = Seeing
 6th Sense = Spiritual Vision foresight
 Ya Sahib = Shuhada Witnessing
 Under Sayyidina Nuh (s), because it is the Vessel which is saved from the Ocean of Darkness, salvation from the flood of ignorance.
 Color: {the light of the Secret is red}
 [Then secret, that is the reality of mushada. Of hearing and seeing. is where all spiritual vision comes in. when you have the ilm and the vision, what do you achieve perfection, mithaaliyya. Next level]
 Pillar of Islam:
 Which Salat:



3- Latifat Sirr as-Sirr, the station of the Secret of the Secret,
 Mithaliya= Spiritual Perfection Yagin Certainty
 Sense = Touch
 6th Sense = Subtlety of Soul
 Ya Sadiq = Siddiqiun
 Under two prophets: Ibrahim (s) and Musa (s), who represent Allah's Divine Presence on Earth. Allah made Ibrahim (s) the symbol of all His Khalifs on this Earth, as mentioned in the ayat of the creation of mankind, inna jacilun fi-l-ar i khalafa [2:30]. Musa (s) was blessed with hearing and speaking to Allah which are the two essential attributes of knowledge.
 Color: { light of the Secret of the Secret is white}
 [secret is sirr as-sirr, secret of secrets, the haqiqat of hearing and seeing. First ilm al-yaqeen, then ayn al-yaqeen then Haqq al-yaqeen . threerd surat al-Mithaliya. Perfect picture When you reach this, you achieve perfection, you end up with a balanced good physical composite of pictures. Souls perfection taking you to Physical Perfection. Best of all Creation Sayedena Muhammad(AS). He has the knowledge and the vision. That is alam al-mithaal. The world or realm of the highest understanding, above your normal, what you achieve in spirituality]
 Pillar of Islam:
 Which Salat:
 .
 .
 .


4- "Latifat al-Khafa, the Hidden Station,
 Jismiyya = Physical Perfection of a Human Insan Kamel
 Sense = Smell
 6th Sense = Smell
 Ya Nabi =Nabieen
 Under Sayyidina ISA {Jesus} (s). Because of his relationship with Hidden Knowledge, he represents spiritual understanding.
 Color: {the light of the Hidden Station is green}
 Surat al-Jismiyya. Physical. Insan Kamel That is complete ideal perfection and ideal life. When souls perfection reflecting on physicality and physically becoming image of perfection. Muhammadiun
 Pillar of Islam:
 Which Salat:

]

5- "Latifat al-Ahkfa, the Most Hidden Station,
 Dhatiyaa = Essence
 Sense = Taste
 6th Sense = Taste Haqiqat
 YA Allah= Allah , Huwa
 Reality of Sayyidina Muhammad (s), because he was granted a station high above that of all other prophets and messengers. He was the one who was raised up, in the Night of Ascension, to the Divine Presence. This is represented by the Kalima (Sacred Phrase), because there is no la ilaha illallah without Muhammadiun Rasul Allah.
 Color: {the light of the Most Hidden Station is black}
 [The fifth circle is the essence that inside circle, which connects the 4, as –Surat adh-dhaatiyya. The essence from which your dharra has been created and this relates directly to the unseen. Allah has the secret of creation in His hand. No one knows about that except Allah – the secret of creation. Most hidden. Ahkfa.]
 Pillar of Islam:
 Which Salat:





1. Alam-i-Nasut/the world of humanity, better designated as Alam-i-Ajsam/the world of bodies the name is gross or physical world.
2. Alam-i-Malakut/the world of angels. This somewhat incongruous term is frequently replaced by Alam-i-Mithal/the world of similitude’s. This Henry Corbin's famous mundus imaginalis/world of imagination, Tantric Antarloka ( the intermediary world ), or subtle/astro-mental world of Western occultists.
3. Alam-i-Jabarut/the world of power; also Alam-i-Arwah ( the world of spirits; ruh meaning spirit, arwah being the plural form ). Roughly corresponding to the world of Platonic archetypes, or causal world of Western.
4. ( Alam-i-Lahut The manifest Absolute /the "world" of God-ness, the root "Lah" one and the same as in Al-Lah ( God). Also, generally spoken of as Lahut). The spiritual stage pertaining to Lahut is sometimes referred to as Wahdah, sometimes as Wahadiyyat. There is no consensus communis re this matter.
Both above elucidated doctrines share the same terminology re the stages of manifestation ( tanazzulat ) of the created cosmos.
5. ( Alam-i-Hahut/ The Unmanifest Absolute the "world" of "He-ness", Hu-He being the Arabic term pertaining to God's Essence prior to manifestation. The "world" is just a symbolic reference. This, unmanifest dimension is frequently referred to only as Hahut). Of course, all other Arabic names given under the point 1. of the first doctrine are valid. The spiritual stage is Ahadiyyat.
DUA for Heart:
Bismillahir Rahmanir Rahim
Qila huwa Adam (AS) qola Adam bihi u’niluhu ag’la marotib.
Qila huwa Nuhun (AS), qola Nuhun bihi yanju minal ghoroqi wayah liku man kholafahu minal ahli wal aqorii.
Qila huwa Ibrahim(AS) qola huwa Ibrahim bihi taqumu hujjatuhu ala abba dil ast name wal kawaakeeb, Qila huwa Musa (AS) qola Musa akhuhu walakin haza habibun wa Musa Kalimun wamu kho tib.
Qila huwa Isa (AS) qola Isa yubashiru rubihi wahuwa baina Yadai nubuwa tihi kal hajib.
Qila faman haal habibun karimul lazi albastahu hul latal waqor. Watau watahu bitijanil mahabati wal iftihor, wana sharta ala rak sihila’sho ib. Qola huwa nabiyun istahor tuhumin Luai niNgolib. Ya mutu abu hu wa ummuhu wa yakfuluhu shum ma um’m hush qiqu Abu Tholib.



