Friday, January 20, 2006

BAY'AT TARIQAH NAQSHBANDI HAQQANI

BAY'AT TARIQAH NAQSHBANDI HAQQANI
GrandSyaikh Mawlana Syaikh Nazim Adil al Haqqani



Bay'at President SBY di Jakarta tahun 2003

Syaikh Nazhim Adil al Haqqani ketika berada di Damaskus, Syria berkata, "Grandsyaikh Abdullah Faiz Daghestani telah memberi otoritas dari Rasulullah saw kepada saya untuk seluruh cabang Thariqat Naqsybandi di seluruh penjuru Timur & Barat; agar mereka datang
dan memperbaharui ikrar mereka di hadapan kami. Oleh karenanya, ikrar tersebut adalah sebuah deklarasi bagi semua pengikut Naqsybandi, yang jumlahnya mencapai ratusan, bahkan jutaan: orang merasa takut akan jumlahnya.




Bay'at di Masjid Istiqlal setelah Mawlana Syaikh Hisham Kabbani memberikan Kutbah Jum'at

Tetapi mereka salah paham, mengira bahwa kita mengejar Dunya, padahal tidaklah demikian, kita hanya mengharapkan ridha Allah swt semata—mata. Karena satu-satunya jalan yang benar bagi seorang hamba adalah mengharapkan ridha dari Tuhannya. Kita tidak menggunakan kekuatan spiritual untuk kehidupan (di dunia) ini tetapi kita menggunakannya untuk mencapai maqam yang lebih tinggi di Surga. Oleh sebab itu, tidak ada rasa takut pada diri jutaan pengikut Naqsybandi, mereka (orang-orang) harus merasa puas dengan para pengikut Naqsybandi. Kita adalah Muslim Naqshbandi, target kita hanyalah mencapai ridha Allah swt, Tuhan Pemilik Surga—tidak ada yang lain. Siapa yang senang terhadap kita, mereka boleh datang dan selamat datang, siapa yang tidak, mereka boleh pergi sesuka hati mereka.



Bay'at di Daarut Tauhid Bandung, Aa Gym dan Jama'ah Pesantren Daarut Tauhid

Setiap orang di seluruh penjuru di Timur dan Barat harus memperbarui thariqat mereka melalui Grandsyaikh mereka—dan beliau memberi izin kepada saya—atas nama Grandsyaikh, Saya memberi bay’at kepada setiap orang yang mengikuti Thariqat Naqsybandi, bila mereka
menerima, itu adalah untuk kebaikan mereka, siapa yang menolak, mereka boleh tinggal di mana pun mereka berada, mulai sekarang sampai Hari Pembalasan nanti.




Jusuf Kalla dan Arifin Ilham berbay'at di Darmawangsa dan Brawijaya Jakarta

Saya berharap apa yang telah ditanam oleh Grandsyaikh di Damaskus akan segera tumbuh—musimnya telah tiba, musim untuk berkembang di seluruh Timur dan Barat serta Utara dan Selatan—di mana-mana orang akan mencari jalan menuju Allah swt."

Wa min Allah at Taufiq

Posisi Tariqat Naqshbandi
Syaikh Muhammad Nazim al Haqqani an Naqshbandi


Insya Allah kita akan berbicara mengenai suatu hal yang sangat penting. Mengenai aliran Tariqat. Begitu banyak orang datang ke Damaskus dari berbagai negeri asalnya untuk mengunjungi kami. Beberapa di antara mereka sudah terikat dengan seorang Syaikh dan
mengikuti tariqat tertentu. Mereka meminta bay’at yang baru. Salah satu dari mereka, Syaikh Salahuddin mengalami konflik mengenai hal ini dalam batinnya. Kami harus memperjelas hal ini bagi setiap orang di seluruh dunia agar mereka mengetahui apa itu tariqat, apa itu Syaikh, berapa banyak jumlah mereka dan bagaimana hubungan mereka satu sama lain.




Bay'at President Abdurahman Wahid dan President Islam Karimov Uzbekistan

Allah swt akan bertanya kepada setiap orang di Hari Akhir nanti, "Apa yang kamu bawa hari ini, wahai hamba-Ku?" Apakah kamu membawa Qalb-us-Saliim, hati yang murni, hati emas yang mulia?" Allah swt meminta setiap orang agar mempunyai hati yang bersih. Kalian
hanya bisa mendapatkannya melalui tariqat. Mereka yang tidak menjalani tariqat hanya memenuhi hidupnya dengan kehidupan luar, meninggalkan hatinya.




Bay'at Abah Anom di Tasikmalaya April 2001

Ada 41 aliran tariqat, 40 di antaranya diturunkan melalui hati Imam ‘Ali ra dan satu lagi, tariqat Naqshbandi berasal dari Abu Bakar as-Shiddiq ra. Rasulullah mempunyai 124.000 sahabat. Siapa sahabat terdekatnya? Beliau adalah Abu Bakar ra . Rasulullah saw bersabda, "Seluruh hal yang Allah percayakan kepadaku di malam ‘Isra, Aku telah tanamkan dalam hati Abu Bakar ." Sayyidina Ali ra dihubungkan dengan Abu Bakar ra sedemikian rupa sehingga Sayyidina Ali mendapat gelar Kota Pengetahuan.




Bay'at di Masjid Taskent, Rusia

Hal ini dikenal sangat baik di antara para Syaikh pemegang tariqat yang sebenarnya. Mereka semua menhormati tariqat Naqshbandi sebagai yang pertama. Syaikh sejati, bukan mereka yang menyebut dirinya sendiri Syaikh, seluruh Syaikh yang termahsyur, seperti: Abdul Qadir Jailani , Rumi , Darqawi , Rifa’i mereka semua mengetahui posisi sebenarnya dari tariqat
Naqshbandi. Sekarang jika seseorang berada dalam satu aliran tariqat, mereka bisa saja mengambil tariqat Naqshbandi dan tetap bebas menjalankan amalan-amalan seperti biasanya atau menjalankan amalan tariqat Naqshbandi saja.

Jika hanya melakukan amalan tariqat Naqshbandi saja itu sudah cukup. Tidak menjadi masalah apabila kalian berasal dari tariqat lain kemudian mengikuti tariqat Naqshbandi. Beberapa orang merasa takut kalau Syaikhnya mendengar bahwa dia telah menganut tariqat kedua lalu dia akan marah. Jika dia adalah Syaikh sejati bagaimana mungkin dia bisa marah? Seorang Syaikh sejati harus mengetahui apakah muridnya bersama dia di Hari Perjanjian (pada awal penciptaan) atau tidak. Seorang penggembala mengetahui keadaan biri-birinya, satu dalam seribu, bahkan jika mereka semuanya berwarna putih. Dia memiliki cahaya di matanya dan mengenal mereka tanpa membuat kesalahan.

Dalam tariqat tidak ada kepiluan bila seorang murid pergi ke Syaikh yang lainnya. Kami berterima kasih kepada Syaikh pertama yang telah melatihnya sampai dia bertemu Syaikh yang sesungguhnya. Abu Yazid Bistami q berkata, "Selama melakukan pencarian, Aku bertemu 99
Syaikh sebelum Aku bertemu Grandsyaikh Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar as-Shiddiq q ."
Kalian bisa bertemu dengan banyak Syaikh dan melakukan suatu amalan, tetapi tidak akan menemukan kepuasan sampai akhirnya kalian menemui Grandsyaikh kalian, lalu seperti sungai yang bertemu samudra.

Begitu banyak Syaikh yang hanya menjadi pelatih, sampai akhirnya Grandsyaikh memanggilmu. Bukan melalui surat, dari hati ke hati, di sana banyak sekali jalan. Jika seorang Naqshbandi Syaikh memberi tariqat, beliau harus memberitahu muridnya siapa Grandsyaikh di
tariqat Naqshbandi saat itu dan beliau harus mengarahkan kepadanya. Begitu banyak orang dari Barat yang berdatangan sekarang, diundang melalui hatinya untuk menemui Grandsyaikh. Mata rantai Masyaikh berakhir pada satu titik.


Mawlana Syaikh Nazim Adil al Haqqani dan GrandSyaikh Abdullah Faiz Daghestani

Grandsyaikh Mawlana Syaikh Nazim Adil adalah mata rantai terakhir dalam Mata Rantai Emas dan beliau memegang posisi itu, Saya hanyalah hambanya. Untuk Masyaikh Naqshbandi, kita semua menunggu mereka untuk memperbarui bay’at-nya dengan kita, jika tidak mereka hanya menyematkan gelar di diri mereka sendiri. Imam Mahdi as dan ketujuh wazir besarnya, 40 kalifa, 99 termasuk 40 orang yang berada di sisi wazir dan 313 Mursyid besar semua berada di tariqat Naqshbandi. Di masa ini tidak ada kekuatan bagi tariqat lain untuk membawa seluruh orang mencapai tujuan akhirnya. Oleh sebab itu semuanya diundang untuk memperbarui
bay’at-nya dari Grandsyaikh dan semua akan merasakan adanya kemajuan pada dirinya. Di masa kita, ada sekitar 1000 Syaikh Naqshbandi, tetapi hanya satu Grandsyaikh. Membawa mereka semua, siapa yang akan menjadi Imam? Jika 124.000 sahabat dibawa, siapa yang akan menjadi Imam? Abu Bakar ra. Dan Naqshbandi berasal dari silsilahnya.

Setiap Syaikh harus menunjuk satu orang deputi. Maulana Khalid al-Baghdadi menunjuk Syaikh Ismail , tetapi banyak sekali cabang tariqat Naqshbandi yang menghilangkan namanya dari silsilah dan dengan demikian juga kehilangan rahasia Grandsyaikh. Sekarang banyak sekali Syaikh Naqshbandi yang berada di Damaskus, Aleppo, dan Homs tidak dapat menemukan
penerusnya. Kecuali bagi Grandsyaikh kita, tidak ada seorang pun yang ditunjuk sebagai deputi. Hal ini karena kita mempunyai Syaikh Ismail dalam silsilah kita.

Wa min Allah at Tawfiq

29 Comments:

Blogger Denduro's log Book said...

"Untuk Masyaikh Naqshbandi, kita semua menunggu mereka untuk memperbarui bay’at-nya dengan kita, jika tidak mereka hanya menyematkan gelar di diri mereka sendiri."

Maaf kalo saya tidak setuju dan memberikan komentar bahwa tarekat adalah jalan yang ditentukan bagi orang atau insan melalui hidayah yang diberikan oleh Allah. Bukan melalui ajakan, dorongan, promosi, dan iming-iming mendapatkan kenikmatan beribadah, perjalanan rohani, dll. Tidak ada paksaan dalam bertarekat dan beragama.

Manakala Allah berkehendak, niscaya semua orang akan masuk ke Tarekat. Tapi bukan itu yang dikehendaki oleh Allah. Allah menunjuki hamba-Nya yang dikehendakinya.

Dan dalam tarekat, tidaklah Guru mencari murid, tetapi muridlah yang mencari jalan (melalui petunjuk Allah) untuk bertemu dengan Syekh-nya. Kata Allah "Aku adalah rahasia Insan, dan Insan adalah rahasiaku".

Allah menyebut Insan bukan manusia, yang berarti adalah orang yang ditunjuki. Jadi tidak ada kewajiban dari seorang pengamal tarekat untuk berbaiat atau memperbaharui baiatnya dengan tarekat yang lain. Yang terpenting adalah apakah amalan tarekat yang dianutnya tersebut mempunyai tali silsilah yang berhubungan dan bersambung ke sisi Allah Ta'ala.

5:15 PM  
Blogger Qolbiah Weblog said...

Kembalilah kepada Naqsyabandiyah murni..
Salam kenal dari Medan..
Qolbiah

9:03 PM  
Blogger Sugianto said...

Kembalilah ke jalan yang benar

11:24 PM  
Blogger Kedudukan Abah Anom said...

KEDUDUKAN SYEIKH AHMAD SHOHIBUL WAFA TAJUL ARIFIN QS. (ABAH ANOM) DALAM PANDANGAN SAYYID MUHAMMAD BIN ‘ALAWI AL-MALIKI AL-HASANI RA


Kisah ini diambil dari majalah nuqthoh terbitan yang no 9 tanggal 26 januari 2010 M, hal 32 dengan judul “Mengenal Abah Anom melalui pandangan batinnya”
MENGAKUI KEMULIAAN ABAH ANOM Kurang dari 40 hari menjelang wafatnya Beliau Sayyid Muhammad Al-Maliki ra. Salah seorang santrinya asal garut bernama KH. Dodi Firmansyah ditanya oleh almarhum. Kiyai muda asal Garut tersebut terperanjat saat al-‘alamah tersebut m,enanyakan sosok guru yang telah menanamkan kalimat agung dilubuk hatinya. Lebih terkejut lagi saat Ulama tersebut “tercekat” sewaktu disebutkan nama Syekh Ahmad Shohibul wafa Tajul ‘Arifin. Secara sepontan Beliau menyebutkan bahwa Syekh ahmad Shohibul wafa Tajul ‘Arifin adalah Sulthonul Awliya fi hadza zaman ( Rajanya para wali jaman sekarang ) bahkan beliaupun menyebutkan Qoddasallohu sirrohu bukan rodliyallohu ‘anhu seperti yang kebanyakan disebutkan oleh para ikhwan. Walaupun secara dhohir Syekh Muhammad Alawy Al-Maliki belum bertemu dengan pangersa Abah namun keduanya telah mengenal di alam ruhani yang tak dibatasi ruang dan waktu.