These Nine Points are located on the chest of each person and they represent nine different hidden states in every human being. Every state is connected to a saint, who has the authority to control that point.
"If the seeker in the Naqshbandi Way is able to unveil and to make spiritual contact with the authorized master controlling these points, he may be given knowledge of and power to use these nine points.
"The conditions related to opening these nine points can only be alluded to obliquely.
1. The first station involves the power of imprisoning the ego.
2. The key to the second state is Dhikr with la ilaha illallah.
3. The third state consists in witnessing the engraving of Allah's name on the heart (naqsh).
4. The fourth state relates to the meaning of that engraving on the heart.
5. The fifth state is to imprint the engraving with your dhikr.
6. In the sixth state the heart is made to stop pumping at will and to start pumping at will.
7. The seventh state is to be aware of the number of times one stops the heart from pumping and the number of times one restores the pumping of the heart.
8. In the eighth state one mentions the phrase Muhammadun Rasulullah in every cessation of the heart and every restoration of its pumping.
9. The ninth stage is to return to your Cave, as Allah mentioned in Surat al-Kahf, "When ye turn away from them and the things they worship other than Allah, betake yourself to the Cave: your Lord will shower His mercies on you..." [18:16].
"The Cave is the Divine Presence. Here one utters the cherished prayer of the Prophet: 'O God, You are my destination and Your Pleasure is what I seek.' The heart, as it cycles between the cessation and restoration of its pumping, is existing at the level of the Essence of the Divine Presence. Because that Divine Essence is the source of all created being, that heart will be at one with every minutest creation in this universe. The heart which has reached the secrets of the nine points will be able to see everything, hear everything, know everything, taste everything, sense everything, 'Until He will be the ears with which he hears, the eyes with which he sees, the tongue with which he speaks, the hand with which he grasps, and the feet with which he walks. He will be Lordly, he only need say to a thing Be! and it will be.'"

"Allah gave the authority to change the Fixed Destiny only to the Nine Saints who are at the highest level in the Divine Presence, by permission from the Prophet (s) who is first to take that power from Allah.

They control the Nine Points of human consciousness related to the different stages of the Ascent of an Individual on his path to the Divine Presence. Allah gave these Nine Saints, whose number has not changed from the time of the Prophet (s) until today, the power to use Sul an adh-dhikr, the Greatest Remembrance.
"Everyone knows that Dhikr is primarily the repetition of la ilaha illallah, and that is what is practiced by all tariqats, including the Naqshbandiyya. But the Sultan adh-dhikr is a completely different type of Dhikr.
"Allah said, Inna na nu nazzalna-dh-dhikra wa inna lahu la- afi an [15:9], "We have revealed the Dhikr, and we are the One to protect that Dhikr in you." The Dhikr mentioned here is the Holy Qur'an. The Dhikr of these nine saints, besides la ilaha illallah, is the Secret of the Holy Qur'an. They recite the Qur'an, not as we recite it reading from beginning to end, but they recite it with all its secrets and inner realities. Because Allah said, wa la ra bin wa la yabisin illa fa kitabin muban [6:59] "Nor is there anything fresh or dry but is inscribed in a clear Record." None of God's creations in all the created universes has not been mentioned already, with all its secrets, in the Clear Book, the Qur'an.

"The saint reciting the Qur'an in Sultan adh-Dhikr is therefore reciting it with all the secrets of every creation, from beginning to end. Allah gave every letter of the Qur'an, according to the Nine Highest Masters of the Naqshbandi Order [this was the first time the Shaykh ever mentioned this secret], twelve thousand knowledges. The Qur'an contains around 600,000 letters, so for every letter, these saints are able to take 12,000 knowledges!
"Each of these nine saints differs from the other in his level as well. We may see that one of them, for example, was able to recite the Holy Qur'an by the power of Sultan adh-Dhikr, which is to grasp 12,000 meanings on every letter, only once in his life. Another was able to recite it three times in his life. The third was able to do it nine times in his life. Another was able to recite it 99 times in his life.

"This secret differed from one saint to another.
1. Shah Naqshband (q) was able to do it 999 times in his life.
2. Our Master Ahmad al-Faruqi was able to recite it 9,999 times in his life.
3. Shaykh Sharafuddin was able to recite it 19,999 times."
4. Here Shaykh `Abdullah stopped. Shaykh Nazam said, "In every breath GrandShaykh `Abdullah Daghestani was exhaling with Sultan adh-Dhikr and inhaling with Sultan adh-Dhikr. He used to complete the secret of Qur'an twice in every breath."


0 Comments:

Post a Comment

<< Home