BIOGRAFI SAYYID MUHAMMAD BIN ‘ALAWI AL-MALIKI RA

Sayyid Prof. Dr. Muhammad ibn Sayyid ‘Alawi ibn Sayyid ‘Abbas ibn Sayyid ‘Abdul ‘Aziz al-Maliki al-Hasani al-Makki al-Asy’ari asy-Syadzili lahir di Makkah pada tahun 1365 H. Pendidikan pertamanya adalah Madrasah Al-Falah, Makkah, dimana ayah beliau Sayyid Alawi bin Abbas al Maliki sebagai guru agama di sekolah tersebut yang juga merangkap sebagai pengajar di halaqah di Haram Makki, dekat Bab As-salam.Ayah beliau, Sayyid Alwi bin Abbas Al-Maliki (kelahiran Makkah th 1328H), seorang alim ulama terkenal dan ternama di kota Makkah.
Sekilas profil KH.Dodi Firmansyah Usianya masih muda kelahiran garut tahun 1978. Sejak usia SMP ia dikenal ahli hikmah sedangkan ketertarikan dalam dunia tasawwuf ia ke Pondok Pesanttren Suryalaya sejak dimulai kelas 4 SD . Kiayi ini pernah di didik langsung oleh almarhum Al-Alamah Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki ra di mekkah selama 6 tahun. Pulang mesantren dari mekkah pada tahun 2006, kiyai ini menikah dengan Hj.Siti Fatimah putrid seorang pengusaha asal tasik Malaya dan dikaruniai putra yang diberinama M.Lutfi L. Makki Majalah Noqthoh hal. 41: Pendapat KH.Dodi tentang sosok Pangersa Abah Anom : Saya tidak bias mengungkapkannya dengan kata-kata. Cukuplah 2 pendapat Ulama kelas dunia yang mengomentarinya. Pertama ungkapan dari guru saya sendiri di mekkah, yaitu Sayyid Muhammad bin Alawy bin Abbas Al-Maliki ra. Beliau sendiri yang mengungkapkan bahwa Syekh Ahmad Shohibul wafa Tajul ‘Arifin qs. Adalah Sulthon Awliya fi Hadza Zaman dan kedua Mursyid Kammil Mukammil Thoriqoh Naqsyabandi Al-Haqqani, As-Sayyid Al-‘Alamah Al-‘Arif billah Syekh Mohammad Nazim Adil al-Haqqani, sufi kenamaan dari Cyprus yang menyebutkan Pangersa Abah (Syekh Ahmad Shohibul wafa Tajul ‘Arifin qs) adalah Sufi agung di timur jauh.
Dalam majalah sintoris (Sinar thoriqoh islam) disebutkan As-Sayyid Al-‘Alamah Al-‘Arif billah Syekh Mohammad Nazim Adil al-Haqqani ra mengatakan bahwa Syekh Ahmad Shohibul wafa Tajul ‘Arifin qs adalah wali agung ditimur jauh. hal itu pernah
disampaikan juga di kampus oleh KH.Wafiuddin setelah mendampingi syekh Mohammad Nazim Adil al-Haqqani ke P.P.Suryalaya.
Bagi yang ingin berlangganan majalah tasawuf nuqthoh, sinthoris, atau tabloid tentang tasawuf robithoh.Bisa Hubungi Kiai Ayi abdul Jabbar dengan no. contak 081395124170

8:54 PM  
Blogger Kedudukan Abah Anom said...

KEDUDUKAN SYEIKH AHMAD SHOHIBUL WAFA TAJUL ARIFIN QS. (ABAH ANOM) DALAM PANDANGAN SAYYID MUHAMMAD BIN ‘ALAWI AL-MALIKI AL-HASANI RA


Kisah ini diambil dari majalah nuqthoh terbitan yang no 9 tanggal 26 januari 2010 M, hal 32 dengan judul “Mengenal Abah Anom melalui pandangan batinnya”
MENGAKUI KEMULIAAN ABAH ANOM Kurang dari 40 hari menjelang wafatnya Beliau Sayyid Muhammad Al-Maliki ra. Salah seorang santrinya asal garut bernama KH. Dodi Firmansyah ditanya oleh almarhum. Kiyai muda asal Garut tersebut terperanjat saat al-‘alamah tersebut m,enanyakan sosok guru yang telah menanamkan kalimat agung dilubuk hatinya. Lebih terkejut lagi saat Ulama tersebut “tercekat” sewaktu disebutkan nama Syekh Ahmad Shohibul wafa Tajul ‘Arifin. Secara sepontan Beliau menyebutkan bahwa Syekh ahmad Shohibul wafa Tajul ‘Arifin adalah Sulthonul Awliya fi hadza zaman ( Rajanya para wali jaman sekarang ) bahkan beliaupun menyebutkan Qoddasallohu sirrohu bukan rodliyallohu ‘anhu seperti yang kebanyakan disebutkan oleh para ikhwan. Walaupun secara dhohir Syekh Muhammad Alawy Al-Maliki belum bertemu dengan pangersa Abah namun keduanya telah mengenal di alam ruhani yang tak dibatasi ruang dan waktu.




BIOGRAFI SAYYID MUHAMMAD BIN ‘ALAWI AL-MALIKI RA

Sayyid Prof. Dr. Muhammad ibn Sayyid ‘Alawi ibn Sayyid ‘Abbas ibn Sayyid ‘Abdul ‘Aziz al-Maliki al-Hasani al-Makki al-Asy’ari asy-Syadzili lahir di Makkah pada tahun 1365 H. Pendidikan pertamanya adalah Madrasah Al-Falah, Makkah, dimana ayah beliau Sayyid Alawi bin Abbas al Maliki sebagai guru agama di sekolah tersebut yang juga merangkap sebagai pengajar di halaqah di Haram Makki, dekat Bab As-salam.Ayah beliau, Sayyid Alwi bin Abbas Al-Maliki (kelahiran Makkah th 1328H), seorang alim ulama terkenal dan ternama di kota Makkah.
Sekilas profil KH.Dodi Firmansyah Usianya masih muda kelahiran garut tahun 1978. Sejak usia SMP ia dikenal ahli hikmah sedangkan ketertarikan dalam dunia tasawwuf ia ke Pondok Pesanttren Suryalaya sejak dimulai kelas 4 SD . Kiayi ini pernah di didik langsung oleh almarhum Al-Alamah Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki ra di mekkah selama 6 tahun. Pulang mesantren dari mekkah pada tahun 2006, kiyai ini menikah dengan Hj.Siti Fatimah putrid seorang pengusaha asal tasik Malaya dan dikaruniai putra yang diberinama M.Lutfi L. Makki Majalah Noqthoh hal. 41: Pendapat KH.Dodi tentang sosok Pangersa Abah Anom : Saya tidak bias mengungkapkannya dengan kata-kata. Cukuplah 2 pendapat Ulama kelas dunia yang mengomentarinya. Pertama ungkapan dari guru saya sendiri di mekkah, yaitu Sayyid Muhammad bin Alawy bin Abbas Al-Maliki ra. Beliau sendiri yang mengungkapkan bahwa Syekh Ahmad Shohibul wafa Tajul ‘Arifin qs. Adalah Sulthon Awliya fi Hadza Zaman dan kedua Mursyid Kammil Mukammil Thoriqoh Naqsyabandi Al-Haqqani, As-Sayyid Al-‘Alamah Al-‘Arif billah Syekh Mohammad Nazim Adil al-Haqqani, sufi kenamaan dari Cyprus yang menyebutkan Pangersa Abah (Syekh Ahmad Shohibul wafa Tajul ‘Arifin qs) adalah Sufi agung di timur jauh.
Dalam majalah sintoris (Sinar thoriqoh islam) disebutkan As-Sayyid Al-‘Alamah Al-‘Arif billah Syekh Mohammad Nazim Adil al-Haqqani ra mengatakan bahwa Syekh Ahmad Shohibul wafa Tajul ‘Arifin qs adalah wali agung ditimur jauh. hal itu pernah
disampaikan juga di kampus oleh KH.Wafiuddin setelah mendampingi syekh Mohammad Nazim Adil al-Haqqani ke P.P.Suryalaya.
Bagi yang ingin berlangganan majalah tasawuf nuqthoh, sinthoris, atau tabloid tentang tasawuf robithoh.Bisa Hubungi Kiai Ayi abdul Jabbar dengan no. contak 081395124170

8:55 PM  
Blogger Kedudukan Abah Anom said...

KH.Wahfiudin ditunjuk oleh syeh Nazim sebagai penerjemah telah menegaskan tidak ada bai'at Abah Anom kepada Syeh Nazim bahkan Syeh telah menjelaskan maksud kedatangannya ke Indonesia tujuannya ingin bertemu Abah Anom Wali Agung ditimur jauh. Ini salah satu karomah Abah Anom jauh sebelum Syeh Nazim datang Abah Anom telah mengakarkannya bahwa nanti Syeh nazim akan datang beberapa tahun kemudian Syeh Nazim datang.

Salam Untuk Wali Mursyid
السَّلَامُ عَلَيْكَ – Salam untukmu ---
يَا مَالِكَ الزَّمَانِ wahai penguasa zaman,
وَ يَا إِمَامَ الْمَكَانِ pemimpin wilayah,
وَ يَا قَائِمَ بِأَمْرِ الرَّحْمَانِ penegak ketentuan ar-Rahman,
وَ يَا وَارِثَ الْكِتَابِ pewaris kitab,
وَ يَا نَائِبَ الرَّسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ wakil Rasulullah s.a.w.,
يَا مَنْ مِنَ السَّمَاءِ وَ الْأَرْضِ عَائِدَتُهُ yang selalu pergi pulang antara bumi dan langit,
يَا مَنْ أَهْلَ وَقْتِهِ كُلُّهُمْ عَائِلَتُهُ yang orang-orang sezamannya adalah keluarganya,
يَا مَنْ يُنَـزَّلُ الْغَيْثُ بِدَعْوَتِهِ yang diturunkan pertolongan karena doanya,
وَ يُدَرُّ الضَّرْعُ بِبَرَكَتِهِ - yang dikucurkan limpahan susu karena keberkahannya ---
وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ - الْفَاتِحَةُ beserta rahmat Allah dan keberkahanNya, al-Fatihah…

8:58 PM  
Blogger Kedudukan Abah Anom said...

Syeh Nazim telah menegaskan : Maka Anda sekalian para hadirin, ambillah Nur Illahi itu dari QOLBU Syeh A. Shohibul WafaTajul Arifin saat ini. Mumpung beliau masih ada, mumpung beliau masih hadir di tengah kita, SULUTKAN NUR ILLAHI dari QOLBU BELIAU kepada qolbu anda masing-masing.
Di hadapan beliau SAYA TERLALU MALU UNTUK TIDAK MENGAMBIL apa yang ada pada QOLBU BELIAU. Saya malu untuk berbicara hanya dengan apa yang ada pada qolbu saya sendiri.
KH. Wahfiudin adalah murid Syeh Nazim orang kpercayan Syeh bahkan ditunjuk tuk mendampingi menerjemahkan smua ucapan Syeh Nazim Selama berkunjung di Indonesia. KH. Wahfiudin telah menegaskan tidak ada bai’at Abah Anom dengan Syeh Nazim. KH. Wahfiudin merasa perlu mengungkapkan ini semua jangan sampai ada kekeliruan/kesalah pahaman diantara kita semua.

11:01 PM  
Blogger Kedudukan Abah Anom said...

Ini ada cerita menarik dari Subhan seorang Dosen IAILM Suryalaya pernah berkunjung ke Martapura silaturahmi kepada Wali Mursyid yg masyhur yang di kunjungi para alim ulama Habaib dari belahan dunia As-Sayyid Al-‘Alamah Al-‘Arif billah Syekh Ahmad Zaini Abdul Ghani Al-Idrus yang lebih dikenal dengan Tuan Guru Ijai keturunan Syeikh Muhammad Arsyad bin Abdullah bin Abdur Rahman al-Banjari bin Saiyid Abu Bakar bin Saiyid Abdullah al-’Aidrus bin Saiyid Abu Bakar as-Sakran bin Saiyid Abdur Rahman as-Saqaf bin Saiyid Muhammad Maula ad-Dawilah al-’Aidrus. Tuan Guru Ijai menyebutkan SYEH A. SHOHIBUL WAFA TAJUL ARIFIN ADALAH LAUTAN THORIQOH.

10:16 AM  
Blogger Kedudukan Abah Anom said...

ini ada cerita menarik Subhan teman Dosen IAILM Suryalaya pernah berkunjung ke Martapura silaturahmi kepada Wali Mursyid yg masyhur yang di kunjungi para alim ulama Habaib dari belahan Dunia Alimul ‘allamah Al ‘Arif Billah Asy-Syekh H. Muhammad Zaini Abd. Ghani ( Tuan Guru Ijai ) bin Al ‘arif Billah Abd. Ghani bin H. Abd. Manaf bin Muh. Seman bin H. M, Sa’ad bin H. Abdullah bin ‘Alimul ‘allamah Mufti H. M. Khalid bin ‘Alimul ‘allamah Khalifah H. Hasanuddin bin Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah bin Abdur Rahman al-Banjari bin Saiyid Abu Bakar bin Saiyid Abdullah al-’Aidrus bin Saiyid Abu Bakar as-Sakran bin Saiyid Abdur Rahman as-Saqaf bin Saiyid Muhammad Maula ad-Dawilah al-’Aidrus. Tuan Guru Ijai menyebutkan SYEH A. SHOHIBUL WAFA TAJUL ARIFIN ADALAH LAUTAN THORIQOH.

5:58 AM  
Blogger Kedudukan Abah Anom said...

ini ada cerita menarik Subhan teman Dosen IAILM Suryalaya pernah berkunjung ke Martapura silaturahmi kepada Wali Mursyid yg masyhur yang di kunjungi para alim ulama Habaib dari belahan Dunia Alimul ‘allamah Al ‘Arif Billah Asy-Syekh H. Muhammad Zaini Abd. Ghani ( Tuan Guru Ijai ) bin Al ‘arif Billah Abd. Ghani bin H. Abd. Manaf bin Muh. Seman bin H. M, Sa’ad bin H. Abdullah bin ‘Alimul ‘allamah Mufti H. M. Khalid bin ‘Alimul ‘allamah Khalifah H. Hasanuddin bin Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah bin Abdur Rahman al-Banjari bin Saiyid Abu Bakar bin Saiyid Abdullah al-’Aidrus bin Saiyid Abu Bakar as-Sakran bin Saiyid Abdur Rahman as-Saqaf bin Saiyid Muhammad Maula ad-Dawilah al-’Aidrus. Tuan Guru Ijai menyebutkan SYEH A. SHOHIBUL WAFA TAJUL ARIFIN ADALAH LAUTAN THORIQOH.

5:58 AM  
Blogger Kedudukan Abah Anom said...

ini ada cerita menarik Subhan teman Dosen IAILM Suryalaya pernah berkunjung ke Martapura silaturahmi kepada Wali Mursyid yg masyhur yang di kunjungi para alim ulama Habaib dari belahan Dunia Alimul ‘allamah Al ‘Arif Billah Asy-Syekh H. Muhammad Zaini Abd. Ghani ( Tuan Guru Ijai ) bin Al ‘arif Billah Abd. Ghani bin H. Abd. Manaf bin Muh. Seman bin H. M, Sa’ad bin H. Abdullah bin ‘Alimul ‘allamah Mufti H. M. Khalid bin ‘Alimul ‘allamah Khalifah H. Hasanuddin bin Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah bin Abdur Rahman al-Banjari bin Saiyid Abu Bakar bin Saiyid Abdullah al-’Aidrus bin Saiyid Abu Bakar as-Sakran bin Saiyid Abdur Rahman as-Saqaf bin Saiyid Muhammad Maula ad-Dawilah al-’Aidrus. Tuan Guru Ijai menyebutkan SYEH A. SHOHIBUL WAFA TAJUL ARIFIN ADALAH LAUTAN THORIQOH.

5:58 AM  
Blogger Kedudukan Abah Anom said...

Bahwa menurut KH.Wahfiuddin salah satu Kiai Internasional yang selalu mengisi acara kerohanian di salah satu TV Swasta juga, Bahkan beliaulah yang mengantarkan Syekh Nazim.ra dan syekh Kabbany ra. ke Suryalaya. Beliau hadir disana sebagai penterjemah Syekh Nazim Al-Adil Al-Haqqani r.a . Dan KH. Wahfiuddin ini adalah salah satu juga orang kepercayaan Syekh Nazim ra. Menurut beliau : “Tidak adanya bai’at Abah Anom oleh Syekh Nazim ra.” Dan untuk lebih jelasnya silahkan hub. beliau untuk minta penjelasan dan tanyakan proses kenapa Syekh Nazim ra dan Syekh Kabbany datang ke Suryalaya. KH.Wahfiuddin pernah berceramah di kampus IAILM Suryalaya menerangkan bagaimana proses Syekh Nazim ra sehingga ingin sekali bersilaturahmi dengan seorang Mursyid Kammil Mukammil yang berada Timur jauh (Pondok Pesantren Suryalaya). Subhanalloh..

8:14 AM  
Blogger Kedudukan Abah Anom said...

Bahwa menurut KH.Wahfiuddin salah satu Kiai Internasional yang selalu mengisi acara kerohanian di salah satu TV Swasta juga, Bahkan beliaulah yang mengantarkan Syekh Nazim.ra dan syekh Kabbany ra. ke Suryalaya. Beliau hadir disana sebagai penterjemah Syekh Nazim Al-Adil Al-Haqqani r.a . Dan KH. Wahfiuddin ini adalah salah satu juga orang kepercayaan Syekh Nazim ra. Menurut beliau : “Tidak adanya bai’at Abah Anom oleh Syekh Nazim ra.” Dan untuk lebih jelasnya silahkan hub. beliau untuk minta penjelasan dan tanyakan proses kenapa Syekh Nazim ra dan Syekh Kabbany datang ke Suryalaya. KH.Wahfiuddin pernah berceramah di kampus IAILM Suryalaya menerangkan bagaimana proses Syekh Nazim ra sehingga ingin sekali bersilaturahmi dengan seorang Mursyid Kammil Mukammil yang berada Timur jauh (Pondok Pesantren Suryalaya). Subhanalloh..

8:14 AM  
Blogger Kedudukan Abah Anom said...

Bahwa menurut KH.Wahfiuddin salah satu Kiai Internasional yang selalu mengisi acara kerohanian di salah satu TV Swasta juga, Bahkan beliaulah yang mengantarkan Syekh Nazim.ra dan syekh Kabbany ra. ke Suryalaya. Beliau hadir disana sebagai penterjemah Syekh Nazim Al-Adil Al-Haqqani r.a . Dan KH. Wahfiuddin ini adalah salah satu juga orang kepercayaan Syekh Nazim ra. Menurut beliau : “Tidak adanya bai’at Abah Anom oleh Syekh Nazim ra.” Dan untuk lebih jelasnya silahkan hub. beliau untuk minta penjelasan dan tanyakan proses kenapa Syekh Nazim ra dan Syekh Kabbany datang ke Suryalaya. KH.Wahfiuddin pernah berceramah di kampus IAILM Suryalaya menerangkan bagaimana proses Syekh Nazim ra sehingga ingin sekali bersilaturahmi dengan seorang Mursyid Kammil Mukammil yang berada Timur jauh (Pondok Pesantren Suryalaya). Ini salah satu karomah Syeh A. Shohibul Wafa Tajul Arifin jauh sebelum Syeh Nazim datang Syeh A. Shohibul Wafa Tajul Arifin telah mengabarkan akan kedatangannya dan terbukti beberapa tahun kemudian Syeh Nazim datang berkunjung menemui beliau....Subhanalloh..

9:05 AM  
Blogger Kedudukan Abah Anom said...

ini ada cerita menarik Subhan teman Dosen IAILM Suryalaya pernah berkunjung ke Martapura silaturahmi kepada Wali Mursyid yg masyhur yang di kunjungi para alim ulama Habaib dari belahan Dunia Alimul ‘allamah Al ‘Arif Billah Asy-Syekh H. Muhammad Zaini Abd. Ghani ( Tuan Guru Ijai ) bin Al ‘arif Billah Syekh Abd. Ghani bin Syekh Abd. Manaf bin Syekh Muh. Seman bin Syekh. M, Sa’ad bin Syekh Abdullah bin ‘Alimul ‘allamah Mufti Syekh. M. Khalid bin ‘Alimul ‘allamah Khalifah Syekh. Hasanuddin bin Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.
Mufti Kesultanan Indragiri Syekh Abd Rahman Shiddiq, berpendapat bahwa Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari adalah keturunan Alawiyyin melalui jalur Sultan Abdurrasyid Mindanao.
Jalur nasabnya ialah Maulana Muhammad Arsyad Al Banjari bin Abdullah bin Abu Bakar bin Sultan Abdurrasyid Mindanao bin Abdullah bin Abu Bakar Al Hindi bin Ahmad Ash Shalaibiyyah bin Husein bin Abdullah bin Syaikh bin Abdullah Al Idrus Al Akbar (datuk seluruh keluarga Al Aidrus) bin Abu Bakar As Sakran bin Abdurrahman As Saqaf bin Muhammad Maula Dawilah bin Ali Maula Ad Dark bin Alwi Al Ghoyyur bin Muhammad Al Faqih Muqaddam bin Ali Faqih Nuruddin bin Muhammad Shahib Mirbath bin Ali Khaliqul Qassam bin Alwi bin Muhammad Maula Shama’ah bin Alawi Abi Sadah bin Ubaidillah bin Imam Ahmad Al Muhajir bin Imam Isa Ar Rumi bin Al Imam Muhammad An Naqib bin Al Imam Ali Uraidhy bin Al Imam Ja’far As Shadiq bin Al Imam Muhammad Al Baqir bin Al Imam Ali Zainal Abidin bin Al Imam Sayyidina Husein bin Al Imam Amirul Mu’minin Ali Karamallah wa Sayyidah Fatimah Az Zahra binti Rasulullah SAW.
Tuan Guru Ijai menyebutkan SYEH A. SHOHIBUL WAFA TAJUL ARIFIN ADALAH LAUTAN THORIQOH.

4:05 AM  
Blogger Kedudukan Abah Anom said...

ini ada cerita menarik Subhan teman Dosen IAILM Suryalaya pernah berkunjung ke Martapura silaturahmi kepada Wali Mursyid yg masyhur yang di kunjungi para alim ulama Habaib dari belahan Dunia Alimul ‘allamah Al ‘Arif Billah Asy-Syekh H. Muhammad Zaini Abd. Ghani ( Tuan Guru Ijai ) bin Al ‘arif Billah Syekh Abd. Ghani bin Syekh Abd. Manaf bin Syekh Muh. Seman bin Syekh. M, Sa’ad bin Syekh Abdullah bin ‘Alimul ‘allamah Mufti Syekh. M. Khalid bin ‘Alimul ‘allamah Khalifah Syekh. Hasanuddin bin Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.
Mufti Kesultanan Indragiri Syekh Abd Rahman Shiddiq, berpendapat bahwa Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari adalah keturunan Alawiyyin melalui jalur Sultan Abdurrasyid Mindanao.
Jalur nasabnya ialah Maulana Muhammad Arsyad Al Banjari bin Abdullah bin Abu Bakar bin Sultan Abdurrasyid Mindanao bin Abdullah bin Abu Bakar Al Hindi bin Ahmad Ash Shalaibiyyah bin Husein bin Abdullah bin Syaikh bin Abdullah Al Idrus Al Akbar (datuk seluruh keluarga Al Aidrus) bin Abu Bakar As Sakran bin Abdurrahman As Saqaf bin Muhammad Maula Dawilah bin Ali Maula Ad Dark bin Alwi Al Ghoyyur bin Muhammad Al Faqih Muqaddam bin Ali Faqih Nuruddin bin Muhammad Shahib Mirbath bin Ali Khaliqul Qassam bin Alwi bin Muhammad Maula Shama’ah bin Alawi Abi Sadah bin Ubaidillah bin Imam Ahmad Al Muhajir bin Imam Isa Ar Rumi bin Al Imam Muhammad An Naqib bin Al Imam Ali Uraidhy bin Al Imam Ja’far As Shadiq bin Al Imam Muhammad Al Baqir bin Al Imam Ali Zainal Abidin bin Al Imam Sayyidina Husein bin Al Imam Amirul Mu’minin Ali Karamallah wa Sayyidah Fatimah Az Zahra binti Rasulullah SAW.
Tuan Guru Ijai menyebutkan SYEH A. SHOHIBUL WAFA TAJUL ARIFIN ADALAH LAUTAN THORIQOH.

4:08 AM  
Blogger Kedudukan Abah Anom said...

Subhan seorang Dosen IAILM Suryalaya pernah silaturahmi kepada Tuan Guru Ijai Martapura Kalimantan Selatan. Tuan guru Ijai menyebutkan SYEH A. SHOHIBUL WAFA TAJUL ARIFIN ADALAH LAUTAN THORIQOH..

Tuan Guru Ijai dikenal sebagai seorang Wali Mursyid yg masyhur yang di kunjungi para alim ulama Habaib dari belahan dunia nama lengkapnya Alimul ‘allamah Al ‘Arif Billah Asy-Syekh Muhammad Zaini Abd. Ghani ( Tuan Guru Ijai ) bin Al ‘arif Billah Syekh Abd. Ghani bin Syekh Abd. Manaf bin Syekh Muh. Seman bin Syekh. M, Sa’ad bin Syekh Abdullah bin ‘Alimul ‘allamah Mufti Syekh. M. Khalid bin ‘Alimul ‘allamah Khalifah Syekh. Hasanuddin bin Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.
Seorang Wali besar Mufti Kesultanan Indragiri Syekh Abd Rahman Shiddiq, berpendapat bahwa Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari adalah keturunan Alawiyyin melalui jalur Sultan Abdurrasyid Mindanao.

Jalur nasabnya ialah Maulana Muhammad Arsyad Al Banjari bin Abdullah bin Abu Bakar bin Sultan Abdurrasyid Mindanao bin Abdullah bin Abu Bakar Al Hindi bin Ahmad Ash Shalaibiyyah bin Husein bin Abdullah bin Syaikh bin Abdullah Al Idrus Al Akbar (datuk seluruh keluarga Al Aidrus) bin Abu Bakar As Sakran bin Abdurrahman As Saqaf bin Muhammad Maula Dawilah bin Ali Maula Ad Dark bin Alwi Al Ghoyyur bin Muhammad Al Faqih Muqaddam bin Ali Faqih Nuruddin bin Muhammad Shahib Mirbath bin Ali Khaliqul Qassam bin Alwi bin Muhammad Maula Shama’ah bin Alawi Abi Sadah bin Ubaidillah bin Imam Ahmad Al Muhajir bin Imam Isa Ar Rumi bin Al Imam Muhammad An Naqib bin Al Imam Ali Uraidhy bin Al Imam Ja’far As Shadiq bin Al Imam Muhammad Al Baqir bin Al Imam Ali Zainal Abidin bin Al Imam Sayyidina Husein bin Al Imam Amirul Mu’minin Ali Karamallah wa Sayyidah Fatimah Az Zahra binti Rasulullah SAW. http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Arsyad_al-Banjari_bin_Abdullah_Al_Aidrus.

‘Alimul ‘allamah Al ‘Arif Billah Syekh M. Zaini Abd. Ghani adalah seorang ulama yang menghimpun antara thariqat dan haqiqat, dan beliau seorang yang Hafazh AI-Quran beserta hafazh Tafsirnya, yaitu Tafsir Al-Quran Al-‘Azhim Lil-Imamain Al-Jalalain. Beliau seorang yang “mahfuzh”, yaitu suatu keadaan yang sangat jarang sekali terjadi, kecuali bagi orang orang yang sudah dipilih oleh Allah SWT. beliau tidak pernah ihtilam.

Pada usia 9 tahun di malam jumat beliau bermimpi melihat sebuah kapal besar turun dari langit. Di depan pintu kapal berdiri seorang penjaga dengan jubah putih dan di gaun pintu masuk kapal tertulis “Safinah al-Auliya”. Beliau ingin masuk, tapi dihalau oleh penjaga hingga tersungkur. Beliaupun terbangun. Pada malam jum’at berikutnya, beliau kembali bermimpi hal serupa. Dan pada malam jumat ketiga, beliau kembali bermimpi serupa. Tapi kali ini beliau dipersilahkan masuk dan disambut oleh salah seorang syaikh. Ketika sudah masuk beliau melihat masih banyak kursi yang kosong. Ketika beliau merantau ke tanah Jawa untuk mencari ilmu, tak disangka orang yang pertama kali menyambut beliau dan menjadi guru adalah orang yang menyambut beliau dalam mimpi tersebut.

Dalam usia 10 tahun sudah mendapat khususiat dan anugerah dari Tuhan berupa Kasyaf Hissi yaitu melihat dan mendengar apa-apa yang ada di dalam atau yang terdinding. Pernah rumput-rumputan memberi salam kepada beliau dan menyebutkan manfaatnya untuk pengobatan dari beberapa penyakit, begitu pula batu-batuan dan besi.

9:46 PM  
Blogger The Foster Village said...

As-salaamu alaikum,

The Saddiqi Rose House is now serving vistors/mureeds to Sheikh Nazim in Lefke Cyprus. Details at www.saddiqirose.com

9:54 PM  
Blogger The Foster Village said...

The Saddiqi Rose House is now serving visitors/mureeds of Sheikh Nazim in Lefke Cyprus. Details at www.saddiqirose.com

9:55 PM  
Blogger The Foster Village said...

As-salaamu alaikum,

The Saddiqi Rose House is now serving vistors/mureeds to Sheikh Nazim in Lefke Cyprus. Details at www.saddiqirose.com

9:55 PM  
Blogger The Foster Village said...

As-salaamu alaikum,

The Saddiqi Rose House is now serving vistors/mureeds to Sheikh Nazim in Lefke Cyprus. Details at www.saddiqirose.com

9:55 PM  
Blogger .::::::KhaLiFaH NiZaM::::::. said...

Assalamualaikum,
Pemuda yang mempunyai tanda/cop kenabian Khatamun Nubuwwah telahpun dijumpai. Kami percaya dialah sebenarnya Shahibul Zaman Imam Mahdi a.s. yg ditunggu-tunggu kemunculannya. Ada 7 tanda Khatamun Nubuwwah terdapat di badannya. Ini bukan cop yang dibuat-buat. Sila tolong sampaikan mesej ini pada Sheikh Raja Ashman atau boleh terus menghubungi saya +6013-5844722 untuk mengesahkannya. Pemuda ini sekarang berada di Kelantan.

2:31 AM  
Blogger Qutbul Ghauts Zaman ini Abah Anom said...

Subhan a Lecturer IAILM Suryalaya friendship to Mr. Guru never Ijai Martapura South Kalimantan. Mr. Sheikh said the teacher Ijai A. Shohibul WAFA IS THE SEA THORIQOH Tajul ARIFIN ..

Tuan Guru Ijai known as a Murshid Wali who is on visit the famous scholars from around the world Habaib full name Alimul 'Allamah al' Arif Billah ash-Shaykh Muhammad Zaini Abd. Ghani (Master Teacher Ijai) bin Al 'arif Billah Sheikh Abd. Sheikh Abd Ghani bin. Manaf bin Sheikh Muh. Seman bin Sheikh. M, Sheikh Abdullah bin Sa'd bin 'Alimul' Allama Mufti Sheikh. M. Khalid bin 'Alimul `Allamah Sheikh Khalifah. Hasanuddin bin Sheikh Muhammad Al-Banjari Arsyad.
A great Mufti of the Sultanate of Wali Sheikh Abd Rahman Siddiq Indragiri, argues that Sheikh Mohammed Al-Banjari Arsyad are descendants Alawiyyin through Abdurrasyid Sultan of Mindanao.

Nasabnya pathway is Maulana Muhammad Al Banjari Arsyad bin Abdullah bin Abu Bakr bin Abdullah bin Sultan of Mindanao Abdurrasyid ibn Abu Bakr al-Hindi Shalaibiyyah Ash bin Ahmad bin Abdullah bin Hussein bin Abdullah bin al-Shaykh al-Akbar K. (progenitor entire family of Al Aidrus) bin Abu Bakr As of As Saqaf Sakran bin Abdurrahman bin Mohammed bin Ali Maula Maula Dawilah Ad Dark Ghoyyur bin Alwi bin Mohammed Al Faqih Al Faqih Muqaddam Din ibn Ali ibn Muhammad ibn Ali shahib Mirbath Khaliqul Qassam Alwi bin Muhammad bin Alawi bin Abi Maula Shama'ah hardness bin Ubaidillah Imam Ahmad ibn al-Muhajir ibn Isa Al Imam ibn al-Rumi An Imam Muhammad ibn Naqib al-Imam Ali bin Al-Imam Ja'far Uraidhy As bin Sadiq Al-Imam Al-Baqir ibn Muhammad Al-Imam Ali Zayn al-Abidin bin Hussein bin Al Imam Sayyidina Imam Amir Mu'minin Ali Karamallah wa Lady Fatimah Az Zahra bint Prophet Muhammad. http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Arsyad_al-Banjari_bin_Abdullah_Al_Aidrus.

'Alimul' Allama Al 'Sheikh Arif Billah M. Zaini Abd. Ghani is a scholar who collects between the Order and that reality, and he was one who Hafazh hafazh AI-Quran and its interpretation, namely the Al-Quran Tafseer Al-'Azhim Lil-Al-Jalalayn Imamain. He is a man who "mahfuz", ie a situation that very rarely happens, except for those people who have been selected by Allah SWT. he never ihtilam.

At the age of 9 years on friday night he dreamed of seeing a big ship down from the sky. At the door stood a guard vessel with a white robe and dress the ship entrance reads "Safinah al-Auliya '. He wanted to go, but driven by the guards until collapsed. Beliaupun awakened. On the next Friday night, he dreamed the same thing again. And on the third Friday night, he returned a similar dream. But this time he was allowed in and was greeted by one of the sheikh. When it entered he saw many empty seats. When he migrated to the land of Java to seek knowledge, not unexpectedly the man who first welcomed him and became a teacher is one who welcomed him in a dream.

In the age of 10 years have got khususiat and grace of God in the form of Kasyaf Hissi ie see and hear what is in or who terdinding. Ever grasses greet him and mentioned the benefits for the treatment of several diseases, as well as rocks and iron.

5:07 PM  
Blogger Qutbul Ghauts Zaman ini Abah Anom said...

Suatu ketika Safwan bertanya Kepada Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa Apakah Banyak Sultan Al-Awliya ??

Bib dibuku disebutkan nama-nama dibawa ini :
1. Syeh Muhammad Nazhim 'Adl Al-Haqqani, dan
2. Syeh Muhammad Hisyam Kabbaniy

Katanya Syeh Muhammad Nazhim 'Adil Al-Haqqani adalah keturunan syah Abd Qadir Al-Jailani, dan di jelaskan bahwa Syeh Nazhim Al- Haqqani adalah Sulthon Al-Awliya sekarang ini apakah benar hal tersebut Bib ??

Mohon penjelasan Habib.

Terimakasih

Wassalamualaikum Wr Wb.



Jawaban dari Habib Munzir

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Rahmat dan Kelembutan Allah swt semoga selalu menyelimuti hari hari anda dengan kebahagiaan,

Saudaraku yg kumuliakan,
itu adalah pendapat sebagian orang yg mencintainya, namun tidak ada kesepakatan para ulama demikian,

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dalam semua cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a’lam

6:11 PM  
Blogger Voip on GSM said...

This comment has been removed by the author.

12:46 PM  
Blogger lautan said...

buat apa mempermasalahkan maqom para wali yang terpenting kita harus percaya dan yakin kepada guru thoriqah kita masing2 karena melalui merekalah kita berthoriqoh bukan kita........... marilah kita amalkan apa pun petunjuk dari syekh kita masing2 karena wali bukanlah kedudukan seperti di organisasi tapi diberikan oleh ALLAH SWT.....ayo kita belajar..........kata syekh saya urus saja pohon kita mau berbuah atau tidak,kerja terus karena mau berbuah atau tidak itu yang mengatur ALLAH SWT.....marilah kita belajar.............

11:45 AM  
Blogger Umar Siddiqui said...

Real Sufi never say that he is the last Shaikh till Imam Mehdi AS ... sufis hide their identity ... Never broadcast it to people ... Everyone has to taste death .., When he will face the death, that in turn means that after that Imam Mehdi AS will come but think and compare the predictions made by our Beloved Mohammad Salal lahu alaihi wasalam ...Match his quote that he is last till Imam Mehdi AS arrival and the hadees ... There are various predictions that will not be fulfilled even if he dies ... Of cource no one can deny the Hadees ,God forbid ... also dnt think that I belong to any sect like deobandi , salafi, barelvi ... I am just an Ashiq e Rasool ... My everything is Ya Mihammad and certainly Ya Muhammad is everything

3:00 PM  
Blogger Umar Siddiqui said...

This comment has been removed by the author.

3:00 PM  
Blogger Umar Siddiqui said...

Refering to the title "King of the Awliya"

Everyone should ask him what are the dutiesof the King of the Awliya and where the king of the Awliya spend his 24 hours ... Let me tell u people that the king of the Awliya is known as QUTUB UL AKTAAB that has the authority on all the Awliyas ...And Qutub Ul Aktaab spend all his time in the Ijlaas e Muhammadi Sallal lahu alaihi wasalam ... Ask him questions if he spend all his time there... If YES, ask him about the Ijlaas ...Who sits next right to Mohammad Sallal lahu alaihi wasalam there ...and who sits on the left... HOW THE CHAIR LOOKS like on which OUR BELOVED ARE ADRESSING THE IJLAAS ... How is the carpet there ... Ask him everything ... There are three types of wali... One is Wali Kamil...Second one is Wali Mukamal and third one is Wali Akmal... Only Wali Akmal can give Bayat to people because only he has the capability and authority make other person Mukamal (complete) ... If u face any problems or any doubt in his answers, u can contact me on my email address emidamlz@gmail.com ... Lastly, I have no problems with the above person but I do have problems with the words been used... Of cource he is Shaikh but not the king and I mean what u say

3:22 PM  

Post a Comment

<< Home